Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

- Peran Pengurus Komisariat GMNI FKIP Universitas Mulawarman Dalam Pemberdayaan Perempuan: - Veronica Febby Ola Deo; Asnar; Endang Herliah; Jamil; Jawatir Pardosi; Marwiah
SOSIOEDUKASI Vol 14 No 4 (2025): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v14i4.6717

Abstract

Dewan Pengurus Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPK GMNI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman merupakan salah satu organisasi eksternal kampus yang memiliki peran penting dalam pengembangan mahasiswa. Keterlibatan perempuan di dalamnya menjadi aspek yang perlu diperhatikan, mengingat pentingnya peran perempuan dalam memperkuat dinamika organisasi. Berangkat dari problematika tersebut, penelitian ini mengambil judul “Peran Pengurus Komisariat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman dalam Pemberdayaan Perempuan”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pendekatan ini dipilih untuk menggambarkan fenomena secara nyata berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan enam informan, yaitu ketua atau komisaris, sekretaris, komite kesarinahan, komite kaderisasi, serta dua kader perempuan. Fokus penelitian meliputi tiga aspek: (1) peran pengurus dalam pemberdayaan perempuan, (2) faktor penghambat yang memengaruhi peran tersebut, dan (3) upaya yang dilakukan untuk meningkatkan peran organisasi. Berdasarkan hasil penelitian, pengurus DPK GMNI FKIP UNMUL memiliki peran signifikan dalam pemberdayaan perempuan di lingkungan kampus. Hal ini diwujudkan melalui program dan kegiatan seperti pelatihan, diskusi, seminar, dan kajian yang bertujuan meningkatkan kesadaran, keterampilan, dan kepercayaan diri perempuan. Selain itu, pengurus juga berupaya menciptakan ruang yang inklusif untuk mendorong partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan serta pengembangan diri, baik di dalam maupun di luar organisasi. Dengan demikian, keberadaan pengurus tidak hanya mendukung peningkatan kapasitas perempuan, tetapi juga memperkuat nilai kesetaraan dan inklusivitas di ranah organisasi mahasiswa.
Bueng Selimpat: The Existence of Kutai Tradition Through Philosophical and Spiritual Values Septiani Eka Syaputri; Asnar Asnar; Alim Salamah; Endang Herliah; Jawatir Pardosi; Wingkolatin Wingkolatin; Suryaningsi Suryaningsi; Reza Reza
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v8i1.24343

Abstract

This study examines the Bueng Selimpat tradition practiced by the Kutai ethnic group in Benua Baru Village as a worldview that links three key elements: humanity, nature, and ancestral heritage. For the Kutai community, rivers serve not only as a resource but are also regarded as the abode of sacred forces believed to be their ancestors. The main objective is to analyze the existence and sustainability of this tradition amid changing times. Using a Husserlian phenomenological approach, data were collected from ten informants: five Kutai residents who still practice, understand, and preserve the tradition, and five university students who offered perspectives on its relevance today. The findings show that Bueng Selimpat has remained preserved and practiced despite cultural acculturation; the community maintains the tradition as ancestral heritage while integrating local cultural values with formal religious teachings. This research enriches studies in the social sciences, provides educational material to instill noble values, fosters harmonious living, and strengthens national unity based on local wisdom that aligns with the values of Pancasila.
Efektifitas Klinik Probebaya sebagai Konsultan pada Penerapan Probebaya Perwali Kota Samarinda No 11 Tahun 2022 Marwiah Johansyah; Endang Herliah; Suryaningsi Suryaningsi; Ariani Songli; Farrah Naila Tabina
Doh Gisin Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.1764

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Klinik Probebeya sebagai konsultan dalam penerapan Probebeya Perwali Kota Samarinda No 11 Tahun 2022.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, Hasil penelitian menunjukkan bahwa Klinik Probebaya memiliki peran yang efektif dalam membantu masyarakat memahami dan menerapkan Probebaya. Klinik Probebaya menyediakan berbagai layanan konsultasi, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat.
Implementasi Hukum Kesetaraan dan Keadilan Gender di Kota Samarinda (Konsentrasi Yuridis: Pasal 27 Ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945) Endang Herliah; Suryaningsi Suryaningsi; Ariani Songli; M. Nur Darussalam Utsa
Doh Gisin Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.1765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi hukum kesetaraan dan keadilan gender di Kota Samarinda, dengan fokus pada Pasal 27 ayat 1 Undang-Undang Dasar 1945. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum kesetaraan dan keadilan gender di Kota Samarinda masih belum optimal. kurangnya pemahaman masyarakat terhadap kesetaraan gender di Kota Samarinda. Berdasarkan hasil penelitian ini, salah satu langkah untuk meningkatkan implementasi hukum kesetaraan dan keadilan gender di Kota Samarinda adalah Meningkatkan sosialisasi dan edukasi tentang hukum kesetaraan dan keadilan gender kepada masyarakat.
Pentingnya Penerapan Gender Mainstreaming dalam Segala Aspek Kerja Profesional: Strategi untuk Mewujudkan Keadilan dan Efisiensi Organisasi Suryaningsi Suryaningsi; Herni Johan; Widyatmike Gede Mulawarman; Endang Herliah
Doh Gisin Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.2944

Abstract

Penerapan gender mainstreaming di lingkungan kerja profesional merupakan strategi penting untuk menciptakan organisasi yang adil, setara, dan efisien. Pendekatan ini tidak hanya memiliki landasan moral dan hukum, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, efektivitas tim, serta daya saing institusi. Gender mainstreaming dipahami sebagai proses sistemik yang mengintegrasikan kebutuhan perempuan dan laki-laki secara setara dalam seluruh kebijakan dan praktik organisasi. Berdasarkan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2000, implementasinya masih menghadapi hambatan struktural dan budaya. Penelitian ini bertujuan menjelaskan konsep dasar gender mainstreaming dalam kerja profesional, menelaah urgensi serta tantangan pelaksanaannya, dan merumuskan strategi guna mewujudkan organisasi yang inklusif dan responsif gender. Metode studi pustaka dengan pendekatan normatif dan sosiologis digunakan untuk mengkaji hubungan antara kebijakan, struktur, budaya organisasi, dan transformasi institusional menuju kesetaraan gender. Gender mainstreaming menuntut kepemimpinan visioner, regulasi mendukung, dan perubahan budaya kerja. Hambatan resistensi struktural dan kultural menuntut sinergi kebijakan, edukasi, dan advokasi. Dalam konteks globalisasi, pengarusutamaan gender menjadi pilar penting bagi tata kelola organisasi modern yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.
Efektivitas Pendidikan Anti Korupsi dalam Upaya Mencegah Pelanggaran Hak Asasi Manusia: Tinjauan Berdasarkan Perspektif Gender Ana Rahayu; Titin Pujianti; Alma Elvira; Ratiani Puspitasari; Ali Gilang Pratama; Suryaningsi Suryaningsi; Endang Herliah
Doh Gisin Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.2956

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas pendidikan antikorupsi dalam mencegah pelanggaran hak asasi manusia (HAM) melalui pendekatan perspektif gender. Dengan desain eksperimen semu, 200 mahasiswa FKIP Universitas Mulawarman dibagi menjadi kelompok eksperimen (menggunakan modul berbasis gender) dan kelompok kontrol (menggunakan modul standar). Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan wawancara, lalu dianalisis menggunakan uji-t dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan dalam sikap antikorupsi dan kesadaran HAM dibanding kelompok kontrol. Modul berbasis gender terbukti menumbuhkan kesadaran kritis, empati, dan partisipasi aktif mahasiswa, khususnya perempuan. Pendekatan ini juga meningkatkan efektivitas pendidikan antikorupsi secara keseluruhan. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi yang inklusif gender memiliki dampak transformasional dalam mencegah pelanggaran HAM dan membangun budaya integritas yang lebih adil.