p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal KOLONI NJMS
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MELESTARIKAN MINUMAN TRADISIONAL: PELATIHAN PEMBUATAN BIR PLETOK DI DESA SAMIREJO Nova Oktaviana; Rike SeptiAnanta; Novita Dwi Setyaningrum; Sherly Kristina Murti; Desy Larasati; Umi Faridah; Septiani; Adelia Putri Widyani; Annisa Ramadhani; Anisya Maulida Zulfa; Rika Kusmawati; Erli Khaizatun Az-Zahra; Mohammad Faruq Fathurrahman; Farza Attaya Ma`arij; Yunita Dwi Kusuma Wardani; Arif Rohman Hakim; Nafi`ah Khumairatun Az-Zahra; Vila Saputri; Fitri Ayu Kusumawati; Achmad Saiq
Nusadaya Journal of Multidiciplinary Studies Vol. 2 No. 12 (2026): Nusadaya Journal of Multidiciplinary Studies, February 2026
Publisher : LPPM, Akademi Administrasi Rumah Sakit Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66294/njms.v2i12.70

Abstract

Bir pletok herbal medicine is a traditional drink that has not been widely developed in the Samirejo area, even though it has great potential as an herbal drink that uses spices that are good for health. The lack of public understanding about the benefits and how to make bir pletok herbal medicine is one of the reasons why this traditional drink is not widely used. This community service activity aims to find out how the people of Samirejo Village view jamu bir pletok after consuming it and after receiving an explanation of its benefits and how to make it. The method used is descriptive quantitative, using structured interviews with 50 respondents selected using purposive sampling techniques. The variables measured included perceptions of taste, health benefits, effects after drinking, and interest in consuming it again. Data analysis was performed descriptively, using means, medians, and percentages. The results showed that the community had a positive view of bir pletok herbal medicine, liked its taste, felt the health benefits it provided, and were very interested in buying it again. The education provided helped the community understand how to process and utilize bir pletok herbal medicine as a local traditional herbal drink with further development potential.
Hubungan Kualitas Pelayanan Kefarmasian Terhadap Kepuasan Pasien Di Instalasi Farmasi Rawat Jalan Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Kualitas Pelayanan Kefarmasian Novita Dwi Setyaningrum; Ria Etikasari; Ahmad Suriyadi Muslim
KOLONI Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i2.868

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang berperan dalam menjamin penggunaan obat yang aman, efektif, dan rasional, serta kepuasan pasien menjadi indikator utama dalam menilai kualitas pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan kefarmasian dengan tingkat kepuasan pasien di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSU Sebening Kasih Pati. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat jalan di RSU Sebening Kasih Pati, dengan sampel sebanyak 200 responden yang dipilih secara purposive sampling. Kriteria inklusi meliputi pasien yang menerima pelayanan kefarmasian, berusia ≥18 tahun, dan bersedia menjadi responden, sedangkan kriteria eksklusi adalah pasien yang tidak bersedia atau tidak menyelesaikan kuesioner. Instrumen penelitian menggunakan dua kuesioner, yaitu kuesioner kualitas pelayanan kefarmasian berbasis SERVQUAL dan kuesioner kepuasan pasien dengan skala likert. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 18–35 tahun (42,5%), berjenis kelamin perempuan (56,5%), berpendidikan SMA (54,0%), bekerja di sektor swasta (39,5%), dan memiliki intensitas kunjungan >5 kali (86,0%). Kualitas pelayanan kefarmasian dan kepuasan pasien berada pada kategori sangat puas dengan nilai rata-rata 4,4. Hasil uji menunjukkan nilai r = 0,731 dengan p < 0,05, yang berarti terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara kualitas pelayanan kefarmasian dengan kepuasan pasien.