Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Siklus Menstruasi pada Wanita Premenopouse di Daerah Aliran Sungai Kahayan RT 01 Keluarahan Pahandut Sebrang Kota Palangka Raya: Relationship Between Anxiety Levels and the Mentrual Cycle in Premenopausal Women in the Kahayan River Basin RT 01 Pahandut Seberang Village Plaangka Raya City Stefanicia Stefanicia; Indriani Indriani; Dessy Hertati; Vita Natalia
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v12i1.11132

Abstract

Latar Belakang: Premenopause merupakan sebuah proses yang alamiah dan pasti di dalam kehidupan seorang perempuan. Selain gangguan siklus haid memang menimbulkan gejala-gejala dan keluhan disertai perubahan secara fisik dan psikis. Tujuan: Mengetahui Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Siklus Menstruasi Pada Wanita Premenopouse Di Daerah Aliran Sungai Kahayan  RT 01 Kelurahan Pahandut Seberang Kota Palangka Raya. Metode: Jenis penelitian ini adalah Analitik Korelasi, artinya setelah menggambarkan secara keseluruhan kemudian dilakukan analisa dengan pendekatan “Cross Sectional” dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time approach). Hasil: Dari analisis data menggunakan uji asosiasi koefisien kontingensi dengan  taraf signifikansi (α) 0,05 atau tingkat kepercayaan 95%, didapatkan nilai p=  0,010 (Ho ditolak nilai sig <0,05) berarti  ada hubungan signifikan antara tingkat  kecemasan dengan siklus menstruasi dan nilai Koefisien Kontingensi= 0,308  korelasi lemah tapi pasti artinya semakin  tinggi tingkat kecemasan maka semakin tinggi gangguan siklus menstruasi Wanita Premenopouse
Pengalaman Menyusui Pada Ibu Usia Remaja Di Wilayah Pesisir Tarakan Kalimantan Utara: Studi Kualitatif Eksploratif Reza Bintangdari Johan; Mufdlilah Mufdlilah; Rizka Dita Hidayati; Teresia Suminta Rotua Situmorang; Nur Indah Noviyanti; Dessy Hertati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.628

Abstract

Setiap anak berhak mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan tanpa tambahan makanan atau minuman apapun. Cakupan ASI eksklusif di Kalimantan Utara cukup rendah belum mencapai target program nasional tahun 2024. Ini karena hambatan dan masalah masih menghalangi ibu, terutama ibu remaja untuk menyusui, yang dapat mempengaruhi pola pikirnya. Menyusui memberikan berbagai manfaat bagi ibu dan bayi. Dengan mengekplorasi pengalaman menyusui ibu usia remaja dapat membantu meningkatkan praktik pemberian ASI eksklusif. Penelitian kualitatif eksploratif yang dilakukan pada enam ibu usia remaja di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam berdasarkan pedoman wawancara dan analisis data yang dilakukan. Tiga tema utama yang ditemukan yaitu pengambilan keputusan dalam pemberian ASI eksklusif, hambatan dan tantangan dalam menyusui, dan ketidaknyamanan posisi menyusui. Namun, hanya ada dua ibu usia remaja yang berhasil ASI eksklusif. Hampir semua ibu usia remaja belum memahami dengan baik praktik pemberian ASI eksklusif, kurangnya dukungan dari pasangan, keluarga, belum dapat mengambil keputusan sendiri karena masih bergantung dengan orang tua, timbulnya hambatan menyusui dari faktor fisik dan psikologis, serta masih kesulitan memulai untuk menyusui pertama kali. Pendidikan kesehatan dan konseling menyusui dapat menjadi suatu intervensi bagi ibu menyusui usia remaja sehingga memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik. Selain itu, dukungan dari pasangan, keluarga, dan tenaga kesehatan sangat penting untuk mensukseskan keberhasilan ASI eksklusif. Adanya pemantauan pemberian ASI khususnya pada keberlanjutan pemberian ASI eksklusif.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Ruptur Perineum Pada Persalinan Normal Di Daerah Aliran Sungai Kahayan UPTD Puskesmas Pahandut Rindi Antika; Dessy Hertati; Mujahadatuljannah Mujahadatuljannah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.643

Abstract

Latar Belakang: Dalam keadaan normal, kehamilan berlangsung tanpa hambatan hingga proses persalinan. Namun, pada sebagian kasus, kondisi fisiologis ini dapat berkembang menjadi kehamilan risiko tinggi, yaitu keadaan di mana terdapat satu atau lebih faktor yang dapat mengancam keselamatan ibu maupun janin  Menurut World Health Organization, sekitar 15–20% wanita hamil di dunia tergolong dalam kategori kehamilan risiko tinggi yang berisiko mengalami komplikasi obstetrik serius, seperti ruptur uteri, perdarahan, dan preeklamsia Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Tentang Kehamilan Risiko Tinggi di Daerah Aliran Sungai Kahayan UPTD Puskesmas Pahandut Metode: Desain penelitian yang digunakan preeksperimental dengan rancangan one group pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang berkunjung ke UPTD Puskesmas Pahandut pada bulan Oktober dengan jumlah sampel sebanyak 40 sampel. Teknik pengambilan sampling yang digunakan Adalah accidental sampling. Instrument pengumpulan data pada penelitian ini Adalah kuisioner dan data di anasilis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan intervensi pendidikan kesehatan (p = 0,000 < α = 0,05). Selain itu, terdapat pula perbedaan sikap ibu yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,000 < α = 0,05). Kesimpulan: Intervensi pendidikan kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap ibu.