Latar belakang: Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia dan merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Basal metabolic rate (BMR) berperan penting dalam mempertahankan fungsi fisiologis tubuh pada kondisi istirahat dan diduga berhubungan dengan tekanan darah. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara BM dengan tekanan darah sistolik dan diastolik pada mahasiswa fisioterapi. Metode: Penelitian analitik menggunakan desain cross-sectional pada 212 mahasiswa fisioterapi yang telah memenuhi kriteria penelitian. Penelitian dilakukan pada bulan agustus hingga september 2024 di ruangan laboratorium jurusan fisioterapi UPN Veteran Jakarta. Data yang dikumpulkan terdiri dari jenis kelamin, usia, berat badan, tinggi badan, tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, BMR. pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer elektronik omron. Nilai BMR diukur menggunakan Body Composition Analyzer InBody 570. data dianalisis menggunakan statistik IBM SPSS versi 25 dengan uji korelasi Spearman. Hasil: mayoritas responden perempuan (80.7%), berusia 17-19 tahun (88.7%) dan memiliki kategori tekanan darah normal (71.69%). Hasil rerata BMR yaitu 1207.2 kcal/hari. Rerata tekanan darah sistolik yaitu 114.6 mmHg sedangkan rerata tekanan darah diastolik yaitu 77.7 mmHg. Berdasarkan uji korelasi spearman terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara BMR dengan tekanan darah sistol. selain itu, terdapat hubungan negatif yang sangat lemah yang menandakan tidak ada hubungan yang berarti antara BMR dan tekanan darah diastolik. Kesimpulan : adanya hubungan yang signifikan antara BMR dengan tekanan darah sistolik dan tidak ada hubungan antara BMR dengan tekanan darah diastolik.