Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluation of the Discrepancy Model in the Implementation of Consultation Services Siti Nurhaliza; Nur Hidayah; Fitri Wahyuni; Abi Fa'izzarahman Prabawa; Syahira Alfikriah; Afifah Army Age
Indonesian Journal of Counseling and Development Vol. 8 No. 1 (2026): July 2026
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ijcd.v8i1.7059

Abstract

Consultation services are a critical component of school guidance, requiring systematic evaluation to ensure quality and accountability. This study evaluated the implementation of consultation services at SMA Negeri Taruna Nala, East Java, using Provus’s (1971) Discrepancy Evaluation Model. A mixed-methods design was employed; quantitative data were collected via a 100-item instrument using a 1–7 Likert scale, while qualitative data were gathered through unstructured interviews. The subject was one school counselor with 20 years of professional experience. The baseline standard applied was Standard 3, Criterion 6 of ABKIN, adopted from the South Carolina Guidance and Counseling Program Model. The results revealed a total score of 679 out of 700 (97.00%), indicating full implementation. Aspect-level analysis showed high implementation across dimensions: Organization (97.86%), Planning (95.71%), Design (100%), Implementation (98.57%), and Evaluation (92.86%). Notably, item 24 (selective planning) scored 1, demonstrating that establishing written criteria for cases requiring formal consultation remains a key area for improvement. Item 71 (principal involvement) scored 5, indicating partial implementation, while ten items in the Evaluation aspect scored 6, highlighting opportunities to strengthen evaluation through systematic standardization. As a single-case evaluation, these findings describe the practices of one counselor and cannot be generalized to broader institutional services. Additionally, the evaluation relied solely on the counselor's self-reports without integrating perspectives from other stakeholders, such as the principal, homeroom teachers, or parents
Kesiapan Karier Vokasi: Analisis Future Work Self Salience dan Perbedaan Gender syahira alfikriah; Henny Indreswari; Khairul Bariyyah; Muslihati Muslihati; Zamroni Zamroni
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 9 No 1 (2026): Guiding World: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v9i1.4382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil kesadaran diri terhadap pekerjaan masa depan di kalangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta menganalisis kebutuhan pengembangan layanan karier berdasarkan perbedaan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang melibatkan 108 siswa SMK di Kota Makassar, yang dipilih melalui teknik sampling purposif. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner kesadaran diri terhadap pekerjaan masa depan yang telah lulus uji validitas dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha = 0,860). Analisis data menggunakan statistik deskriptif, termasuk frekuensi, persentase, rata-rata, dan simpangan baku. Hasil menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kesadaran diri terhadap pekerjaan masa depan siswa termasuk dalam kategori sedang (69,4%), dengan kecenderungan yang lebih tinggi pada aspek visualisasi dibandingkan dengan kejelasan mental dan jenis pekerjaan. Jika ditinjau berdasarkan jenis kelamin, siswa laki-laki cenderung memiliki tingkat kesadaran diri terhadap pekerjaan masa depan yang lebih tinggi daripada siswa perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa masih memerlukan penguatan dalam perencanaan karier, khususnya terkait kejelasan identitas dan arah karier. Oleh karena itu, pengembangan layanan bimbingan dan konseling karier yang berbasis kebutuhan, sistematis, dan sensitif gender diperlukan untuk meningkatkan kesiapan karier siswa sekolah menengah kejuruan.