Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya love of learning sebagai kekuatan karakter yang berperan dalam mendukung keterlibatan siswa dalam pembelajaran secara bermakna, berkelanjutan, dan berorientasi pada pengembangan diri. Dalam praktik pendidikan, perhatian terhadap keberhasilan belajar cenderung lebih terfokus pada capaian akademik yang tampak, sementara kecenderungan siswa untuk menikmati, menghargai, dan memaknai proses belajar itu sendiri belum banyak dikaji secara spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil tingkat love of learning siswa sekolah menengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Subjek penelitian berjumlah 161 siswa SMA dan SMK di Jawa Timur. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Love of Learning yang terdiri atas 30 item, sedangkan analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori tinggi (72,67%), diikuti kategori sedang (26,71%), dan kategori rendah (0,62%). Berdasarkan aspek yang diukur, motivasi intrinsik memperoleh rerata tertinggi, diikuti keterlibatan kognitif dan kegigihan belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa pada umumnya telah memiliki kecenderungan positif terhadap proses belajar, namun masih memerlukan penguatan terutama pada aspek keterlibatan kognitif dan kegigihan belajar. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan layanan pendidikan dan bimbingan dan konseling yang berorientasi pada penguatan motivasi intrinsik, regulasi diri, dan ketahanan akademik siswa.