Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Implementasi SIMRS Terhadap Kecepatan Pelayanan dengan Pengetahuan dan Sikap Karyawan Sebagai Variabel Mediasi serta Perilaku Karyawan Sebagai Variabel Moderator di RS Hermina Samarinda Syamsul Rizal; A. Rohendi; Ign. Wiseto P. Agung; Purwadhi Purwadhi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.676

Abstract

Implementasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) berperan dalam integrasi alur pelayanan dan administrasi sehingga berpotensi mempercepat pelayanan, khususnya pada layanan rawat jalan yang sensitif terhadap waktu tunggu. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh implementasi SIMRS terhadap kecepatan pelayanan, dengan pengetahuan dan sikap karyawan sebagai variabel mediasi serta perilaku karyawan sebagai variabel moderator. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong lintang pada karyawan pengguna SIMRS di RS Hermina Samarinda, dengan jumlah responden layak analisis sebanyak 120 orang. Data implementasi SIMRS, pengetahuan, sikap, perilaku karyawan, dan persepsi kecepatan pelayanan dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan SPSS dengan pengujian mediasi, moderasi, dan moderated mediation melalui PROCESS macro (bootstrapping). Hasil menunjukkan implementasi SIMRS berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi kecepatan pelayanan (koefisien 0,468; p < 0,001). Pengetahuan dan sikap karyawan terbukti memediasi pengaruh implementasi SIMRS terhadap kecepatan pelayanan (efek tidak langsung melalui pengetahuan = 0,112; melalui sikap = 0,086; interval kepercayaan bootstrap tidak melintasi nol). Selain itu, perilaku karyawan memoderasi hubungan implementasi SIMRS dan kecepatan pelayanan (koefisien interaksi 0,158; p < 0,05), dengan pengaruh implementasi SIMRS lebih kuat pada tingkat perilaku kerja yang lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa optimalisasi SIMRS perlu disertai penguatan pengetahuan, pembentukan sikap positif, serta pengelolaan perilaku kerja agar percepatan pelayanan rawat jalan dapat tercapai secara konsisten
ANALISIS DAN STRATEGI PERBAIKAN MANAJEMEN LOGISTIK INSTALASI FARMASI DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI RS SAMARINDA MEDIKA CITRA Elsa Indah Suryani; Rian Andriani; Ign. Wiseto P. Agung
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 6 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/51rxh896

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kontribusi biaya farmasi terhadap total pengeluaran rumah sakit, serta munculnya permasalahan seperti keterlambatan distribusi, risiko kedaluwarsa obat, dan ketidaksesuaian stok di Instalasi Farmasi RS Samarinda Medika Citra. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi manajemen logistik pada instalasi farmasi serta merumuskan strategi perbaikan guna meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap tujuh informan kunci, meliputi pimpinan manajemen, kepala unit dan staf farmasi, serta didukung oleh hasil pengamatan dan telaah dokumen terkait. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi logistik meliputi perencanaan, penganggaran, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, distribusi, pemeliharaan, penghapusan, dan pengendalian telah berjalan, namun masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan sistem informasi, koordinasi antarunit yang belum optimal, dan pengendalian stok yang lemah. Strategi: Strategi perbaikan yang dirumuskan melalui pendekatan SWOT dan Business Model Canvas mencakup peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan SOP, digitalisasi sistem logistik, serta optimalisasi koordinasi lintas unit. Kesimpulan: Penerapan strategi berbasis SWOT dan Business Model Canvas dapat menjadi instrumen efektif untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi pemborosan, serta memperkuat profitabilitas rumah sakit.
Managerial Strategy of Dasan Lekong Community Health Center, East Lombok to Improve Utilization of Electronic Medical Records by Medical Personnel Rangga Kembang Taruna; Purwadhi Purwadhi; Ign. Wiseto P. Agung
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 1 (2026): Januari-Maret
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i1.11293

Abstract

The digital transformation in the healthcare sector encourages the implementation of Electronic Medical Records (EMR) to improve service quality and the efficiency of patient data management. However, the implementation of EMR at Dasan Lekong Community Health Center (Puskesmas) still faces various technical and managerial challenges. This study aims to identify problems, analyze causal factors, determine priority issues to be addressed, and formulate managerial strategies for EMR development. This research employs a qualitative descriptive method with a case study approach. Data were collected through interviews and direct observations involving eight participants directly engaged in EMR management. Data analysis was conducted using four analytical tools: the HOT-Fit Model to identify Human, Organization, and Technology factors; the Fishbone Diagram to determine root causes; the USG (Urgency, Seriousness, Growth) Method to prioritize issues; and SWOT Analysis to develop managerial strategies. The findings reveal that the main obstacles to EMR implementation include limited infrastructure (computers, servers, and network), frequent system errors or slowdowns, inadequate staff skills, and unclear standard operating procedures (SOPs) with insufficient managerial support. Based on the USG analysis, technology and infrastructure are identified as top priorities, followed by human resource competence enhancement and organizational policy improvement. Recommended strategies include upgrading technological facilities, conducting continuous training, establishing standardized SOPs, and strengthening leadership support.