This study aims to analyze the influence of biogeochemical cycle learning based on the local environmental context of Ende Regency on the critical thinking skills of class X students of MAN Ende. The study uses a quantitative approach with a quasi-experimental design of the nonequivalent control group design. The experimental class obtained learning based on the context of the local environment through the stages of orientation, problem identification, discussion, and reflection integrated with Problem Based Learning (PBL) strategies, while the control class used conventional learning. The research instrument was in the form of HOTS questions that had met the validity and reliability (Cronbach Alpha = 0.743). Data analysis was carried out using normality, homogeneity, ANCOVA, effect size calculation, and N-Gain tests. The results showed that there was a significant difference in critical thinking skills between the experimental and control groups after controlling for students' initial abilities. The experimental class N-Gain value of 0.5009 was higher than the control of 0.3108. These findings show that learning based on the local environmental context is able to create meaningful learning and improve students' critical thinking skills on biogeochemical cycle materials. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran daur biogeokimia berbasis konteks lingkungan lokal Kabupaten Ende terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas X MAN Ende. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe nonequivalent control group design. Kelas eksperimen dengan 30 subjek penelitian memperoleh pembelajaran berbasis konteks lingkungan lokal melalui tahapan orientasi, identifikasi masalah, diskusi, dan refleksi yang diintegrasikan dengan strategi Problem Based Learning (PBL), sedangkan kelas kontrol dengan 30 subjek penelitian menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa soal HOTS yang telah memenuhi validitas dan reliabilitas (Cronbach Alpha = 0,743). Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, homogenitas, ANCOVA, perhitungan effect size, serta N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam keterampilan berpikir kritis antara kelompok eksperimen dan kontrol setelah mengontrol kemampuan awal siswa. Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,5009 lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol sebesar 0,3108. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis konteks lingkungan lokal mampu menciptakan pembelajaran bermakna dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi daur biogeokimia.