Eka Pasca Surya Bayu
Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EXPLORING THE ETHNOMATHEMATICS FRACTAL CONCEPTS TOWARDS MINANGKABAU “SONGKET” TEXTILES”: A CASE STUDY IN WEST SUMATRA Anna Cesaria; Sefna Rismen; Mazlini Adnan; Rahmatul Hayati; Edwar Kemal; Eka Pasca Surya Bayu
Curricula: Journal of Teaching and Learning Vol. 10 No. 1 (2025): Curricula : Journal of Teaching and Learning
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mathematics is often perceived as an abstract, universal, and culture-free discipline, presented in formal symbols and rigid procedures that appear distant from learners’ everyday realities. This research investigated fractal concepts in ethnomathematics in relation to the Minangkabau songket textile. This research employed a qualitative case study design. Data were collected using a document checklist of the songket and a semi-structured interview. Data were analyzed using document analysis and thematic analysis. The research population was the Minangkabau songket textile, and the sampling method was purposive; three songket motifs from Pandai Sikek, West Sumatra, were selected. The results reveal repeated patterns of self-similarity, iteration, recursion, symmetry, and statistical variation, which are similar to the structures seen in nature. These patterns are not the result of formal mathematical calculation but arise from indigenous knowledge grounded in the Minangkabau philosophy alam takambang jadi guru, where nature serves as the primary source of learning. Beyond their aesthetic function, the fractal properties of songket motifs serve as visual metaphors for cultural continuity, social harmony, and the intergenerational transmission of values. This research is limited to songket produced by Pandai Sikek in West Sumatra. This study reinforces the notion that traditional cultural products are not only artistic expressions but also repositories of sophisticated mathematical knowledge.
EXPLORING THE ETHNOMATHEMATICS FRACTAL CONCEPTS TOWARDS MINANGKABAU “SONGKET” TEXTILES”: A CASE STUDY IN WEST SUMATRA Anna Cesaria; Sefna Rismen; Mazlini Adnan; Rahmatul Hayati; Edwar Kemal; Eka Pasca Surya Bayu
Curricula: Journal of Teaching and Learning Vol. 10 No. 1 (2025): Curricula : Journal of Teaching and Learning
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mathematics is often perceived as an abstract, universal, and culture-free discipline, presented in formal symbols and rigid procedures that appear distant from learners’ everyday realities. This research investigated fractal concepts in ethnomathematics in relation to the Minangkabau songket textile. This research employed a qualitative case study design. Data were collected using a document checklist of the songket and a semi-structured interview. Data were analyzed using document analysis and thematic analysis. The research population was the Minangkabau songket textile, and the sampling method was purposive; three songket motifs from Pandai Sikek, West Sumatra, were selected. The results reveal repeated patterns of self-similarity, iteration, recursion, symmetry, and statistical variation, which are similar to the structures seen in nature. These patterns are not the result of formal mathematical calculation but arise from indigenous knowledge grounded in the Minangkabau philosophy alam takambang jadi guru, where nature serves as the primary source of learning. Beyond their aesthetic function, the fractal properties of songket motifs serve as visual metaphors for cultural continuity, social harmony, and the intergenerational transmission of values. This research is limited to songket produced by Pandai Sikek in West Sumatra. This study reinforces the notion that traditional cultural products are not only artistic expressions but also repositories of sophisticated mathematical knowledge.
Analisis Landasan Yuridis Pendidikan Nasional sebagai Dasar Penerapan Kurikulum Merdeka Berbasis Pembelajaran Mendalam Sisri Rahmayuni; Immatul Jannah Alimir; Darul Ilmi; Eka Pasca Surya Bayu
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 7, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v7i6.8777

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran landasan yuridis dalam penyelenggaraan pendidikan nasional serta relevansinya terhadap penerapan kurikulum berbasis pembelajaran mendalam (deep learning). Tujuan penelitian adalah menganalisis bagaimana regulasi pendidikan berfungsi sebagai dasar normatif dan strategis dalam mendukung inovasi kurikulum, khususnya Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan melalui analisis terhadap peraturan perundang-undangan, literatur akademik, dan hasil penelitian relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa landasan yuridis terutama UUD 1945, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, serta regulasi turunannya tidak hanya menjamin kepastian hukum, tetapi juga menentukan arah, ruang gerak, dan keberlanjutan implementasi kurikulum. Temuan konseptual utama penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran mendalam hanya dapat diimplementasikan secara efektif apabila didukung oleh regulasi yang konsisten dan adaptif, sehingga sekolah dan guru memiliki legitimasi dalam mengembangkan pembelajaran bermakna. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam memperkuat kajian hubungan antara hukum pendidikan dan inovasi pedagogis, serta secara praktis memberikan rujukan bagi pengambil kebijakan dalam merancang kurikulum yang selaras dengan prinsip pembelajaran mendalam.
Pelatihan Grammar Siswa SMP dan MTs untuk Mempersiapkan Olimpiade Bahasa Inggris Susi Susanti; Desna Fauziah; Erlinda Syam; Eka Pasca Surya Bayu
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i1.1298

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tata bahasa (grammar) Bahasa Inggris siswa tingkat SMP/MTs, terutama agar mereka siap menghadapi Olimpiade Bahasa Inggris di Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh 21 siswa/siswi pilihan dari berbagai sekolah menengah pertama negeri di kedua wilayah tersebut. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode interaktif dengan materi yang disusun secara terstruktur, mencakup konsep grammar penting serta strategi mengerjakan soal olimpiade. Berdasarkan hasil evaluasi setelah kegiatan, rata-rata skor naik dari 58,3 menjadi 79,6 dengan peningkatan sebesar 21,3 poin atau 36,5%. Hal ini mengartikan bahwa terjadi peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta terhadap struktur Bahasa Inggris secara akurat dan sesuai konteks. Selain itu, dari hasil wawancara tertulis melalui google form peserta menyatakan bahwa mereka merasa lebih percaya diri dalam menghadapi Olimpiade Bahasa Inggris. Para peserta juga menyampaikan saran untuk adanya kegiataan pelatihan yang bersifat continue untuk meningkatkan kemampuan grammar mereka. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal kerja sama antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dalam membangun kemampuan bahasa generasi muda.