Muhammad Panji Prabu Dharma
Universitas Samawa, Sumbawa Besar, NTB

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS TERHADAP PUTUSAN BEBAS (VRIJSPRAAK) DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (Studi Kasus Putusan Nomor: 454/PID.B/2024/PN.SBY) Roli Pebrianto; Muhammad Anugerah Puji Sakti; Noviana Noviana; Muhammad Panji Prabu Dharma
Jurnal Hukum Perjuangan Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Hukum Perjuangan
Publisher : Jurnal Hukum Perjuangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jurnalhukumperjuangan.v3i1.1701

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pertimbangan hukum majelis hakim dalam putusan bebas (Vrijspraak) Nomor: 454/PID.B/2024/PN.SBY, serta kesesuaian penerapan hukum acara pidana dalam kasus tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan undang-undang dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim tidak mencerminkan prinsip keadilan dan kepastian hukum, karena mengabaikan bukti medis penting dan lebih mengutamakan bukti yang tidak langsung terkait dengan penyebab kematian korban. Putusan ini tidak sesuai dengan prinsip keadilan hukum dan kepastian hukum, sehingga penting untuk mengevaluasi semua bukti secara menyeluruh dalam proses pengambilan putusan oleh Hakim.
DISKURSUS PERAMPASAN ASET SEBAGAI BENTUK PENGEMBALIAN KERUGIAN KEUANGAN NEGARA AKIBAT TINDAK PIDANA KORUPSI Roli Pebrianto; Muhammad Anugerah Puji Sakti; Muhammad Panji Prabu Dharma; Noviana Noviana
Jurnal Hukum Perjuangan Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Hukum Perjuangan
Publisher : Jurnal Hukum Perjuangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jurnalhukumperjuangan.v3i1.1914

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pertimbangan hukum majelis hakim dalam putusan bebas (Vrijspraak) Nomor: 454/PID.B/2024/PN.SBY, serta kesesuaian penerapan hukum acara pidana dalam kasus tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan undang-undang dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim tidak mencerminkan prinsip keadilan dan kepastian hukum, karena mengabaikan bukti medis penting dan lebih mengutamakan bukti yang tidak langsung terkait dengan penyebab kematian korban. Putusan ini tidak sesuai dengan prinsip keadilan hukum dan kepastian hukum, sehingga penting untuk mengevaluasi semua bukti secara menyeluruh dalam proses pengambilan putusan oleh Hakim.
ANALISIS PERAN KEPALA DESA DALAM PEMBERANTASAN PERJUDIAN SABUNG AYAM DI DESA NIJANG Siswanti Siswanti; Syarif Dahlan; Muhammad Panji Prabu Dharma
Jurnal Hukum Perjuangan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Hukum Perjuangan
Publisher : Jurnal Hukum Perjuangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jurnalhukumperjuangan.v3i2.2150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran strategis yang dimainkanoleh Kepala Desa Nijang dalam upaya pemberantasan praktik perjudian sabung ayam diwilayah administratifnya. Dengan menggunakan pendekatan penelitian hukum normatifempiris,studi ini memadukan tinjauan teoretis terhadap regulasi hukum dengan analisisimplementasi praktis di lapangan, didukung oleh data primer yang diperoleh melaluiwawancara dan data sekunder dari studi kepustakaan serta dokumentasi. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa praktik perjudian sabung ayam, yang merupakan tindak pidanaberdasarkan Pasal 303 dan 303 bis KUHP lama serta Pasal 426 dan 427 KUHP baru, telahberhasil ditekan secara signifikan berkat komitmen Kepala Desa. Upaya yang dilakukanmencakup pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat dalam pengawasan danpelaporan, menjalin kerja sama erat dengan aparat keamanan seperti Polisi Masyarakat(Polmas) dan Babinsa, serta mengaktifkan kembali kegiatan pemuda melalui turnamenolahraga dan aktivitas sosial. Langkah-langkah ini tidak hanya menciptakan efek jera bagipara pelaku, tetapi juga memberikan alternatif positif yang efektif, sehingga meminimalkanpotensi berulangnya praktik perjudian. Secara keseluruhan, artikel ini menegaskan bahwaperan Kepala Desa tidak hanya sebatas fungsi administratif, melainkan juga sebagaistabilisator sosial dan agen perubahan yang esensial dalam mewujudkan desa yang tertib,aman, dan bebas dari praktik perjudian.
ANALISIS EFEKTIVITAS PENYELESAIAN MELALUI MEDIASI OLEH PEMERINTAH DESA DALAM TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK DI MEDIA SOSIAL DITINJAU BERDASARKAN PRINSIP RESTORATIVE JUSTICE DI DESA LESENG Sania Kurnia Sari; Iwan Haryanto; Muhammad Panji Prabu Dharma
Jurnal Hukum Perjuangan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Hukum Perjuangan
Publisher : Jurnal Hukum Perjuangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jurnalhukumperjuangan.v3i2.2151

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas penyelesaian tindak pidana pencemaran nama baikmelalui mediasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Leseng. Tujuan utama penelitian iniadalah untuk mengetahui mekanisme mediasi di desa dan sejauh mana penyelesaian tersebutdapat memberikan hasil yang adil bagi masyarakat, serta mengevaluasi penerapan hukumdalam praktik nyata. Penelitian ini menggunakan pendekatan Hukum Empiris denganmetode pendekatan Kasus, Sosiologis, dan Perundang-undangan. Data dikumpulkan melaluiobservasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan pemeriksaan,penandaan, dan penyusunan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediasi di DesaLeseng belum optimal dan kurang efektif, baik dari segi prosedur maupun keadilan. Praktikmediasi cenderung fokus pada penyelesaian cepat tanpa benar-benar menyelesaikan akarmasalah atau memulihkan hubungan antara pihak yang bersengketa. Berdasarkan prinsiprestorative justice, proses mediasi belum mampu memenuhi hak-hak korban,pertanggungjawaban pelaku, dan pemulihan hubungan, yang berakibat pada ketidakadilanbagi semua pihak. Mediasi ini lebih bertujuan untuk menyelesaikan konflik secarakekeluargaan dan menghindari proses hukum yang berlarut-larut, namun gagal mencapaitujuan restoratif yang sejati.