Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Lokal Bawang Dayak sebagai Teh dalam Upaya Menurunkan Kadar Gula Darah Masyarakat Pereiz, Zimon; Ahmad Irawan; Hendrik Segah; Chuchita, Chuchita; Efriyana Oksal; Miranti Maya Sylvani; Aji Pamungkas; Herlita Esra Sari Sihotang; Yerinda Natalia Nenobais; Eni Uswatun Chasanah
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1786

Abstract

Kesehatan masyarakat menjadi isu penting dalam upaya peningkatan kualitas hidup, khususnya terkait penyakit degeneratif seperti diabetes melitus. Salah satu alternatif pencegahan dan penunjang pengobatan diabetes adalah pemanfaatan tanaman obat tradisional. Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia), yang merupakan tanaman lokal Kalimantan, diketahui memiliki kandungan bioaktif seperti flavonoid dan saponin yang berperan menurunkan kadar gula darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kelurahan Habaring Hurung dalam memanfaatkan Bawang Dayak sebagai teh herbal. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, demonstrasi, serta praktik langsung pembuatan teh celup Bawang Dayak yang higienis dan mudah dikonsumsi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, yakni dari 11,2% pada pre-test menjadi 97,2% pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 86%. Selain itu, masyarakat mampu mempraktikkan pengolahan Bawang Dayak menjadi produk teh celup yang bernilai guna bagi kesehatan dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumah tangga. Dengan demikian, program pengabdian ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat terkait pemanfaatan tanaman lokal sebagai penunjang kesehatan. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi berbasis kearifan lokal sehingga berpotensi berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain.