Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Bibliometric Analysis and Prisma: Sustainable Consumption in Economics Arkanudin Rizki Permono; Muhammad Imam Wicaksono; Aris Hanafiah
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7649

Abstract

able consumption has become a strategic issue in economic research due to the increasing urgency of environmental crises, climate change, and shifts in consumer behavior toward more responsible consumption patterns. These complex challenges highlight the need for a comprehensive scientific mapping to understand research trends, allocation patterns, and conceptual developments in this field. This study aims to examine research trends, allocation patterns, and implications related to sustainable consumption in economics in order to identify future research directions and strengthen theoretical contributions. The study applies a Systematic Literature Review (SLR) approach based on the PRISMA framework to systematically identify and select relevant studies. A total of 174 articles indexed in the Scopus database were analyzed. Bibliometric analysis was conducted using VOSviewer to map global academic collaboration networks, research clusters, and thematic developments. The findings indicate that sustainable consumption continues to hold strong research significance and future relevance, driven by the urgency of environmental crises and evolving consumer behavior. The global academic collaboration map is dominated by European countries, with a primary focus on developing quantitatively measurable evaluation models. The literature also emphasizes the need for standardizing comprehensive evaluation metrics, such as Life Cycle Assessment (LCA) and Material Flow Analysis (MFA). Theoretically, future research should prioritize the standardization and integration of evaluation metrics to strengthen the validity and comparability of sustainable consumption measurements. Practically, the implementation of a circular economy system requires technological innovation and cross-sector collaboration to bridge the gap between consumer attitudes and actual sustainable consumption behavior
Pendampingan dan Participatory Action Research (PAR): Konteks Sistem Informasi Manajemen (SIM), Harga Pangan dan Kepercayaan Publik Saida Zainurossalamia ZA; Irwansyah Irwansyah; Rahmawati Rahmawati; Dedy Darmawan; Dio Caisar Darma; Arkanudin Rizki Permono; Chandika Mahendra Widaryo; Febriana Khoirun Nisa
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 5 No 5 (2025): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v5i5.1261

Abstract

Satu diantara keberhasilan pembangunan dapat dilihat dari kestabilan harga pangan. Untuk mendorong hal tersebut, dibutuhkan akses informasi yang akurat, sehingga berbagai kalangan dapat mengakses lebih mudah. Dengan kata lain, melalui penyediaan Sistem Informasi Manajemen (SIM), pemerintah dapat memperoleh kepercayaan publik dengan pengaturan harga komoditas pangan secara terukur. Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan wawasan seputar urgensi dari SIM dalam harga pangan dan meningkatkan kepercayaan publik di Kota Samarinda. Pendekatan pendampingan dan Participatory Action Research (PAR) diterapkan dalam PKM. Pertama, proses pendampingan dilakukan melalui sosialisasi dan diskusi terbuka. Kedua, PAR difokuskan untuk mengevaluasi luaran PKM. PAR juga menilai kinerja layanan pemerintah dalam penyediaan akses informasi seperti harga pangan yang dapat memengaruhi kepercayaan publik. Secara khusus, PAR didesain menggunakan regresi moderasi untuk mengolah data yang telah terkumpul berdasarkan wawancara. Untuk menyelidiki kebermanfaat SIM yang dikembangkan, para pelaksana mengajukan beberapa pertanyaan dalam kuesioner dan disebarkan kepada 250 responden mencakup: (1) masyarakat, (2) pedagang pasar, dan (3) praktisi. PKM diselenggarakan pada Juni sampai dengan Agustus 2025. Hasil PKM menyiratkan adanya dukungan positif dari stakeholders dalam memahami SIM sehubungan dengan berbagai harga pangan pokok dan perananya sangat berguna sebagai jembatan informasi yang terpercaya. Merujuk pada teknik PAR, SIM berdampak signifikan terhadap harga pangan dan kepercayaan publik. Harga pangan juga berpengaruh signifikan bagi kepercayaan publik. Lebih lanjut, SIM yang dimediasi oleh harga pangan berhubungan signifikan terhadap kepercayaan publik. Implikasi saat ini menggambarkan bahwa harga pangan yang ditentukan oleh SIM memaikan kunci vital yang krusial untuk menjaga kepercayaan publik.