Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Guru Abad 21 dalam Menerapkan Model Pembelajaran Sejarah Inovatif dan Berorientasi pada Student-Centred Ragil Pangestu; Aqilah Fakhriyati Auliya; Siti Nurbaya; Sani Safitri; Rani Oktapiani
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 6 No 1 (2026): Volume 6, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v6i1.2283

Abstract

Artikel ini mengkaji peran guru abad ke-21 dalam merancang kurikulum sejarah yang menempatkan siswa sebagai pusat proses pembelajaran. Fokus bahasan mencakup kemampuan guru merancang strategi aktif, kolaboratif, dan berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan literasi historis masa kini. Analisis menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran sejarah bergantung pada kreativitas guru dalam memfasilitasi eksplorasi sumber, aktivitas analitis, serta pemecahan masalah kontekstual. Artikel ini menegaskan bahwa transformasi peran guru dan penguatan kompetensi pedagogis merupakan prasyarat penting untuk mewujudkan pembelajaran sejarah yang inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Peran Guru Abad 21 dalam Menerapkan Model Pembelajaran Sejarah Inovatif dan Berorientasi pada Student-Centred Ragil Pangestu; Aqilah Fakhriyati Auliya; Siti Nurbaya; Sani Safitri; Rani Oktapiani
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026): Volume 6, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v6i1.2283

Abstract

Artikel ini mengkaji peran guru abad ke-21 dalam merancang kurikulum sejarah yang menempatkan siswa sebagai pusat proses pembelajaran. Fokus bahasan mencakup kemampuan guru merancang strategi aktif, kolaboratif, dan berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan literasi historis masa kini. Analisis menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran sejarah bergantung pada kreativitas guru dalam memfasilitasi eksplorasi sumber, aktivitas analitis, serta pemecahan masalah kontekstual. Artikel ini menegaskan bahwa transformasi peran guru dan penguatan kompetensi pedagogis merupakan prasyarat penting untuk mewujudkan pembelajaran sejarah yang inovatif, partisipatif, dan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI  MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN SISWA DALAM PELAJARAN SEJARAH Siti Nurbaya; Mahlaini Azizah Harahap; Mgs Hasrul Haris; Syarifuddin Syarifuddin; Rani Oktapiani
ADIDAYA : Aplikasi Pendidikan dan Sosial Budaya Vol 3 No 1 (2026)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/hd9yb647

Abstract

In the era of Society 5.0, history education faces a major challenge in the form of the stigma that it is a boring subject that focuses too much on memorization. This has an impact on low student engagement, both behaviorally, emotionally, and cognitively. In fact, 21st-century education requires a paradigm shift from teacher-centered learning to student-centered learning in order to develop critical thinking skills and historical awareness. Using library research methods through a qualitative approach, this study synthesizes four main models: Project-Based Learning, Problem-Based Learning, Gamification, and Inquiry-Based Learning. The results of the analysis show that PjBL is effective in building authentic experiences through concrete products, PBL hones analytical skills on historical issues, Gamification increases extrinsic motivation through game elements, and Inquiry encourages research independence. Although these models are significantly capable of activating students' behavioral, emotional, and cognitive participation, their implementation still faces challenges in the form of digital infrastructure gaps and limited teacher competencies. This study concludes that the adaptive combination of various innovative models is the key to transforming static historical narratives into relevant and collaborative learning processes for the 21st century generation