Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGUATAN LITERASI KESEHATAN MELALUI MEDIA FILM DOKUMENTER PARTISIPATORI UNTUK ADVOKASI SANITASI LAYAK DI PEMUKIMAN PESISIR KOTA SURABAYA Nugrahardi Ramadhani; Didit Prasetyo Didit Prasetyo; Kartika Kusuma Wardani; Tedi Mursalat Farqo; Yosia Enggar Kurniawan; Imam Wahyudi Farid; Mochamad Hariadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nasional Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pemanas.v6i1.38496

Abstract

Sanitasi layak merupakan prasyarat utama kesehatan masyarakat dan bagian dari target Sustainable Development Goals (SDGs) poin 6, namun implementasinya di kawasan pesisir Surabaya masih menghadapi kesenjangan antara kebijakan dan praktik masyarakat, terutama pada pengelolaan sampah domestik dan limbah cair rumah tangga. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan melalui media film dokumenter partisipatori sebagai instrumen edukasi dan advokasi sanitasi berbasis komunitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan masyarakat pesisir dan pemangku kepentingan, serta participatory video making yang melibatkan warga secara aktif dalam proses produksi media. Kegiatan diseminasi dilakukan melalui screening film kepada sekitar 50–60 peserta yang terdiri dari kader lingkungan, karang taruna, dan perwakilan masyarakat wilayah Surabaya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap isu sanitasi pesisir, terutama terkait bahaya limbah domestik seperti popok sekali pakai yang berkontribusi hingga 31% pencemar sungai, serta meningkatnya partisipasi warga dalam diskusi dan praktik pengelolaan sampah rumah tangga pasca pemutaran film. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan triangulasi sumber melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi visual kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa media dokumenter partisipatori efektif sebagai instrumen komunikasi kesehatan lingkungan sekaligus alat advokasi kebijakan sanitasi berbasis komunitas di kawasan pesisir perkotaan.
EFEKTIVITAS VIDEO EXPLAINER MOTION GRAPHICS DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN JAJANAN BERBAHAYA UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Muhammad Siddiq Ar Rasyid Hamim; Sabar Sabar; Wisnu Wijaya; Yosia Enggar Kurniawan; Sayatman Sayatman
AMARASI: JURNAL DESAIN KOMUNIKASI VISUAL Vol 7 No 1 (2026): Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : Program Studi Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/amarasi.v7i1.6334

Abstract

Rendahnya literasi keamanan jajanan pada anak sekolah dasar menyebabkan ketidakmampuan dalam membedakan makanan yang aman dan beresiko bagi kesehatan. Anak usia 9–12 tahun cenderung memilih jajanan berdasarkan daya tarik visual seperti warna dan bentuk, sehingga rentan terhadap paparan zat kimia berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B, dan metanil yellow. Penelitian ini bertujuan untuk merancang serta menguji efektivitas media edukasi berupa video explainer motion graphics dalam meningkatkan pengetahuan siswa kelas 4-6 sekolah dasar mengenai bahaya jajanan yang mengandung zat kimia berbahaya. Perancangan video menerapkan prinsip Multimedia Learning agar penyampaian informasi bersifat sederhana, terstruktur, dan sesuai dengan kapasitas kognitif anak pada tahap operasional konkret. Metode penelitian menggunakan desain one-group pretest–posttest dengan melibatkan 10 siswa sekolah dasar yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi pada 30 sekolah dasar di Kota Surabaya, dan wawancara dengan Dinas Kesehatan Jawa Timur. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk mengetahui signifikansi peningkatan skor. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai dari 38,5 pada pre-test menjadi 87,5 pada post-test dengan nilai p-value sebesar 0,005 (p < 0,05), yang menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa video explainer motion graphics efektif sebagai media edukasi dalam meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai keamanan jajanan.
PENGUATAN LITERASI KESEHATAN MELALUI MEDIA FILM DOKUMENTER PARTISIPATORI UNTUK ADVOKASI SANITASI LAYAK DI PEMUKIMAN PESISIR KOTA SURABAYA Nugrahardi Ramadhani; Didit Prasetyo Didit Prasetyo; Kartika Kusuma Wardani; Tedi Mursalat Farqo; Yosia Enggar Kurniawan; Imam Wahyudi Farid; Mochamad Hariadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nasional Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pemanas.v6i1.38496

Abstract

Sanitasi layak merupakan prasyarat utama kesehatan masyarakat dan bagian dari target Sustainable Development Goals (SDGs) poin 6, namun implementasinya di kawasan pesisir Surabaya masih menghadapi kesenjangan antara kebijakan dan praktik masyarakat, terutama pada pengelolaan sampah domestik dan limbah cair rumah tangga. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan melalui media film dokumenter partisipatori sebagai instrumen edukasi dan advokasi sanitasi berbasis komunitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan masyarakat pesisir dan pemangku kepentingan, serta participatory video making yang melibatkan warga secara aktif dalam proses produksi media. Kegiatan diseminasi dilakukan melalui screening film kepada sekitar 50–60 peserta yang terdiri dari kader lingkungan, karang taruna, dan perwakilan masyarakat wilayah Surabaya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap isu sanitasi pesisir, terutama terkait bahaya limbah domestik seperti popok sekali pakai yang berkontribusi hingga 31% pencemar sungai, serta meningkatnya partisipasi warga dalam diskusi dan praktik pengelolaan sampah rumah tangga pasca pemutaran film. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan triangulasi sumber melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi visual kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa media dokumenter partisipatori efektif sebagai instrumen komunikasi kesehatan lingkungan sekaligus alat advokasi kebijakan sanitasi berbasis komunitas di kawasan pesisir perkotaan.
The Application of the EGD Design Process in Environmental Graphic Design for Pasar Baru Jakarta Laticia Ashila; Putri Dwitasari; Andita Wibyasti Sari Putri; Yosia Enggar Kurniawan
Judikatif: Jurnal Desain Komunikasi Kreatif Vol. 8 No. 1 (2026): June Issue
Publisher : fakultas Desain Komunikasi Visual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35134/judikatif.v8i1.294

Abstract

Pasar Baru Jakarta, a historic commercial district established during the Dutch colonial period, has been officially recognized as a Cultural Heritage Area by the Provincial Government of DKI Jakarta. Despite its significant historical value and multicultural identity, the district currently faces several challenges, including the absence of an integrated wayfinding system, inconsistent visual signage elements, and ineffective communication of its heritage identity to visitors. This study seeks to design an Environmental Graphic Design (EGD) system to support the revitalization program of Pasar Baru Jakarta. This study employs the EGD Design Process proposed by Calori and Vanden-Eynden, which comprises three stages: Pre-Design, Design, and Post-Design. Data collection methods included field observations, visitor interviews, in-depth stakeholder interviews, competitor and comparator studies and expert validation. The findings indicate that the existing EGD elements do not constitute a coherent system owing to the lack of orientation signage, limited interpretive signage, and inconsistent visual standards. Based on these findings, a design concept entitled “Faces of Passer Baroe” was developed, incorporating the heritage architecture, multicultural identity, and colonial visual character of the district into an integrated-signage system. The final outputs encompass identificational, directional, orientation, regulatory, interpretive, and placemaking signage systems, along with an implementation guideline book titled “Passer Baroe: Signage and Wayfinding System Guidelines.” Expert validation confirmed that the design was visually, materially, and technically suitable for implementation in an urban heritage district.