Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Edukasi PHBS Berbasis Pendekatan Epidemiologi Sosial pada Petani dan Nelayan di Desa Bolangat Hairil Akbar; Ahmad Farid; Besse Rismayani; Sarman Sarman; Riti Azzahra Putri Damopolii; Alfarezi Muda; Stevania Pricilia Timbuleng; Dio Alief Saputra Paputungan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1228

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan strategi penting dalam upaya promotif dan preventif untuk menurunkan risiko penyakit berbasis lingkungan dan pekerjaan, khususnya pada kelompok petani dan nelayan yang memiliki paparan risiko tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani dan nelayan di Desa Bolangat Kecamatan Sang Tombolang melalui edukasi PHBS berbasis pendekatan epidemiologi sosial. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi partisipatif, dan tanya jawab dengan menekankan hubungan antara faktor individu, lingkungan kerja, dan determinan sosial sebagai faktor risiko kesehatan. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi dan pengukuran perubahan pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan PHBS, kesadaran risiko penyakit akibat kerja, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, penggunaan alat pelindung diri, serta pengelolaan sanitasi rumah tangga. Pendekatan epidemiologi sosial terbukti efektif dalam membangun pemahaman komprehensif dan mendorong komitmen perubahan perilaku berbasis konteks sosial masyarakat. Kegiatan ini merekomendasikan perlunya pendampingan berkelanjutan serta kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat implementasi PHBS secara konsisten di lingkungan petani dan nelayan.
Edukasi Bahaya Merokok Dalam Memproteksi Diri Dari Risiko Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di SDN 1 Babo Besse Rismayani; Hairil Akbar; Rifqi Raji Potabuga; Nayu Fauza S Djakaria; Citra Adelia S Malanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1239

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan memberikan ruang diskusi yang aman bagi anak-anak untuk memahami hak mereka dalam menghirup udara bersih tanpa paparan asap dari orang dewasa di sekitar mereka. Melalui pendekatan ini, para siswa didorong untuk berani berkata "tidak" pada rokok dan menjadi agen perubahan kecil di lingkungan keluarga mereka sendiri dari risiko penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Di SDN 1 Babo. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah interaktif, demonstrasi, dan tanya jawab kuis edukatif yang melibatkan siswa dan guru. Materi mencakup pengertian ISPA, praktik etika batuk yang benar serta pentingnya mencuci tangan secara rutin untuk memutus rantai penularan kuman di lingkungan sekolah dan zat-zat berbahaya dalam rokok menggunakan alat peraga sederhana agar para siswa dapat memvisualisasikan kerusakan organ tubuh akibat paparan asap rokok. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran siswa di Desa Babo akan bahaya merokok serta siswa SD lebih waspada akan paparan asap rokok di sekitar mereka. Faktor pendukung keberhasilan kegiatan meliputi dukungan pihak sekolah, antusiasme siswa, serta kerja sama tim pelaksana dan guru. Kegiatan ini berhasil menumbuhkan kepedulian pada siswa serta menjadi langkah awal dalam memproteksi diri dari risiko penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Di SDN 1 Babo.
Upaya Menumbuhkan Kesadaran Masyarakat Tentang Sampah Rumah Tangga Melalui Pengadaan Tempat Sampah Percontohan di Desa Ayong Fachry Rumaf; Hairil Akbar; Besse Rismayani; Abimayu Abudzar Alghfari Raupu; Nadira Aulia Mokoagow; Andini Nur Aisyah Rasjid
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1267

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah pencemaran, terutama di wilayah pesisir. Desa Ayong masih menghadapi permasalahan dalam pengelolaan sampah akibat keterbatasan sarana dan prasarana, seperti tidak tersedianya tempat sampah umum maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat membuang sampah di pesisir pantai atau membakarnya di sekitar rumah. Kebiasaan ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, merusak ekosistem pesisir, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat polusi udara. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga melalui pengadaan tempat sampah percontohan di Desa Ayong. Metode pelaksanaan meliputi tahap perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan yang dilakukan secara partisipatif bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat. Tempat sampah percontohan dibangun di area Kantor Desa Ayong sebagai lokasi strategis yang mudah diakses oleh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keberadaan tempat sampah percontohan dapat menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat serta mendorong perubahan perilaku dalam membuang dan mengelola sampah secara lebih tertib. Selain berfungsi sebagai fasilitas penampungan sampah, sarana ini juga menjadi contoh bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai titik di Desa Ayong guna mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
Edukasi Kesehatan Lingkungan Sebagai Upaya Pencegahan ISPA Pada Anak di SDN Inpres Bakan Fachry Rumaf; Hairil Akbar; Henny Kaseger; Besse Rismayani; Mohammad Fauzi Pratama Putra Dadu; Tarissa Amelia Podomi; Refalina Mamonto; Tisa Marsa Lamaluta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1274

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan dengan prevalensi 9,3% di Indonesia dan tertinggi pada kelompok usia 1-4 tahun (13,7%). Di wilayah kerja Puskesmas Tanoyan, khususnya Desa Bakan Kecamatan Lolayan, ISPA tercatat sebagai salah satu dari 10 penyakit dengan angka kejadian tertinggi. Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok rentan terhadap ISPA karena sistem kekebalan tubuh yang belum optimal dan kesadaran terkait kesehatan lingkungan yang masih rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa SDN Inpres Bakan tentang ISPA meliputi definisi, penyebab, gejala, dan cara pencegahan melalui penyuluhan kesehatan. Kegiatan dilaksanakan di SDN Inpres Bakan selama 120 menit. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab dengan media presentasi PowerPoint dan poster. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab mengenai cara penularan, perbedaan gejala, cara pencegahan, dan kapan harus memeriksakan diri. Penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab efektif meningkatkan pengetahuan siswa tentang ISPA. Keberhasilan didukung oleh dukungan sekolah, materi yang sesuai tingkat kognitif anak, dan metode interaktif-partisipatif. Disarankan mengintegrasikan materi kesehatan ke dalam kurikulum rutin, membentuk kader kesehatan sekolah, menyediakan sarana PHBS, serta melibatkan orang tua dalam mendukung edukasi kesehatan.
Penyuluhan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Penggunaan Pestisida Untuk Petani Desa Solimandungan II Sarman Sarman; Hairil Akbar; Hafsia Khairun Nisa Mokodompit; Besse Rismayani; Fachry Rumaf
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1395

Abstract

Petani merupakan kelompok pekerjaan yang memiliki risiko tinggi terhadap gangguan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), terutama akibat penggunaan pestisida yang tidak sesuai prosedur. Rendahnya penggunaan alat pelindung diri (APD), kurangnya pengetahuan tentang bahaya pestisida, serta kebiasaan kerja yang tidak aman menjadi faktor utama meningkatnya risiko keracunan dan gangguan kesehatan pada petani. Permasalahan tersebut juga ditemukan pada petani di Desa Solimandungan II, dimana sebagian besar petani masih menggunakan pestisida tanpa memperhatikan prinsip-prinsip K3. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap petani mengenai penerapan K3 dalam penggunaan pestisida. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan evaluasi melalui pretest dan posttest kepada 30 petani di Desa Solimandungan II. Materi penyuluhan meliputi bahaya pestisida terhadap kesehatan dan lingkungan, penggunaan APD, teknik penyimpanan dan pencampuran pestisida yang aman, tanda-tanda keracunan pestisida, serta budaya kerja aman. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap petani setelah diberikan penyuluhan. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 6,52 menjadi 11,68, sedangkan sikap meningkat dari 5,52 menjadi 7,64. Petani juga menunjukkan antusiasme yang baik selama kegiatan berlangsung melalui diskusi dan tanya jawab. Penyuluhan K3 terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran petani terhadap pentingnya keselamatan kerja dalam penggunaan pestisida. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk perilaku kerja yang lebih aman sehingga mampu mengurangi risiko penyakit akibat kerja pada petani.