Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KINERJA PEGAWAI DALAM PEMBUATAN SURAT PERINTAH TUGAS PADA SATUAN RESERSE KRIMINAL UMUM KANTOR KEPOLISIAN RESOR MOROWALI Nora Ariani; Sarlian
Strategic: Journal of Management Sciences Vol. 5 No. 2 (2025): Strategic Journal of Management Science
Publisher : Program Studi Magister Ilmu Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37403/strategic.v5i2.340

Abstract

This study aims to analyze the performance of employees in the preparation of the Task Order Letter (SPT) at the General Criminal Investigation Unit (Satreskrim) of the Morowali Police Resort, focusing on three performance dimensions: responsiveness, responsibility, and accountability. The study employs a qualitative approach with data collection techniques including in-depth interviews, observation, and document studies involving employees of Satreskrim Polres Morowali. The findings indicate that employee performance in terms of responsiveness is generally good, although there are coordination issues between units that cause delays and document revisions. In terms of responsibility and accountability, administrative errors were found, highlighting the need for improved attention to detail, oversight, and the more optimal use of information technology. The study concludes that measures such as optimizing digital systems, enhancing employee training, and improving supervision mechanisms are essential to increase efficiency and accountability in the preparation of SPT at Satreskrim Polres Morowali.
EVALUASI SENTRA PELAYANAN KEPOLISIAN TERPADU PADA LAPORAN MASYARAKAT DI POLSEK RIO PAKAVA KABUPATEN DONGGALA SULAWESI TENGAH Reflizal Herianda; Timudin DG Mangera Bauwo; Nora Ariani
PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy Vol. 1 No. 1 (2025): PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy
Publisher : PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai bagian dari fungsi pemerintahan negara memiliki tugas untuk menjaga ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu bentuk layanan Polri adalah pelayanan administratif melalui unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Kecamatan Rio Pakava di Kabupaten Donggala merupakan salah satu wilayah yang menyelenggarakan layanan SPKT. Keberhasilan organisasi publik yang bergerak di bidang jasa sangat bergantung pada kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pelayanan SPKT Polsek Rio Pakava. Metode yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan fokus pada lima dimensi kualitas pelayanan, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja SPKT Polsek Rio Pakava secara umum sudah baik dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Namun demikian, terdapat hambatan berupa keterbatasan sarana dan prasarana yang perlu mendapatkan perhatian untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan.
KINERJA APARAT KEPOLISIAN DALAM PENEGAKKAN HUKUM PERTAMBANGAN TANPA IZIN PADA WILAYAH HUKUM KANTOR KEPOLISIAN RESOR MOROWALI Suprianto Suprianto; Juemi Juemi; Nora Ariani; Rizmala Nadiah Borahima
PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy Vol. 1 No. 2 (2026): PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy
Publisher : PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja aparat kepolisian dalam penegakan hukum terhadap pertambangan tanpa izin di wilayah hukum Polres Morowali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara sebagai teknik pengumpulan data utama. Informan dalam penelitian ini terdiri atas Kapolres Morowali, anggota kepolisian, serta masyarakat yang berada di sekitar wilayah pertambangan ilegal. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mengelompokkan temuan berdasarkan indikator kualitas kerja, kuantitas kerja, dan pelaksanaan tugas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek kualitas kerja, aparat kepolisian telah melaksanakan tugas sesuai dengan standar operasional prosedur, melakukan pengumpulan bukti secara sistematis, serta menjalin koordinasi dengan instansi terkait. Dari aspek kuantitas kerja, aparat kepolisian dinilai cukup aktif dalam melakukan operasi penindakan, patroli rutin, serta merespons laporan masyarakat terkait aktivitas pertambangan ilegal. Namun, dari aspek pelaksanaan tugas, masih ditemukan berbagai kendala, seperti kesulitan menindak pelaku utama, dugaan keterlibatan oknum, serta kebocoran informasi yang menyebabkan penindakan belum memberikan efek jera secara maksimal. Oleh karena itu, meskipun kinerja aparat kepolisian menunjukkan hasil yang cukup baik, peningkatan efektivitas penegakan hukum masih diperlukan agar pertambangan ilegal dapat ditangani secara lebih optimal dan berkelanjutan.
PENDAMPINGAN KELEMBAGAAN BADAN USAHA MILIK DESA DALAM MENINGKATKAN PROGRAM USAHA DESA LAMBARA KECAMATAN TANAMBULAVA KABUPATEN SIGI Juemi Juemi; Asnawar Asnawar; Nora Ariani; Nurnaila Nurnaila; Putri Amanda
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2025): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Desa Lambara, Kecamatan Tanambulava, Kabupaten Sigi, memiliki potensi di sektor pertanian dan perkebunan, namun kapasitas pengelolaan BUMDes masih terbatas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kelembagaan dan manajemen BUMDes melalui pendampingan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi tiga tahapan, yaitu: (1) penguatan kelembagaan, (2) penyusunan dokumen tata kelola, struktur organisasi, tugas pokok dan fungsi, serta SOP, dan (3) praktik serta evaluasi untuk menilai hasil pendampingan. Peserta kegiatan adalah pengurus BUMDes dan aparat Desa Lambara, dengan pemateri dari kalangan akademisi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta terkait tata kelola kelembagaan dan manajemen BUMDes. Antusiasme peserta menjadi indikator positif bahwa pendampingan ini dapat mendorong pengelolaan BUMDes yang lebih profesional, akuntabel, dan berkelanjutan, sehingga diharapkan mampu memperkuat perekonomian Desa Lambara.
PENDAMPINGAN KELEMBAGAAN DALAM UPAYA PENURUNAN STUNTING DI DESA PORAME KECAMATAN KINOVARO KABUPATEN SIGI Nora Ariani; Juemi Juemi; Afdal Afdal; Rizmala Nadiah Borahima; Hijra Yanti
LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2026): LEMBAH: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Panca Marga Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan di berbagai wilayah, termasuk di Desa Porame, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi. Rendahnya pengetahuan masyarakat terkait gizi, pola asuh, serta keterbatasan peran kelembagaan desa dalam upaya pencegahan stunting menjadi faktor yang memperparah kondisi tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas kelembagaan desa dalam mendukung penurunan angka stunting melalui pendekatan edukasi dan pendampingan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi, edukasi gizi, serta pendampingan kepada masyarakat dan perangkat desa yang melibatkan kader kesehatan dan mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, serta pemberian informasi terkait pentingnya gizi seimbang dan pencegahan stunting sejak 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terkait penyebab dan dampak stunting, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya peran keluarga dan kelembagaan desa dalam pencegahan stunting. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program pemberian makanan tambahan dan upaya kesehatan berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi positif dalam memperkuat kapasitas masyarakat dan kelembagaan desa dalam upaya penurunan stunting. Oleh karena itu, diperlukan keberlanjutan program melalui sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat.