Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Standar Pelayanan Syahbandar (Studi tentang Eksepsi Penumpang sesuai Permenhub Nomor 37 Tahun 2015 di Pelabuhan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao) Usman Lauda Amin; Ahmad Atang; Rahmad Laan; Wahid Hasyim TRA Beni; Syarifuddin Darajad
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 12 No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v12i1.34111

Abstract

This study aims to describe and analyze the implementation of passenger service standards by the Harbormaster based on the Regulation of the Minister of Transportation Number 37 of 2015 at Pantai Baru Port, Rote Ndao Regency, as well as to examine passengers’ perceptions of the services provided. This research employs a qualitative approach with data collection methods including observation, in-depth interviews, and documentation. Research informants were purposively selected and consisted of Harbormaster officials, port officers, security personnel, the Rote Ndao Regency Transportation Office, and sea transportation passengers. Data analysis was conducted using a descriptive qualitative method through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with triangulation techniques applied to ensure data validity. The results indicate that the implementation of Harbormaster service standards at Pantai Baru Port has been carried out in accordance with regulatory provisions, particularly in terms of maritime safety and security. However, the implementation of these service standards has not yet been fully optimal, especially regarding facility comfort, queue management, departure punctuality, and transparency of service information. Passengers generally perceive the Harbormaster’s services as fairly good in terms of safety and the friendliness of officers, but they continue to highlight the limited port facilities and the weak information system as the main sources of dissatisfaction. This study concludes that there is a gap between normative service standards and actual service practices in the field, indicating the need for improvements in facilities, strengthening of human resources, and enhancement of communication and service information systems to improve the quality of public services at ports in archipelagic regions.
Edukasi Program Penyaringan Air Menjadi Air Layak Konsumsi pada Masyarakat Kabupaten Timur Tenga Selatan Syarifuddin Darajad; Amri Adha Arifin; Julhidayat Muhsam; Masita Bareut; Baco Tang; Arifin Arifin; Ahmad Atang; Abdul Majid; Syamsul Bahri; Wahid Hasyim Tra Beni; Rahmad Laan; Kamis Karno; Yahya Nikmat Nobisa
JPkM: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Desember (On Process)
Publisher : Konsultan Surya Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70214/mxjrwr34

Abstract

Pengabdian masyarakat tentang pemanfaat air sungai, air sumur dan air hujan melalui program pemanfaan Water Filter (penyaringan air) di Desa Tliu Kecamatan Amanuban Timur Kabupaten Timor Tengah selatan kerja sama antara MPM PP Muhammadiyah dengan PT Danone Aqua, PW Muhammadiyah NTT dan Universitas Muhamamadiyah Kupang untuk menjadikan air layak konsumsi oleh. Program ini sebagai salasatu wujut dari perhatian MPM PP Muhammadiayah dan Danone Aqua bagi masyarakat Desa Tiliu terhadap kebutuhan Air bersih yang sangat sulit diperoleh masyarakat.Sosialisasi ini melibatkan Istukur dari MPM PP Muhammadiyah, Danone Aqua dan Dosen Universitas Muhammadiyah sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah dan Praktek Penggunan dan pemanfaatan Water Filter untuk Air sungai, sumur dan hujan oleh masyarakat didampingi Istruktur dari MPM PP Muhammadiyah, Danone Aqua dan Universitas Muhammadiyah. Peserta yang terlibat dalam kegiatan sejumlah 50 Orang Penerima Bantuan Water Filter. Kesimpulan dari penguatan Pemanfaat Air Sungai, Air sumur dan Air Hujan melalui program pemanfaan Water Filer di Desa Tiliu Kecamatan Amanuban Timur Kabupaten Timor Tengah selatan ini mendapatkan respon positif dari peserta sejumlah 50 orang, dan Secara keseluruhan kegiatan ini berhasil sesuai rencana dari awal hingga akhir dengan total peserta 50 orang mengikuti dengan baik.
Pengembangan Pariwisata Berbasis Desa Adat Di Desa Bampalola Kabupaten Alor Muhammad Baesaku; Rahmad Laan; Ahmad Atang; syarifuddin darajad
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 3 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Konsultan Surya Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70214/m5sjt043

Abstract

Kajian ini diarahkan untuk melihat pengembangan Pariwiwsata Berbasis Desa di Kabupaten Alor studi Di Desa Bampalola, karena Desa Bampalola masuk dalam kriteria alasan penetapan Desa Pemajuan Kebudayaan tingkat Nasional tahun 2025 karena memiliki kelebihan dan keunikan serta masih terpeliharaannya situs dan juga ritus serta masyarakat yang masih taat menjalankan tradisi dan warisan budaya dari leluhur, dengan segala konsekwensinya. Tujuan Penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan Pengembangan Pariwisata Berbasis Desa Adat Di Desa Bampalola Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor Dan Hambatan internal masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Desa Adat Di Desa Bampaloka Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian Kualitatif dengan pendekatan dalam kontruktivisme dalam melihat secara aktif pemahaman pemerintah Desa dan masyarakat adat Bampalola. Penelitian ini bersifatnya deskriptif analitis, komparatif, dengan menitik beratkan pada makna, dan data yang diperoleh dapat melalui hasil pengamatan dan analisis dokumen. Temuan dalam penelitian ini adalah Pengembangan Pariwisata Berbasis Desa Adat Berhasil dikembangkan sebagai desa wisata adat Bampalola yang potensial atas inisiatif pemerintah desa bersama masyarakat khususnya tokoh adat berhasil membuat keputusan yaitu pengembangan dimulai dari wisata budaya yang berfokus pada pelestarian dan penonjolan acara adat serta kehidupan tradisional masyarakat setempat, termasuk penyewaan pakaian adat dan pembelian pernak-pernik khas. Hambatan internal masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Desa Adat Pemerintah Desa Bampalola belum memiliki Peraturan Desa. Keterbatasan yang lain adalah Sumber Daya Manusia (SDM) dan Kelembagaan, Kuantitas dan kualitas SDM pengelola, Sistem pengelolaan sampah dan Ketergantungan pada Sektor Budaya