Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Computer Vision Syndrome (Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Pamulang) Hermawan, Rangga Adhitia; Maryani, Febri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i7.15377

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan, “Seberapa umumkah sindrom visi komputer di kalangan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang?” dengan melihat korelasi antara penggunaan komputer dan variabel-variabelnya antara lain pengetahuan, durasi, jarak, dan jumlah waktu istirahat setelahnya. Sebanyak 397 peserta disurvei menggunakan Google Form, dan rumus slovin digunakan sebagai strategi pengambilan sampel. Menerapkan analisis bivariat SPSS dengan uji chi-square. Penelitian ini tidak menemukan hubungan antara faktor pengetahuan, durasi dan jumlah waktu istirahat setelah menggunakan komputer dengan terjadinya Computer Vision Syndrome. Menjadi signifikan masing-masing 1.000, 0.077 dan 0.521. Computer Vision Syndrome dipengaruhi oleh faktor perilaku dan jarak. Tingkat signifikansi yang digunakan adalah 0.000 dan 0.032.
Peran Literasi Kesehatan Mata Dalam Pengambilan Keputusan Untuk Mengakses Perawatan Kesehatan Mata Di Tangerang Maryani, Febri; Hermawan, Rangga Adhitia; Abdillah, Bunyamin Rizki; Nugraha, Opep Cahya; Az Zahra, Elza Aulia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i8.19417

Abstract

Kesehatan mata sangat penting bagi setiap individu dengan demikian, perlu pemeliharaan kesehatan tersebut. Pemeliharaan kesehatan ini salah satunya dipengaruhi oleh tingkat literasi kesehatan mata. Namun, tingkat literasi tentang kesehatan mata pada masyarakat masih cukup rendah sehingga mempengaruhi tingkat kesehatan mata. Individu yang memiliki tingkat literasi yang tinggi akan memiliki status kesehatan yang baik hal ini karena mereka sadar pentingnya untuk pemeliharaan kesehatan salah satu mencari akses fasilitas kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu melihat peran literasi kesehatan mata, melihat tingkat literasi, dan faktor lain yang mempengaruhi pengambilan keputuasan untuk mengakses perawatan kesehatan mata di Kota Tangerang. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Tangerang, secara kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, jumlah informan sebanyak 5 orang dengan 2 orang sebagai informan kunci, yaitu dari perwakilan Rukun Warga dan Ketua Karang Taruna. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024 – Januari 2025. Hasil penelitian diperoleh bahwa literasi kesehatan mata sangat berperan dalam mengakses pelayanan kesehatan, tingkat literasi pada masyarakat masih kurang, faktor lain yang mempengaruhi pengambilan keputusan yaitu biaya, peran keluarga, dan kegiatan penyuluhan oleh tenaga kesehatan. Kesimpulan dari penelitian yaitu bahwa ada keterkaitan antara peran literasi kesehatan mata dalam pengambilan
STATUS REFRAKSI HYPERMETROPIA, MYOPIA, ASTIGMAT, DAN EMETROPIA DI SDI ASSADAH BIDARA CINA Abdillah, Bunyamin Rizki; Nugraha, Opep Cahya; Maryani, Febri
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelainan refraksi dikenal dalam bentuk miopia, hipermetropia dan astigmatisme. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat faktor yang mempengaruhi terjadi status refraksi pada anak sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan di SDI Assadah, Bidara Cina, Jakarta Timur. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik wawancara mendalam, informan terdiri atas 3 orang dari orang tua atau wali murid, ada 2 informan kunci, yaitu petugas dasawisma dan guru. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2025 – Juni 2025. Hasil penelitian diperoleh bahwa secara keseluruhan status refraksi pada anak sekolah dasar dengan myopia, diikuti myopia astigmat compositus tinggi. Kesimpulan dari penelitian yaitu kelainan refraksi pada anak sekolah dasar di SDI Assadah Bidara Cina, disebabkan karena faktor penggunaan gadge, sosial ekonomi orang tua, pola makan, dan pola asuh.
Pemodelan Alat Deteksi Dini Mental Health Di Perguran Tinggi Dengan Bantuan Artificial Intelligence Maryani, Febri; Simarmata, Murni Marlina; Abdillah, Bunyamin Rizki; Nugraha, Opep Cahya; Umami, Nisa Zakiati; Habiba, Putri Ghanim Septia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.22343

Abstract

Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan namun, masih banyak mahasiswa yang tidak melakukan pemeriksaan dini karena stigma dan keterbatasan akses layanan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengeksplorasi pemanfaatan model deteksi dini kesehatan mental mahasiswa berbasis AI di perguruan tinggi.Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan dukungan data kuantitatif sederhana dari hasil skrining awal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Informan terdiri atas 10 mahasiswa dan 2 informan kunci, yaitu bidang kemahasiswaan dan dosen pembimbing akademik. Penelitian dilaksanakan di Akademi XY, Tangerang Selatan, pada Juni 2025 – Agustus 2025. Data skor dari aplikasi AI digunakan untuk menggambarkan kategori kondisi mental sedangkan data wawancara dianalisis secara tematik untuk memahami pengalaman dan persepsi mahasiswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa terbantu karena AI dapat diakses secara fleksibel, menampilkan skor kondisi mental, menyediakan literasi, dan rekomendasi lanjutan. Sebagian informan berada pada kategori sedang hingga berat. Kondisi ini berkaitan dengan ekonomi, beban kerja, dan trauma. Mahasiswa merasa lebih nyaman menyampaikan kondisinya melalui media digital. Kesimpulan dari penelitian yaitu bahwa AI dapat menjadi alat pendukung skrining kesehatan mental namun tetap memerlukan pendampingan profesional, perlindungan etika, dan privasi data.