Markus Asta Patma Nugraha
Politeknik Pelayaran Barombong

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Nurturing Lecturer Performance in Maritime Education: The Interplay of Campus Climate, Visionary Leadership and Spiritual Intelligence Arya Widiatmaja; Adhi Pratistha Silen; Markus Asta Patma Nugraha; Syafni Yelvi Siska; Fauziah Roselia; Vilentina Rosa
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 7 No. 1 (2026): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v7i1.2130

Abstract

In maritime education, lecturer performance faces unique challenges because lecturers are expected not only to deliver academic instruction but also to support competency-based training, safety culture, discipline, and industry-aligned professional standards. This study is grounded in the importance of lecturer performance as a key determinant of higher education quality, particularly in maritime education, which requires strong professionalism, resilience, and academic commitment. The study aims to examine the effect of campus climate on lecturer performance with visionary leadership and spiritual intelligence as mediating variables among lecturers at Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, and Politeknik Pelayaran Barombong. A quantitative causal design was employed through a survey of 149 lecturers selected using total sampling. The data were analyzed using SEM-PLS with SmartPLS 3 to test validity, reliability, path coefficients, and mediation effects. The findings reveal that campus climate has a positive and significant effect on lecturer performance, visionary leadership, and spiritual intelligence. In addition, both visionary leadership and spiritual intelligence have positive and significant effects on lecturer performance. The results also indicate that visionary leadership and spiritual intelligence significantly mediate the influence of campus climate on lecturer performance. These findings suggest that lecturer performance is shaped not only by a supportive work environment but also by future-oriented leadership and the strengthening of individual spiritual capacity. The study provides practical implications for maritime education institutions in designing policies for competency development, discipline-based work culture, leadership training, and continuous performance improvement that are aligned with maritime education standards and institutional safety values.
Dampak Implementasi Learning Management System (LMS) terhadap Self-Regulated Learning Mahasiswa: Penelitian Everhard Markiano Solissa; Rosidin; Imam Tazali; Markus Asta Patma Nugraha; Siti Marliah; Diki Masria
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6311

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi sistem pembelajaran di pendidikan tinggi melalui implementasi Learning Management System (LMS). LMS tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian materi pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana yang dapat mendukung pengembangan self-regulated learning mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi LMS terhadap self-regulated learning mahasiswa melalui metode studi literatur. Penelitian dilakukan dengan mengkaji berbagai artikel ilmiah yang relevan dari jurnal nasional dan internasional yang terindeks dan membahas hubungan antara penggunaan LMS dan kemampuan regulasi diri mahasiswa dalam konteks pendidikan tinggi. Tahapan penelitian meliputi identifikasi topik, penelusuran literatur, seleksi artikel berdasarkan relevansi, analisis isi, sintesis temuan, serta penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi LMS memberikan dampak positif terhadap peningkatan self-regulated learning mahasiswa, terutama dalam aspek pengelolaan waktu belajar, monitoring perkembangan akademik, peningkatan motivasi belajar, serta kemampuan refleksi diri. Fitur-fitur LMS seperti pengingat tugas, forum diskusi, evaluasi daring, pelacakan progres belajar, dan umpan balik pembelajaran terbukti mampu membantu mahasiswa mengembangkan kemandirian belajar secara lebih efektif. Selain itu, integrasi learning analytics dalam LMS memberikan peluang untuk memantau perilaku belajar mahasiswa secara lebih terukur. Namun demikian, efektivitas LMS dalam mendukung self-regulated learning dipengaruhi oleh kesiapan teknologi, desain pembelajaran, dan kemampuan regulasi diri mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa sintesis komprehensif mengenai peran LMS dalam membangun budaya belajar mandiri di pendidikan tinggi serta menjadi referensi bagi pengembangan strategi pembelajaran digital yang lebih adaptif dan berpusat pada mahasiswa.