Anjani, Fadhira Citra Surya
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Faktor Penyebab Penyakit Tidak Menular pada Lansia Masyarakat Urban Nazhira, Fidyatul; Dhari, Ika Fitri Wulan; Mailani, Rena; Bachtiar, Farahdina; Husna, Anwiena Nimatul; Anjani, Fadhira Citra Surya
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.4983

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi dan kurangnya aktivitas fisik adalah masalah kesehatan yang sering ditemukan di masyarakat perkotaan. Berbagai faktor seperti perubahan gaya hidup dan perubahan demografi menyebabkan angka kejadian hipertensi dan kurangnya aktivitas fisik pada lansia semakin meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran dari aktivitas fisik dan tekanan darah sebagai faktor penyebab penyakit tidak menular pada lansia di Kelurahan X, Jakarta Selatan. Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptive study yang dilakukan pada bulan Juni 2022. Pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner IPAQ untuk mengukur aktivitas fisik, dan untuk mengukur tekanan darah menggunakan stetoskop dan sfigmomanometer atau tensimeter. Hasil Penelitian: Hasil dari penelitian ini yaitu berdasarkan gambaran aktivitas fisik didapatkan bahwa dari 178 masyarakat didapatkan bahwa 33% lansia termasuk kategori aktivitas fisik rendah, 58% termasuk kategori sedang dan 9%  termasuk kategori berat. Sedangkan untuk hipertensi, didapatkan hipertensi ringan sebanyak 13%, hipertensi sedang sebanyak 78% hipertensi berat sebanyak 9%. Kesimpulan: aktivitas fisik lansia masih sedikit yang kategori tinggi dan lansia keluarahan tersebut cenderung memiliku hipertensi. Masyarakat harap lebih aktif berolahraga dan layanan kesehatan sekitar kelurahan tersebut dapat lebih di giatkan agar dapat menurunkan angka hipertensi di masyarakat.
Hubungan Basal Metabolic Rate dengan Tekanan Darah pada Mahasiswa Jurusan Fisioterapi Faradillah, Kiki Rezki; Rabia, Rabia; Nazhira, Fidyatul; Mukrim, Harvina; Putri, Solagracia Sukatno; Anjani, Fadhira Citra Surya; Haydar, Muhammad Syukran
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56847

Abstract

Latar belakang: Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian utama di seluruh dunia dan merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Basal metabolic rate (BMR) berperan penting dalam mempertahankan fungsi fisiologis tubuh pada kondisi istirahat dan diduga berhubungan dengan tekanan darah. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara BM dengan tekanan darah sistolik dan diastolik pada mahasiswa fisioterapi. Metode: Penelitian analitik menggunakan desain cross-sectional pada 212 mahasiswa fisioterapi yang telah memenuhi kriteria penelitian. Penelitian dilakukan pada bulan agustus hingga september 2024 di ruangan laboratorium jurusan fisioterapi UPN Veteran Jakarta. Data yang dikumpulkan terdiri dari jenis kelamin, usia, berat badan, tinggi badan, tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, BMR. pengukuran tekanan darah menggunakan sphygmomanometer elektronik omron. Nilai BMR diukur menggunakan Body Composition Analyzer InBody 570. data dianalisis menggunakan statistik IBM SPSS versi 25 dengan uji korelasi Spearman. Hasil: mayoritas responden perempuan (80.7%), berusia 17-19 tahun (88.7%) dan memiliki kategori tekanan darah normal (71.69%). Hasil rerata BMR yaitu 1207.2 kcal/hari. Rerata tekanan darah sistolik yaitu 114.6 mmHg sedangkan rerata tekanan darah diastolik yaitu 77.7 mmHg. Berdasarkan uji korelasi spearman terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara BMR dengan tekanan darah sistol. selain itu, terdapat hubungan negatif yang sangat lemah yang menandakan tidak ada hubungan yang berarti antara BMR dan tekanan darah diastolik. Kesimpulan : adanya hubungan yang signifikan antara BMR dengan tekanan darah sistolik dan tidak ada hubungan antara BMR dengan tekanan darah diastolik.
Motor function, quality of life, and prevalence among children in a cerebral palsy community Oktarina, Mona; Sirada, Andy; Darmareja, Rycco; Putri, Ghyffara Agathy; Anjani, Fadhira Citra Surya; Putri, Solagracia Sukatno
Physical Therapy Journal of Indonesia Vol. 7 No. 1 (2026): Inpress January-June 2026
Publisher : Universitas Udayana dan Diaspora Taipei Medical University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/ptji.v7i1.376

Abstract

Background: Cerebral palsy (CP) is the most common motor disability in children. It often causes motor impairments that reduce functional independence and participation, particularly in countries like Indonesia and low- and middle-income countries. The aim of this study was to assess motor function, quality of life, and prevalence of CP in a community-based population. Methods: A cross-sectional descriptive study was conducted on 80 children with CP from a community in Jakarta aged 5–18 years. They were selected through purposive sampling. All participants had a confirmed diagnosis of CP and consent from their parents or guardians. Children with other physical disabilities or who were unable to communicate were excluded. The Gross Motor Function Classification System (GMFCS) was used to assess motor function, and the Cerebral Palsy Module of the Pediatric Quality of Life Inventory (PedsQL) 3.0 was used to measure quality of life. Results: A total of 83.8% of participants were adolescents aged 13–18 years with spastic CP. With 46.3% at GMFCS level IV and 28.7% at level V, severe motor impairments were common, but 61.3% of children reported a good quality of life. Motor function and quality of life were positively and significantly correlated (r = 0.345, p = 0.002). Conclusion: The motor function of children with CP is strongly associated with their quality of life. This suggests that comprehensive and ongoing rehabilitation is necessary to improve functional participation and overall well-being.