Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Antara Edukasi dan Keluhan: Analisis Kualitatif-Netnografis Konten Pajak Digital DJP dan Respons Pengguna Media Sosial Happy Tatemba; Harke Revo Leonard Polii
Advances: Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol. 4 No. 4 (2026): July - August
Publisher : Yayasan Pendidikan Bukhari Dwi Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60079/ajeb.v4i4.911

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana DJP membingkai edukasi pajak digital di media sosial, serta bagaimana pengguna media sosial yang menunjukkan karakteristik atau kekhawatiran khas wajib pajak pemula merespons pesan, layanan Coretax, pelaporan SPT, dan prosedur administrasi pajak. Metode: Penelitian ini menggunakan analisis isi kualitatif berorientasi netnografis terhadap 45 unggahan/dokumen digital dan 36 fragmen komentar publik teranonimkan dari akun media sosial resmi DJP, laman DJP/Coretaxpedia, serta sumber pendukung, dalam periode Januari 2025-Juni 2026. Hasil dan Pembahasan: Temuan menunjukkan adanya ketegangan antara narasi DJP tentang pajak digital yang mudah dan modern dengan pengalaman pengguna yang memunculkan beban administratif berupa istilah teknis, validasi data, error sistem, hilangnya fitur, serta kebutuhan akan panduan operasional. Implikasi: Temuan ini mengimplikasikan perlunya edukasi pajak digital yang menekan beban administratif, memperjelas alur layanan, serta memperkuat respons institusional sebagai bagian dari upaya perbaikan kepercayaan publik. Originalitas: Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan membaca komentar media sosial sebagai artefak kualitatif untuk memahami literasi pajak digital, beban administratif, dan kepercayaan terhadap layanan pajak digital.
Representasi Strategis Promosi dan Loyalitas Pelanggan pada Ritel Minimarket: Analisis Isi Kualitatif atas Dokumen Resmi Indomaret dan Alfamart Harke Revo Leonard Polii; Sandra J. R Kainde; Happy Tatemba; Edi Noersasongko
Advances: Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol. 4 No. 4 (2026): July - August
Publisher : Yayasan Pendidikan Bukhari Dwi Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60079/ajeb.v4i4.914

Abstract

Tujuan: Penelitian ini menganalisis bagaimana promosi dan loyalitas pelanggan direpresentasikan secara strategis dalam dokumen resmi Indomaret dan Alfamart. Fokus penelitian bukan untuk mengukur efektivitas strategi aktual, melainkan untuk membaca bagaimana kedua peritel membingkai promosi, keanggotaan, insentif berulang, dan kanal digital sebagai teks korporat yang ditujukan kepada publik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif-komparatif melalui studi dokumen dan analisis isi kualitatif terhadap 14 dokumen resmi yang divalidasi pada 1 Mei 2026. Korpus mencakup halaman promosi, halaman keanggotaan, dokumen aplikasi digital, blog resmi, profil korporat, serta laporan tahunan. Data dianalisis dengan pendekatan hibrida melalui pembacaan berulang, pengodean unit makna, pengelompokan kategori, audit trail, dan code-recode. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua peritel merepresentasikan promosi sebagai proposisi nilai yang menekankan hemat, urgensi, kemudahan, eksklusivitas anggota, dan manfaat berulang. Indomaret lebih menonjolkan variasi tema serta bahasa promosi yang dekat dengan rutinitas belanja harian, sementara Alfamart lebih menonjolkan keteraturan program, mekanisme poin, dan keterhubungan online-offline melalui Alfagift. Perbedaan ini tidak dipahami sebagai oposisi biner, karena Indomaret juga memiliki integrasi digital dan Alfamart juga menggunakan bahasa promosi persuasif. Implikasi: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua peritel merepresentasikan promosi sebagai proposisi nilai yang menekankan penghematan, urgensi, kemudahan, eksklusivitas anggota, dan manfaat berulang. Indomaret lebih menonjolkan variasi tema serta bahasa promosi yang dekat dengan rutinitas belanja harian, sementara Alfamart lebih menonjolkan keteraturan program, mekanisme poin, dan keterhubungan online-offline melalui Alfagift. Perbedaan ini tidak dipahami sebagai oposisi biner, karena Indomaret juga memiliki integrasi digital dan Alfamart juga menggunakan bahasa promosi persuasif. Orisinalitas: Penelitian ini menggeser unit analisis dari persepsi konsumen ke dokumen korporat sebagai teks strategis serta mengembangkan arsitektur manfaat sebagai lensa analitis untuk membaca hubungan antara promosi, keanggotaan, dan loyalitas digital dalam ritel minimarket.
The Use of Generative AI in Investment and Budgeting Decision-Making Among Business Students: A Qualitative Analysis of Public Digital Artifacts Aldo Franco Karinda; Harke Revo Leonard Polii; Rifal Richard Pangemanan
Economics and Digital Business Review Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v7i1.3721

Abstract

This study analyzes how public digital artifacts relevant to the context of business students frame the use of generative AI in investment and budgeting decisions, how trust and risk perceptions toward AI outputs are represented, and how norms of use are displayed in the digital ecology. The study uses a qualitative approach through a thematic-interpretive analysis of public digital artifacts from TikTok, X, Threads, YouTube, and Stockbit during January 2025–February 2026. The final analytical corpus consists of 44 selected public entries, which include 39 cross-platform primary digital artifacts and 5 contextually reinforcing sources of limited use. The discussion of the themes relies primarily on primary artifacts on YouTube, X, and Stockbit, while TikTok and Threads are used primarily to clarify the digital norm ecology. The analysis yields four main patterns: AI is interpreted as a financial co-pilot ; trust in AI is selective and contextual; verification and affirmation of human judgment become norms of use; and digital spaces play a role in both normalizing and limiting the use of AI. These findings suggest that financial behavior in the context of business students in the AI era is more appropriately understood as a digital representation shaped by the interaction between economic rationality, calibration of trust in technology, and digital communication culture