Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI DAN EKOLOGI DALAM UPAYA PENGELOLAAN SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI PUSUR DI KABUPATEN KLATEN Yuanita Dwi Hapsari; Ghina Reftantia; Deni Aries Kurniawan; Maulida Masyitoh; Triana Rahmawati
SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sabana.v4i2.6104

Abstract

This study examines the social, economic, and ecological transformations in the management of the Pusur Sub-Watershed (Sub DAS) in Klaten Regency, with a focus on the distribution of actor roles and the contribution of local institutional arrangements. The research adopts a qualitative approach, utilizing data collection methods such as observation, in-depth interviews, and documentation across the upstream, midstream, and downstream areas of the sub-watershed. The findings reveal that multi-stakeholder engagement including local communities, regional governments, businesses, and non-governmental organizations has driven significant socio-ecological transformations. Social-institutional changes are evident in the increased collective awareness among residents to establish and participate in river conservation communities, such as the Pusur Institute, which functions as a collaborative platform across actors. Ecologically, improvements are observed through conservation practices in upstream recharge areas, waste reduction through waste banks, eco-friendly agriculture, and river tubing activities, which have transformed the river into both an ecological and recreational asset. Economically, the development of alternative livelihoods such as conservation farming, river tourism, and waste bank initiatives has provided supplementary income for local communities. These findings suggest that Sub-Watershed management based on community participation and strengthened local institutions can serve as an effective strategy for achieving sustainable development at the local level.
Rasionalitas Orang Tua dalam Konteks Ekonomi Informal Perkotaan: Studi Kasus Pekerja Anak di Pasar 16 Ilir Kota Palembang Sri Wulandari; Diana Dewi Sartika; Aldri Oktanedi; Hayana Muslimah; Muhammad Fakhri Aziz; Maulida Masyitoh; Muhammad Rifai; Ilal Ilham
Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiis.v12i1.110145

Abstract

Penelitian ini mengkaji rasionalitas orang tua dalam melibatkan anak sebagai penjual kantong plastik di Pasar 16 Ilir, Kota Palembang, melalui lensa Rasional Choice Theory James S. Coleman. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian menganalisis keputusan orang tua melalui tiga dimensi yang saling berkelindan: sosial, ekonomi, dan kultural. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil kalkulasi rasional dalam konteks sumber daya dan tekanan struktural. Pasar dipandang sebagai ruang belajar (sosial), kontribusi anak-anak terhadap penghasilan merupakan strategi bertahan hidup (ekonomi), dan nilai-nilai budaya Melayu tentang kerja keras juga membentuk keputusan tersebut. Secara teoretis, studi ini memperluas diskursus child labor yang cenderung didominasi perspektif normatif-legal atau eksploitasi struktural dengan menunjukkan bahwa praktik kerja anak juga dapat dipahami sebagai tindakan rasional dalam kerangka pilihan terbatas (bounded choice) di tingkat keluarga. Dengan demikian, fenomena ini tidak semata-mata merepresentasikan eksploitasi, tetapi juga respons adaptif terhadap kondisi sosial-ekonomi yang membatasi. Meski demikian, potensi dampak terhadap pendidikan dan perkembangan anak tetap menjadi isu krusial. Implikasi kebijakan yang diusulkan adalah pendekatan multidimensional yang tidak hanya menekankan pelarangan, tetapi juga intervensi ekonomi keluarga, peningkatan akses pendidikan yang kontekstual, serta penguatan perlindungan hak anak secara berkelanjutan.