Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : bit-tech

Penerapan Sifat Dasar Manusia dalam SPK dengan Metode MBTI Sebagai Acuan Komunikasi Kesan Pertama Dani Dani; Reza Saputra
bit-Tech Vol. 7 No. 3 (2025): bit-Tech
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/bt.v7i3.2248

Abstract

Penelitian ini mengembangkan sistem berbasis Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) untuk membantu individu memahami sifat dasar kepribadian mereka dan menciptakan komunikasi kesan pertama yang efektif. Sistem ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk mengidentifikasi tipe kepribadian pengguna dan memberikan rekomendasi komunikasi yang relevan dan personal. Dengan demikian, sistem ini dapat membantu pengguna memahami diri mereka sendiri dan meningkatkan kemampuan komunikasi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini memiliki tingkat akurasi 75% dalam mengidentifikasi tipe kepribadian pengguna. Selain itu, responden memberikan tingkat kepuasan rata-rata 4,4 dari skala 5,0 terhadap pengalaman penggunaan sistem ini. Sistem ini juga membantu pengguna memanfaatkan sifat dasar mereka untuk meningkatkan potensi komunikasi, pengambilan sikap, serta strategi interaksi yang lebih baik. Dengan demikian, sistem ini dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi individu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode MBTI dapat memberikan manfaat signifikan dalam mendukung komunikasi interpersonal yang lebih efektif dan bermakna. Sistem ini memiliki potensi besar untuk diterapkan secara luas di berbagai bidang, seperti rekrutmen, pendidikan, dan pelatihan interpersonal. Pengembangan lebih lanjut dapat mencakup integrasi teknologi canggih untuk meningkatkan akurasi dan personalisasi sistem guna mendukung kebutuhan komunikasi di era digital. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi kontribusi yang signifikan dalam pengembangan sistem komunikasi yang lebih efektif dan personal.
Student Violation Point Information System Using The Web-Based Waterfall Method Dani Dani; Reza Saputra; A Nurul Anwar
bit-Tech Vol. 8 No. 2 (2025): bit-Tech
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/bt.v8i2.3372

Abstract

Juvenile delinquency remains a growing concern in school environments, where ineffective manual documentation often slows disciplinary decision-making and delays communication with parents. This study aims to design and develop a web-based student violation information system that integrates WhatsApp notifications to support real-time parental engagement. Using the Waterfall methodology, the system was built with PHP and MySQL and evaluated in a school setting involving administrators, teachers, and parents as primary users. The analysis stage identified recurring inefficiencies in existing disciplinary workflows, including incomplete records and an average communication delay of two to three days between violation occurrence and parental notification. The developed system streamlines these processes by enabling structured data entry, automated point calculation, and instantaneous message delivery. Functional testing across twelve core features showed 100% alignment between expected and actual outputs, while user feedback from initial deployment indicated faster access to violation records and improved traceability of student behavior. Preliminary observations also suggested a reduction in documentation time, from approximately five minutes per case to under two minutes. These findings demonstrate the system’s potential to enhance accuracy, accelerate information flow, and strengthen disciplinary governance within schools. The implications highlight the value of integrating real-time communication technologies into school information systems to support timely intervention and increased parental involvement. Overall, this study provides an empirically grounded model that can be adapted by educational institutions seeking more transparent, efficient, and accountable mechanisms for managing student violations.