Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perencanaan Fungsi Dan Ergonomi Gedung Gizi Rumah Sakit Gema Santhi Nusa Penida Klungkung I Made Juniastra; I Made Agus Mahendra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nusa Penida adalah sebuah pulau yang terletak di Kabupaten Klungkung Provinsi Bali. Nusa Penida yang merupakan pulau dengan penduduk yang banyak memerlukan fasilitas pelayanan kesehatan berupa rumah sakit dengan pelayanan lengkap dan terpadu dengan kondisi baik dan layak operasional, agar masyarakat Nusa Penida yang hendak mencari pengobatan yang lebih lengkap dan terpadu tidak harus menyebrangi lautan lagi menuju ke Klungkung daratan. Rumah sakit Gema Santi adalah RSUD yang ada di Nusa Penida yang didirikan dan terus dikembangkan oleh pemerintah Daerah Klungkung secara berkelanjutan dengan perencanaan yang terpadu. Perancangan gedung gizi adalah salah satu target pembangunan tahun berjalan. Perencanaan gedung gizi merupakan proyek pemerintah yang direncanakan agar menjadi satu kesatuan saling melengkapi dengan fasilitas yang sudah ada di Rumah Sakit Gema Santi, serta dengan pertimbangan budget yang dianggarkan oleh pemerintah daerah untuk pembangunan fisik gedungnya. Dalam desain tata ruang dan tampilan bangunan tetap menerapkan peraturan Pemerintah Provinsi Bali tentang pelestarian arsitektur tradisional bali dengan tetap menerapkan kaidah bangunan tropis dengan pencahayaan dan penghawaan alami. Dalam pemilihan material juga harus menerapkan peraturan pemerintah tentang kandungan produksi dalam negeri. Sehingga dengan batasan anggaran dan kondisi site tetap didapat desain bangunan yang seimbang dan layak antara fungsi bangunan gedung gizi dengan biaya yang dianggarkan.
Konsep Rumah Tumbuh Ideal Pada Lahan Sempit Di Bali I Made Juniastra; I Made Agus Mahendra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 9 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH VASTUWIDYA VOL 9 NO 1
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/vastuwidya.v9i1.479

Abstract

Kondisi kepadatan penduduk di bali saat ini sangat tinggi, mencapai sekitar 793-798 jiwa/km2 pada tahun 2024-2025. Menjadikannya salah satu wilayah terpadat di indonesia. Pertumbuhan pesat ini disebabkan oleh urbanisasi dan pertumbuhan pariwisata dengan tingkat konsentrasi di kota-kota di Bali. Kepadatan penduduk yang tinggi tersebut secara signifikan menurunkan kemampuan masyarakat untuk memiliki rumah yang layak huni akibat keterbatasan lahan karena melonjaknya harga properti. Kebutuhan lahan yang melampaui ketersediaan lahan memicu kompetisi tinggi, memaksa masyarakat beradaptasi dengan hunian padat atau tidak layak secara fasilitas lingkungan. Masyarakat bali yang sebelumnya mempunyai ciri khas hunian dengan arsitektur tradisional bali dimana rumah dengan bangunan yang terpisah-pisah dengan adanya natah (open space) ditengah dan sanggah di hulu menjadi sangat sulit untuk diwujudkan. Kenaikan harga tanah di bali rata-rata 7-15% per-tahun dan dengan biaya pembangunan yang terus naik setiap tahun semakin sulit dijangkau oleh masyarakat umum yang berpenghasilan upah minimum regional. Oleh karena itu solusi rumah tumbuh mutlak menjadi solusi masa depan. Hunian tumbuh adalah konsep hunian fleksibel yang dibangun bertahap sesuai kebutuhan dan anggaran yang memungkinkan penambahan ruang ke arah vertikal atau horizontal tanpa merombak total struktur dasar.
Innovation in Sustainable Construction Materials in Green Infrastructure Development I Made Agus Mahendra
Journal of Moeslim Research Technik Vol. 1 No. 5 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/technik.v1i5.1556

Abstract

The construction industry significantly impacts environmental sustainability, prompting the need for innovative materials that minimize ecological footprints. Sustainable construction materials play a crucial role in the development of green infrastructure, aimed at enhancing urban resilience and promoting environmental conservation. This study aims to explore various innovative sustainable construction materials and their applications in green infrastructure projects. It seeks to identify the benefits and challenges associated with these materials in promoting eco-friendly building practices. A comprehensive literature review was conducted, analyzing recent advancements in sustainable construction materials, including recycled materials, bio-based composites, and smart materials. Case studies of successful green infrastructure projects utilizing these materials were examined to assess their effectiveness and sustainability. The findings reveal that innovative materials such as recycled concrete, bamboo, and mycelium composites significantly reduce carbon emissions and resource consumption. Case studies demonstrated improved energy efficiency and reduced waste in projects that employed these materials. Challenges related to cost, availability, and regulatory standards were also identified. The research concludes that the integration of innovative sustainable materials is vital for the advancement of green infrastructure. Emphasizing the benefits of these materials can lead to broader adoption in the construction industry. Future research should focus on overcoming the identified challenges and developing standardized guidelines to facilitate the use of sustainable materials in infrastructure projects
INTEGRASI GENERATIVE ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PROSES PERANCANGAN ARSITEKTUR TROPIS I Made Agus Mahendra; I Made Juniastra; Toddy Hendrawan Yupardhi; Putu Ari Darmastuti
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/abm9ed42

Abstract

Perkembangan Generative Artificial Intelligence telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang desain, termasuk arsitektur. Teknologi ini menawarkan kemampuan untuk menghasilkan berbagai alternatif desain secara cepat, adaptif, dan berbasis data, sehingga berpotensi meningkatkan efisiensi proses perancangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi Generative AI dalam proses perancangan arsitektur tropis serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang muncul dalam penerapannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah, buku, dan publikasi akademik yang relevan mengenai Generative AI dan arsitektur tropis. Hasil kajian menunjukkan bahwa Generative AI mampu mendukung eksplorasi desain yang lebih luas, mempercepat proses konseptualisasi, mengoptimalkan performa bangunan berdasarkan parameter lingkungan, serta membantu pengambilan keputusan desain yang lebih responsif terhadap kondisi iklim tropis. Selain itu, teknologi ini berkontribusi dalam pengembangan desain yang lebih berkelanjutan melalui simulasi dan evaluasi berbagai alternatif rancangan sejak tahap awal. Namun demikian, penerapan Generative AI juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan kualitas data, risiko homogenisasi desain, isu etika terkait hak cipta, serta pentingnya peran arsitek dalam melakukan interpretasi dan validasi hasil yang dihasilkan oleh sistem kecerdasan buatan. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dalam memahami potensi pemanfaatan Generative AI untuk mewujudkan desain arsitektur tropis yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.
INTEGRATING THE HEXA HELIX MODEL, ECOTOURISM, AND LOCAL WISDOM FOR SUSTAINABLE TOURISM A LITERATURE REVIEW Wayan Ardani; Anak Agung Elik Astari; Ni Luh Ketut Ayu Sudha Sucandrawati; I Kadek Donny Wishanesta; I Made Agus Mahendra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/j4ze6710

Abstract

Sustainable tourism is a strategic approach to address the challenges of environmental degradation, cultural preservation, and empowering local communities. This study aims to examine the role of the Hexa Helix collaborative model, local wisdom, and ecotourism in supporting sustainable tourism development.  This model is hindered by the absence of comprehensive frameworks, characterized by disjointed research across disciplines and limited long-term impact evaluations. Common issues include inadequate stakeholder coordination, resource constraints, insufficient community preparedness, and insufficiently examined cultural-ecological linkages. Literature reviews synthesize fragmented studies on Hexa Helix, local wisdom, and ecotourism to identify gaps such as coordination barriers and the necessity for theoretical advancement. They enable holistic frameworks for directing policy for tourism sustainable development. The study was conducted through a Systematic Literature Review (SLR) of scientific journals, policy reports, and case studies between 2015 and 2025 search through google scholar. The selection of the 50 most related to the variables of research was acquired to provide a more accurate analysis. This study revealed that the success of sustainable tourism is greatly influenced by the collaboration of Hexa Helix actors integrated with the principles of local wisdom and ecotourism, especially in destination management, strengthening local capacity, and digital-based promotion and environmental ethics. Local wisdom serves as a foundation for cultural values and identity that enrich destination narratives, increase local community involvement, and maintain environmental sustainability and cultural heritage. This study can be as reference that the integrative model of Hexa Helix, local wisdom, and ecotourism as a transformative strategy in developing inclusive, adaptive, and sustainable Indonesian tourism.