Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Desain Antarmuka Rekam Medis Elektronik Berbasis Android Untuk Mendukung Kesiapsiagaan Bencana Di Puskesmas Berambai Kabupaten Barito Kuala Hastin Atas Asih; Soraya Soraya; Ahmad Rasyid R.R; Bella Mardya; Bagus Dwi Purwanto; Alvina Ahsana Nadilla
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.590

Abstract

Background: Indonesia is prone to natural disasters, such as floods that frequently hit Barito Kuala Regency. Fast and accurate access to medical record data is crucial in emergency response, yet conventional paper-based systems are vulnerable to damage and difficult to access. Android-based Electronic Medical Record (EMR) technology offers a potential solution to enhance disaster preparedness in primary health facilities such as Community Health Centers (Puskesmas). Objective: This study aims to design and evaluate user perceptions of the interface design for an Android-based EMR application designed to support disaster preparedness at Berambai Community Health Center, Barito Kuala Regency. Methods: The study used a descriptive quantitative method. A total of 26 health workers and employees of Berambai Community Health Center were respondents through a questionnaire adopted from previous research. Data were analyzed univariately to describe respondent characteristics and their perceptions of the proposed interface design. Results: The majority of respondents (92.3%) perceived the system positively in terms of ease of use during disaster simulation. About 92.4% agreed the system could be learned quickly, and 96.2% stated that disaster-related features (triage, evacuation history) were well integrated. However, 46.2% of respondents still perceived complexity under pressure, and 88.5% stated the need for initial learning or training before full operation. Conclusion: The Android-based EMR interface design is generally well received and considered potential to improve health data access in disaster situations. Successful implementation requires technical assistance, structured training, and continuous design refinement to ensure optimal usability in real emergency conditions.
Edukasi Kader Posyandu dan PKK Tentang Pemberian Makanan Pendamping Menggunakan Sayuran Lokal: Educating Posyandu and PKK Cadres on Complementary Feeding Using Locally Vegetables Bella Mardya; Muhammad Helmy Abdillah; Akhmad Raja Shaufi; Malisa Ariani; Raybian Nur; Budi Styawan
J.Abdimas: Community Health Vol. 7 No. 1 (2026): J.Abdimas: Community Health - Mei 2026
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/jach.v7n1.385

Abstract

Latar Belakang: Malnutrisi pada anak merupakan permasalahan global yang salah satunya dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan ibu mengenai pemenuhan gizi anak, termasuk dalam pengolahan makanan pendamping ASI berbasis pangan lokal. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu dalam mencegah malnutrisi pada anak melalui demonstrasi pengolahan MP-ASI berbahan dasar pangan lokal yang dikolaborasikan dengan sektor pertanian. Metode: Pendekatan yang dipilih dalam pengabdian masyarakat ini yaitu melalui model Participatory Rural Appraisal. Setelah menyusun rencana aksi, tindakan selanjutnya yakni memberdaya-gunakan aset masyarakat untuk kepentingan kegiatan ini. Pendekatan yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD) yang menitikberatkan pada pengelolaan aset mitra sasaran berupa penggunaan lahan pekarangan yang secara sukarela digunakan untuk kegiatan tanam-menanam. Tingkat pengetahuan ibu diukur menggunakan instrument pretest dan post-test yang dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai median serta rentang minimun-maksimum. Hasil dari kegiatan pertanian kemudian diolah menjadi MP-ASI. Proses pembuatan MP-ASI ini disampaikan pada kegiatan demonstrasi pembuatan MP-ASI yang tepat dan adekuat untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Pengetahuan ibu mengenai MP-ASI diukur menggunakan kuesioner untuk menganalisis pengetahuan ibu sebelum dan sesudah demonstrasi dilakukan. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu, ditunjukkan oleh nilai median pretest sebesar 15 (12–21) yang meningkat menjadi median post-test sebesar 17 (14–23). Kesimpulan: Kesimpulan yang diperoleh dari pengabdian masyarakat ini yaitu terdapat perubahan median skor pengetahuan ibu tentang pemenuhan nutrisi yang tepat untuk anak. Pemanfaatan metode edukasi gizi dengan metode demonstrasi ini dapat menjadi salah satu pilihan dalam inovasi edukasi gizi kepada masyarakat berbasis pangan lokal.