Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Optimasi Produksi dan Analisis Ekonomi Pada Produksi Nutrisi Kambing Menggunakan Response Surface Methodology (RSM) di Desa Pedawang Risal Ngizudin; Harmoko Harmoko
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 8, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v8i2.19862

Abstract

Nutrisi kambing merupakan suplement tambahan yang diberikan oleh peternak untuk menambah daya tahan tubuh kambing. Proses pembuatan nutrisi kambing dilakukan secara konvensional yang membutuhkan waktu 2 hari dengan pemanasan dibawah sinar matahari. Selain dipakai untuk keperluan sendiri, nutrisi kambing juga dijual secara online. Pada saat penanganan paket terdapat risiko produk nutrisi dapat terjatuh maupun pecah sehingga menimbulkan kecacatan pada produk yang akhirnya akan mengurangi kepuasan konsumen. Proses produksi yang tepat sangat diperlukan agar produk yang dihasilkan mempunyai kualitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk optimasi proses produksi nutrisi kambing dan melakukan analisis ekonomi. Response Surface Methodology merupakan salah satu metode statistika yang bertujuan untuk mengoptimalkan respon. Dengan rancangan RSM yaitu perlakuan suhu 900C, 1200C serta waktu pengeringan 30 menit, 50 menit didapatkan nilai optimal untuk perlakuan  suhu pengeringan yaitu 126,1230C dan waktu pengeringan 40 menit setelah dilakukan uji drop test dengan ketinggian 1,5 meter. Analisis ekonomi dilakukan untuk mengetahui kelayakan sebuah usaha. Dari hasil analisis ekonomi menunjukkan nilai ROI sebelum pajak adalah 83,13%, nilai POT sebelum pajak adalah 0,22 tahun, BEP 15,01% dan SDP 12,84%. 
Investigasi Kecepatan dan Jarak Nozel Proses Sandblasting Terhadap Kekasaran Permukaan pada Baja Karbon Rendah Harmoko Harmoko; Risal Ngizudin
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 23, No 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v23i2.3207

Abstract

Sandblasting is a method for cleaning metal surfaces such as rust, oil, dust, and other impurities and for obtaining surface roughness by spraying abrasive materials using a compressor. The aim of the research is as an alternative to cleaning the metal surface and to get the surface roughness of low-carbon steel. This research used variations in sandblasting speed at 60 mm/minute, 120 mm/minute and 180 mm/minute and the nozzle spacing was 10 cm, 15 cm, and 20 cm. Surface roughness testing using Surface Roughness. The results showed that the sandblasting speed of 120 mm/minute had the highest surface roughness of 3.57 µm and the lowest surface roughness at the sandblasting speed of 180 mm/minute of 2.99 µm. Whereas in the variation of the sandblasting nozzle spacing, the sandblasting nozzle spacing of 15 cm has the lowest surface roughness and the sandblasting nozzle spacing of 20 cm has the highest roughness value. So that the sandblasting speed and nozzle spacing influence the surface roughness of low-carbon steel.
Analisis Postur Kerja Karyawan Dengan Metode Nordic Body Map (NBM) Dan Rapid Under Limb Assesment (RULA) Sansabila, Indri Ayu; Harmoko, Harmoko; Ngizudin, Risal; Novasani, Raditya Jarwenda
Engineering and Technology International Journal Vol 6 No 02 (2024): Engineering and Technology International Journal (EATIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/eatij.v6i02.732

Abstract

Penelitian ini dilakukan di UMKM X pada bagian Quality Control dan Packing dengan tujuan menganalisis postur kerja karyawan. Metode yang digunakan adalah Nordic Body Map (NBM) dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Hasil analisis postur kerja menggunakan metode NBM menunjukkan bahwa pekerja 1 memiliki risiko cedera otot pada bagian pinggang, pekerja 2 pada kaki kanan dan kiri, serta pekerja 3 pada punggung, lengan atas kiri, pinggang, dan lengan atas kanan. Skor NBM menunjukkan bahwa tingkat risiko cedera pekerja 1 dalam kategori "Rendah" pada skala Likert 1 dengan total skor individu antara 28-49, yang berarti belum diperlukan tindakan perbaikan. Sementara itu, risiko cedera pekerja 2 dan 3 berada dalam kategori "Sedang" pada skala Likert 2 dengan total skor individu antara 50-70, yang mengindikasikan perlunya tindakan perbaikan di masa mendatang. Berdasarkan metode RULA, pekerja 1 dan pekerja 2 mendapatkan skor akhir 5, dan pekerja 3 mendapatkan skor akhir 6. Ketiga pekerja tersebut berada pada tingkat risiko 3 yang berarti "Sedang" dan memerlukan tindakan segera. Usulan perbaikan meliputi penyediaan meja dan kursi kerja yang dapat disesuaikan, serta memungkinkan ketiga pekerja untuk beristirahat sekitar 10 menit selama bekerja untuk meregangkan otot. Hasil penelitian sangat penting sebagai acuan perbaikan postur kerja.
Penerapan Usaha Sandblasting Untuk Meningkatkan Daya Saing Bengkel Motor Di Desa Bugangan Harmoko; Hakim, Mujibul; Faza, M. Dzikrullah
JURNAL EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS, DAN SOSIAL (EMBISS) Vol. 3 No. 3 (2023): Mei 2023
Publisher : CV ODIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the livelihood businesses of the Bugangan villagers is a motorcycle repair shop. This business usually only provides light service services, oil changes, and replacement parts spare. The location of the motorbike repair shop in Bugangan village is not strategic because it is on a village road and not too busy with vehicles passing by. There are additional innovations in the motorbike repair shop in Bugangan village so that they can compete and increase income, such as sandblasting services. Sandblasting is cleaning metal surfaces due to dirt (paint, corrosion) with abrasive materials using a compressor. If you use sandblasting, of course, it will be faster and cleaner on the surface of the workpiece. This service aims to form partners into unique and attractive workshops, ready-to-face competition, and increase partner income. In contrast, implementing the service starts with making sandblasting tools, socializing using sandblasting tools, and K3 and creating online and offline marketing. The results of the service implementation are sandblasting tools, manual tool books, and digital marketing. Limitations in this service include partner mastery of tool technology still needs improvement. The contribution of the sandblasting device to the workshop provides an alternative for cleaning dirt on metal and narrowing gaps in the metal.
Analisis Motion and Time Study pada Proses Produksi Briket Tempurung Kelapa Ngizudin, Risal; Harmoko, Harmoko; Ahmad Syauqi Naja
JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING Vol. 8 No. 2 (2024): EDISI NOVEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jime.v8i2.12923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis dan memahami gerakan manusia serta waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan proses pembuatan briket. Aktivitas gerakan yang dilakukan harus efektif dan waktu proses setiap kegiatan harus dibuat standar agar waktu produksi dapat mudah diatur dan ditemukan sistem kerja terbaik atau efisien. Metode yang digunakan untuk penelitian ini yaitu metode Motion and Time Study yaitu metode yang berguna untuk mengevaluasi gerakan produksi briket dengan mengelompokkan dan menemukan efisiensi dari gerakan tersebut. Selain mengidentifikasi juga mencari waktu baku dari sebuah proses sehingga waktu dapat terstandarisasi. Hasil dari penelitian waktu siklus untuk pembuatan briket adalah 171,70 menit. Dengan rata-rata waktu proses paling lama adalah proses pengeringan briket dengan waktu rata-rata 120,70 menit.Waktu normal pembuatan briket dengan mempertinbangkan rating factor adalah 212,88 menit.Waktu baku/waktu standar pembuatan briket adalah 304,42 menit. Berdasarkan peta tangan kanan, tangan kanan digunakan secara dominan untuk mengambil adonan briket dan mengarahkan kedalam cetakan total waktu mengarahkan adonan kedalam cetakan adalah 146 detik. Sedangkan menurut  peta tangan kiri disimpulkan bahwa tangan kiri lebih dominan digunakan untuk memegang cetakan dengan total waktu adalah 200 detik dan menganggur selama 15 detik.
Penerapan Alat Antropometri pada Usaha Mebel Papanjati Furniture untuk Meningkatkan Kualitas Produk dan Kepuasan Pelanggan Harmoko, Harmoko; Hadian, Nur; Pratiwi, Intan
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.16874

Abstract

Background: Industri mebel menghadapi tantangan dalam merancang produk yang ergonomis dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Oleh karena itu, pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk mebel melalui penerapan antropometri. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan alat antropometri yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas produk mebel dengan memperhatikan aspek ergonomi. Metode: Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi alat antropometri, dan pendampingan kepada pemilik, karyawan UD Papanjati Furnitur, serta masyarakat sekitar. Pelatihan meliputi pengenalan alat, prosedur penggunaan, serta manfaat aspek ergonomi dalam meningkatkan kualitas produk mebel yang dihasilkan. Hasil: Kegiatan ini menghasilkan peningkatan pemahaman peserta terhadap penggunaan alat antropometri, yang tercermin dari kemampuan mereka mengikuti instruksi pemateri. Diperoleh ukuran mebel yang siap diproduksi, yang lebih ergonomis dan berkualitas. Kesimpulan: Penggunaan alat antropometri dalam proses desain mebel terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas produk dan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.
Pengaruh Pengasapan Ikan Model Rotasi Terhadap Kualitas Ikan Asap Harmoko, Harmoko; Novasani, Raditya Jarwenda; Ahmudi, Ahmudi
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i1.4443

Abstract

The open smoking process has disadvantages such as uncontrolled temperature and smoke, uneven maturity and long smoking time. Another disadvantage of open-system smoking is that the preparation of fish on the stand requires labor and time. Firstly, when arranging the fish at the beginning of smoking and secondly, when turning the side of the fish. So that a lot of time is wasted and less efficient. The purpose of this research is to provide an alternative choice of fish smoking model, spread the smoke more evenly, speed up the preparation time of smoked fish. The design of the fish smoking tool uses a smoke cabinet with a rotation system. The fish holder is connected to a shaft to rotate the fish. Every 15 minutes of smoking is rotated by 45o. The results of testing the quality of smoked fish showed that the majority of respondents gave an assessment of the taste, aroma, texture and color of the fish much liked.
Pemberdayaan Masyarakat Tambak melalui Inovasi Aerator Cerdas Berbasis IoT dan Energi Surya di Daerah Pesisir Harmoko, Harmoko; Tachriri, Yusril Ihza; Al'amin, M; Harinugroho, Hafizh; Ma’arif, Zaenul
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20918

Abstract

Pendahuluan: Wilayah pesisir utara Pekalongan memiliki potensi besar dalam budidaya udang vaname, namun produktivitas masih rendah akibat ketidakstabilan kualitas air, tingginya biaya operasional karena ketergantungan pada listrik PLN, serta manajemen usaha yang masih bersifat konvensional. Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan hasil produksi tambak melalui penerapan Aerator Cerdas berbasis Internet of Things (IoT) tenaga surya, sistem monitoring kualitas air otomatis, serta digitalisasi manajemen budidaya. Metode: Tahapan kegiatan meliputi observasi kondisi tambak, sosialisasi, pelatihan teknis dan non-teknis, implementasi perangkat, pendampingan operasional, dan evaluasi kinerja menggunakan indikator biaya, kualitas air, dan produktivitas. Hasil: Program menunjukkan penurunan biaya listrik sebesar 20–30%, peningkatan kualitas air dengan oksigen terlarut stabil ≥4 mg/L, serta peningkatan produktivitas minimal 20%. Selain itu, 30% anggota kelompok telah menggunakan aplikasi manajemen tambak untuk pencatatan pakan dan siklus panen. Kesimpulan: Penerapan teknologi aerator cerdas berbasis IoT tenaga surya efektif meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kemandirian energi petambak, serta memberi dampak sosial ekonomi positif dan berpotensi direplikasi di wilayah pesisir lainnya.
Analisis Pengaruh Komposisi Perekat Porang terhadap Kadar Air dan Ketahanan Mekanik Briket Biomassa Arang Kayu Harmoko Harmoko; Risal Ngizudin; Ahmudi Ahmudi; Nur Muhammad Rosyid; Sheilla Amtilyani
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v5i1.1842

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi tanaman porang (Amorphophallus muelleri) sebagai bahan perekat ramah lingkungan dalam produksi briket biomassa, khususnya pengaruh komposisi perekat dan pengeringan terhadap kadar air serta ketahanan mekanik briket. Briket biomassa merupakan sumber energi terbarukan yang penting untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, namun penggunaan perekat sintetis dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan sehingga perekat alami seperti glukomanan porang perlu dieksplorasi. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan mengombinasikan arang kayu dan tepung porang pada tiga komposisi (70:30, 80:20, dan 90:10) yang dikeringkan pada suhu 120 °C selama 2 jam, dengan 12 sampel pada setiap komposisi. Pengujian meliputi selisih berat (susut pengeringan), kadar air, dan ketahanan mekanik melalui uji jatuh (drop test) dari ketinggian 1 meter. Hasil penelitian menunjukkan susut pengeringan terbesar terjadi pada komposisi 90:10 sebesar 41,1% (selisih 2,5 gram), kadar air terendah diperoleh pada komposisi 70:30 dengan rata-rata 12,21%, sedangkan kadar air tertinggi pada komposisi 90:10 sebesar 41,02%. Uji jatuh menunjukkan penyusutan berat terkecil pada komposisi 70:30 sebesar 0,1 gram (3%). Komposisi 70:30 memberikan mutu terbaik dari sisi kadar air dan ketahanan mekanik sehingga tepung porang berpotensi menjadi perekat alternatif ramah lingkungan untuk briket biomassa, meskipun kadar airnya masih perlu diturunkan agar memenuhi SNI 01-6235-2000 (maksimal 8%).