p-Index From 2021 - 2026
0.961
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Ibtidau Niamilah
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Hubungan Konsumsi Protein Hewani Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Godean I Maria Cristy Ridua Don; Ibtidau Niamilah; Silvi Lailatul Mahfida
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.216

Abstract

Stunting didefinisikan sebagai terhambatnya pertumbuhan dan perkembangan yang disebabkan oleh kekurangan gizi, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi psikososial, yang ditandai oleh nilai Z-score indeks TB/U <-2 SD. Stunting dapat terdeteksi pada usia 24-59 bulan, akibat dari kekurangan gizi Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir. Mengetahui hubungan antara konsumsi protein hewani dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Godean 1. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data konsumsi protein hewani dalam penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2025. Pada penelitian ini, untuk mengukur konsumsi protein hewani menggunakan kuesioner SQ-FFQ pada anak usia 24-59 bulan. Lalu data status gizi diambil dari pengukuran di posyandu. jumlah responden sebanyak 107 anak menggunakan quota sampling. Mayoritas balita dengan konsumsi protein hewani yang tidak sesuai anjuran sebanyak 93 balita ( 86,92%). Persentase balita di wilayah Kerja Puskesmas Godean 1 dengan kejadian stunting 23 balita (21,50%) dan tidak stunting sebanyak 84 balita (78,50%). Tidak ada hubungan antara konsumsi protein hewani dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah Kerja Puskesmas Godean 1.
Hubungan Keterpaparan Iklan Makanan Junk Food Terhadap Status Gizi Siswa SMP Negeri 1 Godean Sleman Ina Istiqlal Yati Tokan; Ririn Wahyu Hidayati; Ibtidau Niamilah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.314

Abstract

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, obesitas pada remaja usia 13-15 tahun sebesar 41%. Masalah status gizi seperti obesitas pada remaja semakin meningkat yang dipengaruhi oleh konsumsi makanan tinggi kalori rendah nutrisi atau junk food. Paparan iklan yang mudah diakses melalui media sosial memicu peningkatan konsusmi makanan yang tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterpaparan iklan makanan junk food terhadap status gizi siswa/siswi SMP Negeri 1 Godean. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitic dengan desain cross sectional. Jumlah populasi adalah 382 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sehingga diperoleh jumlah responden 42 siswa. Data keterpaparan iklan makanan junk food diperoleh melalui pengisian kuesioner, data status gizi diperoleh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan kemudian dihitung menggunakan WHO Antroplus. Analisis data keterpaparan iklan terhadap status gizi menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara keterpaparan iklan makanan junk food terhadap status gizi dan niai korelasi negative atau tidak searah yang menggambarkan hubungan yang lemah (r = -0,1248; p = 0,4311). Sehingga disarankan untuk siswa/siswi agar dapat memilah iklan-iklan makanan yang dilihat dan tetap mempertahankan pola makan yang sehat saat ini.
Hubungan Asupan Makan Sumber Fe dan Konsumsi Tablet Tambah Darah Terhadap Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Pondok Pesantren Madania Yogyakarta Az Zahra Az Zahra; Ibtidau Niamilah; Khoirun Nisa Alfitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.341

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan suatu  keadaan dimana penurunan kadar hemoglobin (Hb), hematokrit, dan jumlah sel darah merah dibawah nilai normal. Dampak anemia yaitu menyebabkan mudah lelah, konsentrasi belajar menurun, daya tahan tubuh menurun sehingga tubuh dapat lebih mudah terkena infeksi. Remaja putri merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan asupan makan sumber Fe dan konsumsi tablet tambah darah terhadap kejadian anemia pada remaja putri Pondok Pesantren Madania di Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari santri putri Pondok Pesantren Madania Yogyakarta. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner SQ-FFQ selama 1 bulan terakhir untuk mengukur asupan makan sumber Fe pada remaja putri. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan analisis korelasi untuk menentukan hubungan antara asupan makan sumber Fe dan tablet tambah darah dengan kejadian anemia. Teknik pengambilan sampel yaitu random sampling dengan kriteria inklusi yaitu sudah mengalami menstruasi, tinggal di asrama, merupakan santri pondok pesantren Madania. Hasil: Angka anemia pada santri putri pondok pesantren Madania Yogyakarta adalah sebanyak (18,75%). Pola konsumsi makanan sumber Fe santri putri pondok pesantren Madania Yogyakarta sebagian besar adalah kurang yaitu sebanyak 62,50%. Pola konsumsi tablet tambah darah pada santri putri sebagian besar adalah masuk kategori tidak patuh sebanyak (54,17%). Kesimpulan: Hasil penelitian menggunakan uji Fisher Exact Test diperoleh p value sebesar 0,009 dan 0,002, menunjukan ada hubungan asupan makan sumber Fe dan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia pada remaja putri pondok pesantren Madania.
Pengaruh Edukasi Permainan Dadu Terhadap Tingkat Pengetahuan Label Kemasan Siswa Kelas VIII SMP N 3 Gamping Demida; Ibtidau Niamilah; Kurnia Mar’atus Solichah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.383

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan hasil analisis Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 prevalensi overweight 11,20% untuk usia 13-15 tahun, salah satu  pemicu overweight pada remaja adalah konsumsi jajan berlebihan. Pengetahuan yang baik dapat membantu remaja dalam memilih makanan atau jajanan yang sehat dan bergizi, sehingga dapat mencegah berbagai masalah kesehatan yang dapat mempengaruhi status gizi. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh permainan dadu terhadap pengetahuan label kemasan siswa kelas VIII SMP N 3 Gamping. Metode: penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain one group pretest-postest. Jumlah populasi pada sekolah SMP N 3 Gamping yaitu 573, teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling untuk menentukan kelas yang akan bermain, sehingga didapatkan kelas VIII E dengan jumlah sampel yang digunakan yaitu 24 siswa. Instrumen yang digunakan untuk menguji pengetahuan label kemasan siswa yaitu kuesioner pretest-postest dan menggunakan permainan dadu sambil menjawab kuesioner ketika bermain. Hasil: penelitian pada siswa setelah di uji menggunakan uji paired sample t-test didapatkan 0,0010 (p<0,05) yaitu terdapat pengaruh permainan dadu terhadap tingkat pengetahuan siswa. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa adanya peningkatan yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan siswa sebelum dan sesudah bermain permainan dadu.
Hubungan Antara Emotional Distress Dengan Perilaku Makan Pada Mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Nurhidayah Ardian Putri; Nor Eka Noviani; Ibtidau Niamilah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.417

Abstract

Mahasiswa sebagai kelompok usia dewasa awal rentan mengalami emotional distress, yaitu kondisi psikologis yang mencakup stres, kecemasan, dan depresi akibat tingginya tuntutan akademik dan sosial. Emotional distress dapat memengaruhi pola makan dan mendorong munculnya perilaku makan tidak sehat seperti emotional eating, restrained eating, dan external eating. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara emotional distress dengan perilaku makan pada mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 105 mahasiswa dipilih menggunakan kuota sampling. Instrumen pengukuran meliputi Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21) untuk emotional distress dan Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ) untuk perilaku makan. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square menggunakan tingkat signifikansi p<0,05. Mayoritas responden mengalami emotional distress tidak normal, khususnya kecemasan (97,14%). Perilaku makan kategori tinggi ditemukan pada emotional eating (76,19%), external eating (64,76%), dan restrained eating (64,76%). Terdapat hubungan signifikan antara stres dengan emotional eating, external eating, dan restrained eating; serta depresi dengan restrained eating. Penelitian ini menunjukkan bahwa emotional distress berhubungan dengan perilaku makan mahasiswa. Stres merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi emotional eating dan restrained eating, sedangkan kecemasan lebih terkait dengan external eating. Depresi cenderung memicu perilaku membatasi makan. Temuan ini menegaskan pentingnya intervensi kesehatan mental dan edukasi gizi dalam upaya mencegah dampak jangka panjang emotional distress terhadap perilaku makan mahasiswa.
Hubungan Asupan Protein Dan Tablet Tambah Darah Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMPN 12 Kota Yogyakarta Sri Nugraha Lestari; Ibtidau Niamilah; Siti Fadhilatun Nashriyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.429

Abstract

Latar Belakang: Anemia masih menjadi masalah kesehatan utama pada remaja putri. Menurut Data WHO 2022 prevalensi anemia global anemia pada wanita berusia 15–49 tahun adalah 29,9% pada tahun 2021. Sedangkan untuk data negara Indonesia sendiri, menyebutkan prevalensi anemia pada wanita berusia 15-49 tahun sebesar 31,2% menurut Buku Data Kesehatan DIY 2023 prevalensi anemia pada remaja putri memiliki angka anemia terbanyak ke dua dengan prevalensi 29,51%. Faktor risiko yang sering dikaitkan adalah rendahnya asupan protein dan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Remaja putri merupakan kelompok yang sangat rentan mengalami anemia karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan cepat yang membutuhkan energi serta zat gizi tinggi. Berbagai faktor memengaruhi kejadian anemia pada remaja, meliputi asupan zat gizi (protein, zat besi), kepatuhan konsumsi TTD, pola menstruasi, tingkat pengetahuan, hingga kondisi sosial ekonomi Tujuan: Mengetahui hubungan asupan protein dan konsumsi TTD dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 12 Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain cross sectional. Responden berjumlah 20 siswi yang dipilih menggunakan quota sampling. Data asupan protein dikumpulkan menggunakan SQ-FFQ dengan jangka waktu 1 tahun terakhir, kepatuhan konsumsi TTD melalui kuesioner, dan kadar hemoglobin diukur menggunakan Hb meter digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Fisher’s Exact Test. Hasil: Sebagian besar responden memiliki asupan protein kurang (81,25%) dan tidak patuh mengonsumsi TTD (93,75%). Prevalensi anemia sebesar 15% Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan kejadian anemia (p=1,000) maupun antara kepatuhan konsumsi TTD dengan kejadian anemia (p=0,088). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan protein maupun kepatuhan konsumsi TTD dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 12 Kota Yogyakarta.