Dany Miftah M. Nur
Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Tradisi Bulusan Hadipolo sebagai Wujud Kearifan Lokal dalam Mempertahankan Nilai Sosial-Religius dan Identitas Budaya Masyarakat Hadipolo Hidayatul Luthfiyah; Mellya Prasetiya Ningrum; Salwatul ‘Aisyi; Gayuh Aroyani; Zuyina Ulfa; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6233

Abstract

Tradisi Bulusan merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang masih dijaga dengan baik di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol budaya semata, tetapi juga membawa makna sosial dan religius yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat setempat. Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat masih menjaga warisan budaya mereka di tengah berkembangnya arus modernisasi, sehingga tradisi ini menjadi bagian dari dinamika sosial yang ada. Artikel ini bertujuan menjelaskan makna, fungsi, dan nilai-nilai yang terkandung dalam Tradisi Bulusan sebagai bagian dari identitas masyarakat. Tujuan lainnya adalah menjelaskan bagaimana tradisi ini dapat memperkuat kehidupan sosial dan religius masyarakat serta menjaga kelangsungan budaya mereka. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menelaah, memahami, dan mendeskripsikan nilai-nilai sosial-religius serta identitas budaya yang terkandung dalam Tradisi Bulusan Hadipolo melalui berbagai sumber ilmiah yang relevan. Objek penelitian mencakup praktik tradisi serta cara masyarakat terlibat dalam tradisi tersebut. Instrumen yang digunakan berupa catatan observasi dan dokumen, sedangkan analisis data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk mendapatkan gambaran secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Bulusan memiliki peran penting dalam memperkuat persaudaraan masyarakat melalui partisipasi kolektif. Tradisi ini juga membuat keagamaan warga lebih jelas dalam praktik dan keyakinan mereka, serta menjaga kelangsungan identitas budaya lokal. Selain itu, tradisi ini menjadi sarana pembelajaran nilai bagi generasi muda dan menunjukkan kemampuan masyarakat dalam mempertahankan budaya di tengah berbagai perubahan sosial. Kekurangan penelitian ini terletak pada keterbatasan data yang diperoleh di lapangan. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya perlu memperluas jumlah informan serta memperdalam analisis nilai dan simbolisme tradisi secara lebih menyeluruh.
Pelestarian Tari Bun Ya Ho Berbasis Kearifan Lokal sebagai Fondasi Pembentukan Nilai Pendidikan IPS di Desa Megawon Kudus Prawira Setya Aji; Fuja Farricha Marfiya Ula; Waqdahtur Rohmaniyah; Alfeni Puji Lestari; Umi Rosyidah; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6236

Abstract

Tari Bun Ya Ho merupakan seni tradisi masyarakat Desa Megawon, Kabupaten Kudus, yang sempat mengalami penurunan eksistensi setelah masa kejayaannya pada tahun 1970–1980-an dan direvitalisasi kembali pada tahun 2014. Kondisi ini mencerminkan tantangan pelestarian budaya lokal di tengah modernisasi dan lemahnya regenerasi penari. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pelestarian Tari Bun Ya Ho berbasis kearifan lokal serta mengidentifikasi kontribusinya dalam pembentukan nilai Pendidikan IPS. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif menurut Sugiyono dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian mencakup perangkat desa, pelaku seni tari, dan masyarakat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian Tari Bun Ya Ho dilakukan melalui revitalisasi bentuk tari, pelatihan generasi muda, dan pendukung kebijakan desa, meskipun masih terkendala kurangnya publikasi dan fasilitas pementasan. Tari Bun Ya Ho memuat nilai solidaritas, kerja sama, identitas budaya, tanggung jawab, kedisiplinan, serta pesan moral-spiritual, yang relevan untuk pembentukan nilai Pendidikan IPS berbasis kearifan lokal. Tarian ini berpotensi menjadi sumber belajar kontekstual guna memperkuat karakter peserta didik.
Pelestarian Caping Kalo Sebagai Warisan Budaya Kabupaten Kudus Khas Desa Gulang Terhadap Nilai Pendidikan IPS Rizkia Arijaya; Aruna Dwi Fadhlillah; Firky Afriza; Faiz Ulwan Zaky; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6237

Abstract

Caping merupakan salah satu produk kerajinan tradisional yang memiliki nilai fungsional sekaligus budaya dalam kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia. Desa Gulang di Kabupaten Kudus merupakan salah satu sentra produksi caping yang masih mempertahankan teknik pembuatan secara turun-temurun dengan memanfaatkan bahan baku lokal seperti bambu dan janur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses produksi caping di Desa Gulang, peran sosial-ekonomi kerajinan tersebut bagi masyarakat, serta upaya pelestarian budaya lokal dalam menghadapi modernisasi dan perubahan gaya hidup. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara dengan pengrajin, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan caping di Desa Gulang bukan hanya merupakan aktivitas ekonomi, tetapi juga simbol identitas budaya lokal yang berkaitan erat dengan kegiatan pertanian dan kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Selain itu, kerajinan ini berpotensi dikembangkan sebagai produk kreatif bernilai ekonomi melalui inovasi desain tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya. Dengan demikian, caping Desa Gulang memiliki prospek untuk terus dipertahankan sebagai warisan budaya sekaligus sumber ekonomi masyarakat.
Nilai Kearifan Lokal pada Tradisi Sego Jangkrik dalam Prosesi Buka Luwur Sunan Kudus Aula Zabidatus Syarifah; Rahma Auliani; Shifa Cholifiannida; Diaz Ananda Nifa Amelia; Aniqotus Suroyya; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6239

Abstract

Pelaksanaan tradisi Sego Jangkrik dalam prosesi Buka Luwur Sunan Kudus kini menghadapi tantangan empiris berupa pergeseran persepsi generasi muda yang memandangnya sekadar ritual pembagian makanan tanpa memahami filosofi mendalamnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai kearifan lokal dalam tradisi tersebut sebagai media dakwah kultural dan sarana pembentukan karakter. Menggunakan metode kualitatif dengan strategi etnografi terfokus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi digital, dan studi dokumentasi untuk menggali makna simbolik partisipan. Temuan menunjukkan bahwa Sego Jangkrik merupakan living value system yang memuat empat dimensi utama: nilai keagamaan, solidaritas sosial, pelestarian identitas budaya, dan nilai pendidikan yang relevan dengan pembelajaran IPS. Disimpulkan bahwa tradisi ini berfungsi vital sebagai perekat kohesi sosial dan identitas religius, yang mengimplikasikan perlunya strategi pelestarian berbasis edukasi dan dokumentasi formal untuk menjaga keberlanjutan makna simbolisnya di tengah arus modernitas.
Coffe Street sebagai Ruang Sosial Alternatif: Perubahan Gaya Hidup dan Interaksi Sosial di Kalangan Mahasiswa IPS Muhammad Fachri Tajul Arifin; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena Coffe Street sebagai ruang sosial alternatif bagi mahasiswa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam konteks perubahan gaya hidup dan pola interaksi sosial. Studi ini berfokus pada bagaimana keberadaan kafe jalanan tersebut tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang untuk membangun jejaring sosial, berdiskusi, serta mengekspresikan identitas diri mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif lapangan dengan pendekatan deskriptif, melalui teknik observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap pengunjung, barista, serta pengelola Coffe Street. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara tematik untuk menemukan pola interaksi dan makna sosial yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Coffe Street berfungsi sebagai ruang sosial inklusif yang mendukung proses sosialisasi dan kreativitas mahasiswa. Tempat ini juga mencerminkan pergeseran gaya hidup ke arah yang lebih terbuka, dinamis, dan komunikatif. Kesimpulannya, Coffe Street bukan sekadar tempat nongkrong, melainkan arena sosial baru yang memperkuat solidaritas, memperluas jaringan pertemanan, dan menjadi bagian dari identitas budaya mahasiswa masa kini.
Nilai-Nilai Sosial Budaya dalam Tradisi Grebeg Besar Demak Dwi Lutfah Barliana; Mazidatun Ni’mah; Al Fauza Khasan Mubarok; Rizziq Abdillah Fahmi; Ahmad Kholis Ubaidillah; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6242

Abstract

Tradisi Grebeg Besar Demak merupakan warisan budaya yang tetap dipertahankan di tengah perubahan sosial masyarakat. Rangkaian ritualnya menampilkan ekspresi religius, kohesi sosial, dan penghormatan terhadap warisan Kesultanan Demak. Fenomena ini menunjukkan bahwa tradisi masih berperan penting sebagai rujukan nilai sosial budaya dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai sosial budaya yang tercermin dalam ritual Grebeg Besar Demak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data penelitian diperoleh dari jurnal-jurnal ilmiah, artikel penelitian terdahulu, laporan budaya, dan dokumen akademik terkait Grebeg Besar serta kajian tradisi Jawa. Analisis data dilakukan melalui proses kategorisasi, interpretasi isi, dan penarikan kesimpulan berdasarkan hasil sintesis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Grebeg Besar memuat nilai religiusitas yang tampak dalam prosesi penjamasan pusaka dan doa bersama; nilai gotong royong melalui peran kolektif masyarakat pada setiap tahapan ritual; nilai solidaritas yang muncul dari interaksi antarwarga dan pengunjung; serta nilai pelestarian identitas budaya melalui simbol-simbol warisan Kesultanan Demak. Kajian literatur ini menegaskan bahwa Grebeg Besar berfungsi sebagai sarana pemeliharaan kohesi sosial dan kesinambungan budaya lokal. Penelitian ini terbatas pada analisis berbasis referensi, sehingga penelitian lanjutan perlu melibatkan studi lapangan agar pemahaman mengenai praktik dan makna aktual tradisi dapat lebih komprehensif.
Interaksi Antar Generasi Tua dan Generasi Muda dalam Tradisi Kirab Air Salamun di Desa Jepang anisa azzahro; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6257

Abstract

Tradisi Kirab Air Salamun adalah salah satu kebudayaan lokal yang masih dijaga oleh masyarakat Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Tradisi ini memiliki nilai yang berkaitan dengan agama dan kehidupan sosial, serta menjadi sarana untuk berinteraksi antar generasi, seperti antara tokoh-tokoh tua, tokoh adat, dan pemuda. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk, makna, serta cara interaksi antar generasi dalam pelaksanaan Kirab Air Salamun, khususnya peran pemuda dalam menjaga nilai-nilai tradisi tersebut. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa tradisi ini berfungsi sebagai sarana mentransfer nilai budaya, spiritual, dan gotong royong dari generasi tua ke generasi muda. Pemuda terlibat aktif dalam tradisi ini dengan peran sebagai anggota panitia, pengiring, serta pelestari nilai melalui media digital. Interaksi antar generasi mencerminkan adaptasi budaya yang dinamis, di mana nilai tradisional tetap dipertahankan namun dikembangkan sesuai semangat zaman modern. Dengan demikian, Kirab Air Salamun tidak hanya menjadi tanda kesakralan agama, tetapi juga menghidupkan identitas bangsa dan keberlanjutan budaya Desa Jepang.
Fenomenologi Penggunaan Coffee Shop sebagai Ruang Belajar Mahasiswa dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar Amelia Safitri; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6271

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk memahami bagaimana coffee shop berperan sebagai ruang belajar alternatif bagi mahasiswa UIN yang membutuhkan suasana belajar yang lebih fleksibel dan nyaman. Coffee shop semakin sering dipilih mahasiswa sebagai tempat mengerjakan tugas, membaca, atau berdiskusi, terutama ketika ruang belajar formal tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada pengalaman belajar mahasiswa yang secara aktif memanfaatkan coffee shop sebagai ruang belajar. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi di beberapa coffee shop yang sering dikunjungi mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa coffee shop memberikan suasana yang mendukung konsentrasi melalui kenyamanan fisik, pencahayaan yang hangat, musik latar yang lembut, serta fasilitas seperti Wi-Fi dan akses listrik. Keberadaan pengunjung lain yang juga sedang bekerja terbukti memberi dorongan psikologis bagi mahasiswa untuk tetap produktif. Selain itu, fleksibilitas ruang dan waktu membuat mahasiswa lebih mudah menyesuaikan ritme belajar dengan kebutuhan pribadi. Lingkungan yang santai juga mendorong munculnya ide-ide baru dan membantu mengurangi kejenuhan dalam proses belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa coffee shop tidak hanya berfungsi sebagai tempat alternatif, tetapi juga membentuk kebiasaan belajar baru yang lebih dinamis, mandiri, dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan gambaran bahwa ruang belajar yang adaptif dan nyaman semakin penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tuntutan akademik yang terus berkembang.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TREASURE HUNT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA PEMBELAJARAN IPS DI KELAS VII SMP NEGERI 1 MAYONG Diyah Wulan Syafitri; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6273

Abstract

Model pembelajaran Treasure Hunt merupakan strategi aktif berbasis pencarian petunjuk yang mendorong analisis dan pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Treasure Hunt pada pembelajaran IPS, menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah penerapan, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat model terhadap peningkatan kemampuan tersebut pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Mayong. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Treasure Hunt meningkatkan keaktifan, kemampuan mengidentifikasi informasi, memberi argumen, dan menarik kesimpulan. Model ini terbukti efektif memperkuat kemampuan berpikir kritis siswa. Disarankan guru menerapkan model ini secara rutin untuk mendukung pembelajaran IPS yang lebih interaktif dan bernilai tinggi bagi pengembangan keterampilan berpikir.
Pelestarian Kirab Budaya dan Nilai-nilai Kearifan Lokal: Tradisi Rajabiyah dalam Konteks Membangun Solidaritas Antar Kelompok di Desa Prawoto Sukolilo Elina Aulia Sari; Dany Miftah M. Nur
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6275

Abstract

Halo