Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DISKURSUS GENDER DALAM ISLAM: LEGITIMASI KEPEMIMPINAN PEREMPUAN DALAM KAJIAN FIKIH DAN SOSIAL Latifah; Normuslim; Hamdanah; Euis Nurlaelawati
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i1.1687

Abstract

Isu kepemimpinan perempuan dalam Islam merupakan tema yang terus menjadi perdebatan dalam diskursus gender, terutama dalam kaitannya dengan interpretasi teks keagamaan dan realitas sosial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis legitimasi kepemimpinan perempuan dalam perspektif fikih dan sosial dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka. Data diperoleh dari literatur klasik, tafsir, serta jurnal ilmiah yang relevan dengan isu gender dan kepemimpinan dalam Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbedaan pandangan ulama mengenai kepemimpinan perempuan tidak semata-mata didasarkan pada teks normatif, tetapi juga dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya patriarkal. Dalam kajian fikih klasik, sebagian ulama membatasi kepemimpinan perempuan pada ranah domestik, sementara pemikir kontemporer memberikan ruang yang lebih luas berdasarkan prinsip keadilan dan maqāṣid al-syarī‘ah. Secara sosial, perubahan struktur masyarakat modern membuka peluang lebih besar bagi perempuan untuk berperan sebagai pemimpin di berbagai sektor. Oleh karena itu, reinterpretasi terhadap teks keagamaan menjadi penting untuk menghilangkan bias gender dan menciptakan kesetaraan yang berkeadilan. Artikel ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan perempuan dalam Islam memiliki legitimasi yang kuat apabila ditinjau dari perspektif keadilan, kemaslahatan, dan kompetensi, bukan semata-mata berdasarkan jenis kelamin.
Pendidikan dan Dinamika Perubahan Sosial di Era Globalisasi Latifah; Normuslim; Desi Erawati
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 2 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i2.1668

Abstract

Globalisasi telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan. Perkembangan teknologi informasi, mobilitas sosial yang semakin tinggi, serta interaksi budaya yang semakin luas menjadikan pendidikan tidak lagi berada dalam ruang yang statis, tetapi menjadi bagian dari dinamika perubahan sosial yang kompleks. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pendidikan dan perubahan sosial di era globalisasi serta bagaimana pendidikan berperan dalam merespons berbagai transformasi sosial yang terjadi dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur yang relevan terkait pendidikan, globalisasi, dan teori perubahan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sosial yang mampu membentuk nilai, sikap, serta pola pikir masyarakat dalam menghadapi tantangan global. Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen transformasi sosial yang mendorong terciptanya masyarakat yang adaptif, kritis, dan inovatif. Oleh karena itu, sistem pendidikan perlu terus beradaptasi dengan dinamika globalisasi agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten serta memiliki kesadaran sosial yang tinggi.
Humanization of Islamic Education in the Perspective of Contemporary Social Theory Latifah; Masdar Hilmy; Desi Erawati
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i1.1667

Abstract

The humanization of education is an important agenda in the development of Islamic education amid the dynamics of modern social life. Islamic education does not merely function as a process of transmitting religious knowledge, but also as a means of shaping complete human beings who possess dignity and social awareness. This article aims to analyze the concept of the humanization of Islamic education from the perspective of contemporary social theory and its relevance to current educational practices. This study employs a qualitative approach using a library research method by examining various literature related to Islamic education, social theory, and modern educational thought. The results of the study indicate that the humanization of Islamic education is aligned with several contemporary social theories, such as humanistic theory, social constructivism theory, and critical theory in education. Fundamental values in Islam such as justice, compassion, equality, and respect for human dignity serve as essential foundations in building a humanistic educational paradigm. In the context of modern education, the humanization approach can be realized through dialogical learning, strengthening the values of empathy, and developing students’ social awareness. Therefore, the integration of Islamic educational principles and contemporary social theory can serve as a strategic foundation in building an educational system that is not only oriented toward cognitive aspects but also toward character formation and humanitarian awareness.
Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di MI Assalam Martapura Latifah; Hamdanah; Normuslim
Pahlawan Jurnal Pendidikan-Sosial-Budaya Vol. 22 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57216/pah.v22i1.53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi kurikulum berbasis cinta dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di MI Assalam Martapura. Kurikulum berbasis cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan nilai kasih sayang, empati, dan hubungan humanis sebagai inti proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kurikulum berbasis cinta di MI Assalam Martapura dilakukan secara sistematis melalui perencanaan pembelajaran, proses interaksi di kelas, serta pembentukan budaya sekolah yang religius dan inklusif. Guru berperan sebagai fasilitator sekaligus teladan dalam menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, dan kepedulian sosial. Implementasi ini berdampak pada peningkatan sikap religius siswa, hubungan sosial yang harmonis, serta menurunnya perilaku negatif di lingkungan sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum berbasis cinta efektif dalam memperkuat dimensi afektif dan spiritual dalam pembelajaran PAI. Pendekatan ini dapat menjadi model alternatif dalam pengembangan pendidikan Islam yang lebih humanis dan berorientasi pada pembentukan karakter.