sarwinda intan putri
Universitas Halu Oleo

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KOMPOSISI DAN STRUKTUR VEGETASI HUTAN MANGROVE DI KELURAHAN TAMPO KECAMATAN NAPABALANO KABUPATEN MUNA abdul sakti; Sahindomi Bana; Nurhayati Hadjar; La de Ahmaliun; Arniawati arniawati; sarwinda intan putri
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify the composition and structure of mangrove vegetation and measure species diversity in Tampo Village, Napabalano District, Muna Regency, Southeast Sulawesi. Data collection was carried out by the plotted line method, using transects from the sea to the mainland. The parameters analyzed included density, frequency, and dominance which were then used to calculate the Important Value Index (INP) and the Shannon-Wiener Diversity Index (H'). The results showed species diversity at varying growth rates, from low to moderate, with the type Avicennia sp. show significant dominance. The H' diversity value ranged from 0.60 to 2.02, indicating that the habitat was in a stable condition without major constraints. The tree's life tier has good ecosystem resilience, allowing for quick recovery after disturbances. Species dominance Avicennia sp. indicates strong adaptability and competitiveness in the local environment, which plays an important role in ecosystem stability. These findings highlight the importance of sustainable management of mangrove ecosystems to protect biodiversity and coastal ecosystems in the region
A ANALISIS POTENSI GETAH PINUS (Pinus merkusii) BERDASARKAN DIAMETER BATANG TANAMAN DI KEBUN RAYA KENDARI: Analysis Of The Potential Of Pine Suction (Pinus Merkusii) Based On Plant Stick Diameter In The Kendari Botanical Garden Satya Agustina Laksananny; zakiah uslinawaty; Eka Rahmatia; sarwinda intan putri; Dewi Fitriani; Alamsyah Flamin
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi tanaman pinus (Pinus merkusii), berdasarkan atas diameter batang tanaman pinus. Kawasan hutan di Sulawesi Tenggara juga memiliki beberapa lahan hutan pinus, salah satunya adalah kawasan hutan di Kebun Raya Kendari, Kecamatan Poasia. Metode penelitian yang diterapkan adalah metode purposive, dengan pertimbangan tanaman pinus dengan kelas diameter yang telah ditetapkan. Perlakuan untuk diameter batang terdiri dari 3 (tiga) kelas, yaitu : a. Kelas Diameter I : >10 – 20 cm; b. Kelas Diameter II : >20 – 30 cm; c. Kelas Diameter III : >30 – 40 cm. Pengambilan sampel pohon menggunakan purpossive sampling agar pengambilan sampel pohon lebih representatif (Audina et al., 2020 dalam Anhar dan Sanjaya 2023). Analisis data menggunakan analisis regresi linear, dimana dapat terlihat bagaimana pengaruh diameter batang tanaman pinus dengan produksi getah pinus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diameter batang tidak mempengaruhi produksi getah pinus, hal ini dikarenakan adanya beberapa faktor eksternal dan faktor internal.
PERAN MODAL SOSIAL DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN (HKm): STUDI KASUS MASYARAKAT DESA ULUSENA, KECAMATAN MORAMO, KABUPATEN KONAWE SELATAN La De Ahmaliun; Nur Arafah; Sarwinda Intan Putri; Dewi Fitriani; Andi Jumhana
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran modal sosial dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan di Desa Ulusena, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan. Modal sosial, yang terdiri dari kepercayaan, jaringan sosial, dan hubungan timbal balik, diyakini memiliki peran krusial dalam mendukung keberlanjutan pengelolaan hutan secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan penyebaran kuesioner kepada 33 responden yang merupakan anggota Kelompok Tani Hutan di Desa Ulusena. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan skala Likert untuk mengukur persepsi responden terhadap elemen-elemen modal sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan antar anggota kelompok, jaringan sosial yang terbentuk, dan hubungan timbal balik memiliki pengaruh positif terhadap efektivitas pengelolaan Hutan Kemasyarakatan di Desa Ulusena. Modal sosial yang meliputi kepercayaan, jaringan sosial dan hubungan timbal balik menunjukkan bahwa modal sosial yang dimiliki oleh masyarakat Desa Ulusena dalam pengelolaan HKm dikategorikan baik. Implikasi dari temuan ini adalah pentingnya memperkuat modal sosial untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan, serta mendorong program-program pemberdayaan yang berfokus pada pengembangan kapasitas sosial dan kelembagaan lokal.
VARIASI ARAH RADIAL STRUKTUR ANATOMI KAYU CEMARA (Casuarina junghuhniana Miq.) ASAL TORAJA UTARA: (Radial Variation of Wood Anatomical Structure in Casuarina junghuhniana Miq. from North Toraja) Abigael Kabe; Nurhayati Hadjar; Niken Pujirahayu; Zakiah Uslinawaty; Nurnaningsih Hamzah; Sarwinda Intan Putri; Sahindomi Bana; Emilia Cantesya Patiara; LM Raya Akbar
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Volume 6 no 2 tahun 2025
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65078/jc.v6i2.175

Abstract

Kayu cemara gunung (Casuarina junghuhniana Miq.), dalam bahasa lokal Toraja disebut kayu buangin merupakan salah satu jenis kayu lokal yang digunakan dalam pembuatan rumah adat di Toraja (tongkonan). Penelitian dan informasi terhadap sifat anatomi kayu sebagai komponen rumah adat masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi struktur anatomi kayu cemara gunung dari arah empulur ke bagian dekat kulit. Parameter makroskopis dan mikroskopis kayu dianalisis sesuai dengan standar masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan secara makroskopis kayu gubal berwarna coklat dan kayu teras berwarna coklat tua, lingkaran tahun tidak begitu jelas, bertekstur kasar, arah serat sedikit miring. Permukaan kayu agak mengkilap, memiliki aroma yang khas. Kayu keras dan tergolong sulit dikerjakan. Tipe pori soliter dengan diameter kecil yang meningkat dari empulur ke bagian kulit. Kayu dekat empulur terdapat tilosis. Jari-jari uniseri nampak jelas pada bidang melintang berukuran besar dan kecil. Panjang serat rata-rata termasuk kategori sedang (kelas III), serat agak miring. Berdasarkan nilai rata-rata parameter turunan dimensi serat maka kayu cemara gunung termasuk kelas mutu serat III.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA TANI LEBAH TANPA SENGAT TRIGONA sp. DI DESA LALOPISI KECAMATAN MELUHU KABUPATEN KONAWE Sarwinda Intan Putri; Rosmarlinasiah; Zakiah Uslinawaty; Niken Pujirahayu; Satya Agustina Laksannany; Abigael Kabe; Miselin Ratu
Jurnal Celebica : Jurnal Kehutanan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Celebica Jurnal Kehutanan Indonesia
Publisher : Jurusan Kehutanan -FHIL-UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the income from stingless bee farming (Trigona sp.) in Lalopisi Village, Meluhu District, Konawe Regency. Data were collected through interviews with nine beekeepers involved in the honey farming business. The methodology includes field observations and quantitative analysis to calculate production costs, revenue, and annual income from honey harvesting. The results indicate that the majority of beekeepers are in their productive years (30-45 years old), with most having completed education up to junior high school level. The average annual production cost per beekeeper is IDR 6,125,000, with operational and equipment costs being the largest components. The annual revenue varies significantly among the beekeepers, with total revenue reaching IDR 38,580,000, but the average net income is only about IDR 3,606,111 per year per beekeeper. The study finds that honey production volume and managerial skills play a major role in determining income levels. Although the business shows promising potential, external factors such as climate change and bee colony health are major challenges. These findings imply that to improve beekeepers' income, more training and broader market access are essential. The sustainability of bee farming depends heavily on better management and supportive policies