Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Sistem Informasi Manajemen dan Kewirausahaan Kreatif untuk Penguatan Kapasitas BUMDes Jaya Mandiri Mujibul Hakim; Hafiz Ghulam; Muhammad Milzam; Amalia Fitri Mustafida
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jabdimas.v9i1.10068

Abstract

Program kemitraan masyarakat ini dilaksanakan oleh tim Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan bersama BUMDes Jaya Mandiri di Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan. Program bertujuan mengatasi manajemen operasional yang masih manual, keterbatasan inovasi produk, pemasaran yang belum optimal, serta pengelolaan sampah yang belum bernilai ekonomi. Solusi difokuskan pada penerapan teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pengembangan aplikasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis web yang terintegrasi dengan PAMSIMAS, pelatihan kewirausahaan kreatif pengolahan limbah, dan pelatihan pemasaran digital untuk unit usaha katering serta persewaan gedung. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test pada tiga jenis pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta, tercermin dari kenaikan rata-rata skor pelatihan pengelolaan sampah dari 84,7% menjadi 86,4%, serta capaian kategori ‘Sangat Baik’ yang tetap terjaga pada pelatihan SIM BUMDes dan pemasaran digital dengan rerata nilai di atas 82%. Penerapan SIM BUMDes terintegrasi PAMSIMAS juga meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi dan transparansi pelaporan keuangan, sementara pelatihan kewirausahaan dan pemasaran digital memperkuat kesiapan pengelola dalam mengembangkan usaha berbasis limbah serta memperluas jangkauan pasar secara daring. Luaran utama program berupa peningkatan kapasitas pengelola dalam mengoperasikan aplikasi SIM, penerapan praktik pengelolaan sampah produktif, dan pemanfaatan strategi pemasaran digital yang berpotensi direplikasi di BUMDes lain.
Studi Literatur: Peran Strategis K3 dalam Meningkatkan Produktivitas Tenaga Kerja Amalia Fitri Mustafida; Risal Ngizudin; Intan Pratiwi; Nasyita Vivi Amalia; Harmoko Harmoko
Engineering and Technology International Journal Vol 7 No 02 (2025): Engineering and Technology International Journal (EATIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/eatij.v7i02.1118

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan elemen penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara penerapan K3 dan produktivitas tenaga kerja melalui pendekatan studi literatur. Literatur yang dikaji meliputi jurnal nasional dan internasional yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan K3 berdampak positif terhadap produktivitas, melalui pengurangan kecelakaan kerja, peningkatan rasa aman, dan peningkatan efisiensi kerja. Lingkungan kerja yang mendukung keselamatan terbukti meningkatkan motivasi dan keterlibatan karyawan. Dengan demikian, K3 tidak hanya menjadi kewajiban hukum, tetapi juga investasi strategis bagi peningkatan kinerja organisasi. Artikel ini menyarankan pentingnya integrasi K3 dalam sistem manajemen perusahaan untuk mendukung produktivitas yang berkelanjutan.
Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Berbasis HIRARC pada Pengrajin Batik Pekalongan Intan Pratiwi; Amalia Fitri Mustafida; Nasyita Vivi Amalia
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v5i3.9173

Abstract

The batik industry in Pekalongan is a major source of livelihood, yet occupational safety and health (OSH) practices among home-based craftsmen remain poorly documented and inconsistently applied. This community service program targeted Batik Pesisir Pekalongan, a homebased batik enterprise whose workers are exposed to synthetic dye chemicals, hot wax, poor ergonomic postures, and inconsistent use of personal protective equipment (PPE) during the waxing, dyeing, and wax-removal stages. Using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) method, the team first mapped workplace hazards and risk levels across the production line, then delivered an interactive socialization session combining lectures, group discussion, and hands-on PPE demonstration to 22 participant. Program success was measured with a five-point satisfaction questionnaire administered after the activity. Results showed that all five evaluated aspects, relevance to program objectives, suitability to community needs, adequacy of implementation time, team responsiveness, and community reception, received predominantly positive ratings (Strongly Agree/Agree), with the lowest-rated aspect still receiving no negative response. These findings indicate that HIRARC-based socialization is well received and considered relevant by batik craftsmen, and that the resulting hazard documentation can serve as a foundation for an internal OSH standard operating procedure.