Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of the Police in Combating the Crime of Theft with Violence within the Jurisdiction of the Aceh Tenggara Resort Police Abdi Ridho; Abdul Rahman Maulana Siregar; Ismaidar Ismaidar
Journal of Research in Social Science and Humanities Vol 5, No 4 (2025)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/jrssh.v5i4.584

Abstract

This study aims to analyze the role of the Police in addressing violent theft crimes and the obstacles faced by the Aceh Tenggara Police Resort. The research uses an empirical method with a qualitative descriptive approach. Data were obtained through observation, interviews with police personnel, and documentation related to crime prevention efforts. Data analysis was conducted by examining the roles, strategies, and challenges faced in the implementation of police duties. The results show that the role of the Aceh Tenggara Police Resort is carried out in an integrated manner through preemptive, preventive, and repressive efforts, including legal guidance and public awareness programs, routine patrols in high-risk areas, and law enforcement from investigation to prosecution. The support of Bhabinkamtibmas and active community cooperation enhances the effectiveness of prevention and case resolution, thereby maintaining public security and order. The obstacles faced include limited personnel and infrastructure, difficult-to-access geographical conditions, and technical investigation challenges, such as insufficient evidence and uncooperative witnesses. To overcome these challenges, the Aceh Tenggara Police Resort optimizes investigation management, personnel assignment, cross-functional coordination, persuasive approaches, technology utilization, and regular evaluation of investigations
Reformulasi Regulasi tentang Kejahatan Siber Dalam Bentuk Doxing yang Berbasis Perlindungan Hukum Terhadap Korban Rahmayanti; Rifqi Fairuz Ula; Abdi Ridho; Nurul Aini
Indonesian Journal of Law Vol. 2 No. 8 (2025): INLAW - JULI 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital yang pesat turut memunculkan tantangan hukum baru dalam bentuk kejahatan siber, salah satunya adalah doxing, yakni pengungkapan dan penyebaran data pribadi seseorang secara ilegal yang dapat menimbulkan dampak psikologis, sosial, hingga fisik bagi korban. Meskipun praktik ini kian sering terjadi, kerangka hukum di Indonesia belum secara tegas mengakomodasi perlindungan hukum yang memadai bagi korban. Penelitian ini mengeksplorasi 2 (dua) isu utama: Pertama, ketidakcukupan regulasi yang ada dalam menjerat pelaku doxing di ranah siber; dan kedua, kebutuhan untuk membangun kerangka hukum baru yang berfokus pada perlindungan terhadap korban. Metodologi yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konsep hukum. Analisis terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) mengindikasikan bahwa meskipun terdapat norma yang dapat digunakan untuk menjerat pelaku, keduanya belum mengatur secara spesifik mengenai doxing sebagai delik tersendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan reformulasi regulasi yang lebih progresif, yang tidak hanya menegaskan larangan terhadap doxing, tetapi juga menyediakan mekanisme hukum yang berorientasi pada pemulihan hak-hak korban dan penguatan sistem perlindungan data pribadi di era digital.