Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

SOSIALISASI PAJAK SEBAGAI PEMODERASI PENGARUH INSENTIF PAJAK TERHADAP KEPATUHAN UMKM Sumba Wirawan, I Made Dwi; Budiadnyani, Ni Putu; Dewi, Putu Pande R. Aprilyani
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 8 No 1 (2024): Edisi Januari - April 2024
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v8i1.3977

Abstract

Kepatuhan wajib pajak usaha mikro, kecil, dan menengah dapat membantu pemerintah dalam mengumpulkan pendapatan perpajakan yang diperlukan untuk pembangunan dan penyediaan layanan publik. Dimana dalam hal ini insentif pajak dapat dapat meningkatkan motivasi wajib pajak usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memanfaatkan insentif dan mematuhi kewajiban perpajakan. Penerapan insentif pajak dapat mengurangi beban pajak yang harus dibayar oleh wajib pajak usaha mikro, kecil, dan menengah, sehingga mereka cenderung lebih patuh dalam menjalankan kewajiban perpajakan dan memanfaatkan insentif pajak yang telah diberikan. Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak usaha mikro, kecil dan menengah yang terdapata di Kota Denpasar, dengan jumlah sampel sebanyak 100 wajib pajak. Penentuan sampel menggunakan simple random sampling, dengan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukan bahwa insentif pajak berpengaruh pada kepatuhan wajib pajak usaha mikro, kecil dan menengah, sedangkan sosialisasi pajak memperlemah pengaruh insentif pajak pada kepatuhan wajib pajak.
The interplay of self-assessment mechanisms and socialization processes in promoting tax compliance Wirawan, I Made Dwi Sumba; Adyatma, I Wayan Chandra; Edwindra, Riza
Journal of Applied Sciences in Accounting, Finance, and Tax Vol. 7 No. 2 (2024): October 2024
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/jasafint.v7i2.96-105

Abstract

Taxation plays a crucial role in Indonesia as it serves as a significant revenue source for the country. Small and Medium Enterprises (SMEs) are particularly important in the economic landscape of Indonesia. This study underscores the significance of tax compliance among Small and Medium Enterprises, particularly in light of global economic challenges and the essential need for tax revenues. Tax compliance is a critical determinant in sustaining government functions and fostering economic growth in Indonesia. It is vital for governments to fulfill their financial obligations, including the provision of public goods, national defense, and support for economic development. However, factors such as tax socialization, understanding of tax regulations, and the application of tax knowledge influence the level of compliance among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). The objectives of this research were to examine the impact of the self-assessment system on tax compliance among MSMEs in Indonesia, and to investigate the mediating role of tax socialization in the relationship between the self-assessment system and tax compliance. This study examined micro, small, and medium-sized business taxpayers in Denpasar City, utilizing a sample size of 100 taxpayers selected through simple random sampling. The findings indicate that self-assessment systems have a positive impact on the compliance behavior of these MSME taxpayers. However, the results suggest that tax socialization does not significantly moderate the relationship between the self-assessment system and taxpayer compliance. 
Analisis Perubahan Aturan Perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh 21): Studi Kasus Pada Koperasi Simpan Pinjam Anastasia Stephani Mau Bere; Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida; I Made Dwi Harmana; I Made Dwi Sumba Wirawan
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan Vol. 6 No. 4 (2025): Oktober
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emak.v6i4.2918

Abstract

Pajak merupakan sumber pendapatan utama negara yang esensial untuk pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Kepatuhan Wajib Pajak menjadi krusial, terutama dengan adanya perubahan regulasi seperti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2023 yang memperkenalkan skema Tarif Efektif Rata-Rata (TER) untuk menyederhanakan perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan skema TER di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Swasti S., membandingkan perhitungan PPh 21 menurut perusahaan dengan perhitungan berdasarkan PP No. 58 Tahun 2023, serta mengidentifikasi dampaknya terhadap jumlah pajak terutang dan administrasi perpajakan. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengambil sampel empat karyawan tetap melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan staf keuangan dan analisis dokumen penggajian periode Januari hingga November 2024. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian signifikan antara perhitungan PPh 21 yang dilakukan oleh sistem penggajian perusahaan dengan perhitungan berdasarkan skema TER. Ditemukan selisih yang mengakibatkan kelebihan bayar untuk dua karyawan (AK dan BT) dan kurang bayar untuk satu karyawan (PDM) pada angsuran pajak masa Januari-November. Meskipun demikian, penerapan TER dinilai menyederhanakan proses administrasi bagi perusahaan karena hanya perlu menyesuaikan dengan tabel tarif yang telah ditetapkan. Disimpulkan bahwa meskipun bertujuan untuk penyederhanaan, transisi ke skema TER memerlukan penyesuaian sistem yang akurat untuk memastikan kepatuhan dan kebenaran perhitungan pajak. Secara administratif, penerapan TER membuat perhitungan menjadi lebih sederhana. Namun, temuan ini menyoroti perlunya perusahaan untuk meningkatkan akurasi sistem penggajian mereka dan bagi karyawan untuk lebih proaktif dalam memverifikasi pemotongan pajak mereka guna meminimalkan ketidaksesuaian
The Influencing Factors toward Universitas Warmadewa Student Interests in Using Mobile Commerce Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida; I Made Dwi Sumba Wirawan; I Made Dwi Harmana
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Jagaditha Vol. 7 No. 2 (2020): Jurnal Ekonomi & Bisnis JAGADITHA
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jj.7.2.2372.104-113

Abstract

Mobile commerce provides an overview of the development of electronic commerce. The rapid growth of the mobile phone population has accompanied the emergence and development of wireless technology which has made mobile commerce an important part of existing business strategies. The purposes of this study are to treasure the empirical evidence on the factors that influence the interest of mobile commerce users as input for e-commerce providers and users as well as to describe the reflection of the development and needs conditions of the business world, especially in the mobile commerce sector. This study uses primary data collected using a questionnaire, as a data collection method. Data collection method was a survey method through a questionnaire. study belongs to a qualitative research with Multiple Linear Regression Analysis technique. The results showed that the users of mobile commerce have been increasing in number. Besides that, the perceived usefulness, perceived ease of use, perceived cost, perceived social influence, perceived trust, perceived privacy, and perceived security had an impact on the user’s interests in using the mobile commerce.
Development of Siangan Village as a Tourism Village Towards Sustainable Community-Based Tourism in Gianyar Regency I Putu Gede Satria Wiraharja; I Wayan Chandra Adyatma; I Made Dwi Sumba Wirawan
Postgraduated Community Service Journal Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pcsj.6.1.2025.12-17

Abstract

Siangan Village is one of the villages in Gianyar Regency. Siangan Village consists of 6 Traditional Villages and 11 Banjar Dinas (the smallest of local government in Bali below the village). Siangan Village is a village that has high economic potential compared to other villages in Gianyar District. Currently, Siangan Village is realizing Siangan as a Tourism Village, and is trying to explore the existing potential to be developed as a spiritual tourism village. The people of Siangan Village are quite active in arts activities by utilizing the "Balai Banjar" to carry out these activities and coupled with the formation of the "Sadar Wisata or Pokdarwis" group, it is hoped that the community will be more supportive of tourism development, especially Siangan Village as a Tourism Village. Therefore, seeing the enormous potential of Siangan Village, Siangan Village has great potential to be developed as a Tourism Village. Communicative community service through the Lecture and discussion method related to development, cultural preservation, village management and administration, knowledge of village sanitation/hygiene, and examples of Tourism Villages, so that community understanding and insight into the importance of knowledge about Tourism Villages increases, for further planning and training will be provided to local communities to improve the ability of Rural HR in providing services to tourists visiting Siangan Village. This community service activity was carried out for 1 (one) day on Wednesday, May 15, 2024 at the Siangan Village Office, which was attended by the Siangan Village Apparatus and POKDARWIS Members.
Pelatihan Penyusunan SPT Tahunan Badan 1771 dan SPT Tahunan Orang Pribadi 1770SS, 1770S, dan 1770 Tahun 2019 dengan INKINDO BALI I Made Dwi Harmana; I Made Dwi Sumba Wirawan; Desak Ruric Pradnya Paramitha Nida; I Wayan Chandra Adyatma; Gede Yohanes Arygunartha
Community Service Journal (CSJ) Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.2.2.2020.62-66

Abstract

Pengabdian masyarakat dengan INKINDO Bali merupakan suatu bentuk kepedulian kita kepada kelompok masyarakat khususnya pengusaha dan perusahaan yang bergerak di bidang jasa konsultan perencana dan pengawas konstruksi sebagai wajib pajak yang telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) namun mereka tidak tahu kewajiban yang harus dilakukan sehubungan kepemilikan NPWP tersebut. Kesadaran masyarakat untuk memiliki NPWP merupakan bentuk kepedulian terhadap pembiayaan pembangunan nasional melalui pembayaran pajak. Pajak adalah sumber terbesar penerimaan negara sampai saat ini. Pemerintah khususnya Dirjen Pajak selain mengharapkan dukungan masyarakat dalam bentuk pembayaran pajak, pertanggungjawaban berupa pelaporan SPT Tahunan juga dibutuhkan sebagai ukuran kepatuhan wajib pajak, semakin lengkap SPT terlapor, semakin baik tingkat kepatuhan wajib pajak, sehingga semakin mudah mengedukasi masyarakat dalam ikut membantu pembiayaan negara melalui pembayaran pajak. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini adalah metode sosialisasi kepada para peserta dalam hal ini anggota asiosiasi INKINDO Bali. Hasil dari pengabdian ini adalah Masyarakat dalam hal ini anggota INKINDO Bali cukup mengetahui kewajiban perpajakannya sebagai pemilik usaha atau sebagai pelaku profesi. Kedua, Kesadaran anggota INKINDO Bali dalam upaya ikut membantu berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan nasional cukup baik, dilihat dari antusiasme mereka dalam mengikuti pelatihan. Ketiga, Para anggota INKINDO Bali masih kebingungan terkait pemenuhan kewajiban perpajakan mereka sehingga memerlukan mentoring baik dari relawan sekolah vokasi Warmadewa maupun para dosen. Bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Sekolah Vokasi Universitas Warmadewa ini dapat membantu kedua belah pihak yakni wajib pajak lebih memahami apa hak dan kewajibannya serta membantu DJP dalam peningkatan kepatuhan wajib pajak.
IMPLEMENTATION OF COMMUNITY BASED TOURISM IN MANAGING COMPETITIVE TOURIST VILLAGES: A QUALITATIVE STUDY OF KUTUH TOURIST VILLAGE I Wayan Chandra Adyatma; I Made Dwi Sumba Wirawan; I Made Dwi Harmana
International Journal of Economic, Business, Accounting, Agriculture Management and Sharia Administration (IJEBAS) Vol. 5 No. 6 (2025): December
Publisher : CV. Radja Publika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijebas.v5i6.5005

Abstract

The development of community-based tourism villages is an important strategy for realizing sustainable and competitive tourism. The Community-Based Tourism (CBT) approach positions local communities as the primary actors in tourism management, including planning, implementation, and utilization of tourism products. This study aims to analyze the implementation of Community-Based Tourism in the management of Kutuh Tourism Village, Badung Regency, Bali Province, and to examine the role of the community, governance dynamics, and the contribution of CBT to the competitiveness of tourism villages. This study uses a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies involving village governments, traditional villages, tourism village managers, Pokdarwis (tourism group groups), MSMEs, and community leaders as research informants. Data analysis was conducted using thematic analysis to identify key patterns and themes related to CBT implementation. The results show that CBT implementation in Kutuh Tourism Village has been ongoing, but is not yet fully optimal. Community participation is more dominant in the operational aspects of tourism, while involvement in strategic decision-making is still limited. The governance of tourism villages shows the dominance of certain actors, which has implications for limited space for community participation and the unequal distribution of tourism economic benefits. Nevertheless, the implementation of CBT contributes to increasing the competitiveness of tourist villages by strengthening local cultural identity and community involvement in tourism activities. This study concludes that strengthening community participation, enhancing human resource capacity, and improving more inclusive and transparent governance are essential prerequisites for optimizing the implementation of Community-Based Tourism in enhancing the competitiveness and sustainability of tourist villages.
Pemberdayaan Ekonomi Keluarga melalui Pengembangan Usaha Rumah Tangga dan Media Sosial di Desa Baturiti Chandra Adyatma; I Nyoman Angga Prabawa; I Made Dwi Sumba Wirawan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 3 (2026): Edisi September - Oktober
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i3.9575

Abstract

Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali merupakan wilayah pedesaan dengan basis usaha rumah tangga di bidang olahan pangan, kerajinan, dan hasil pertanian yang berpotensi menopang ekonomi keluarga, namun belum berkembang optimal. Permasalahan utama mitra meliputi rendahnya standardisasi kualitas produk, pengelolaan keuangan usaha yang belum terpisah dari keuangan pribadi, serta minimnya pemanfaatan media sosial untuk pemasaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, literasi keuangan, dan pemasaran digital 20 pelaku usaha rumah tangga di delapan banjar Desa Baturiti. Metode pelaksanaan terdiri atas identifikasi kebutuhan mitra, sosialisasi, pelatihan tiga sesi (standardisasi produk, pengelolaan keuangan, pemasaran digital), penerapan teknologi berupa mesin pengemas dan pendampingan aplikasi kasir digital, serta pendampingan lapangan dengan evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari rata-rata 38% menjadi 76%, dengan 70% mitra telah mengelola akun bisnis media sosial dan 80% mulai menerapkan pencatatan keuangan sederhana. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan efisiensi produksi, transparansi arus kas usaha, dan terbukanya akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha. Simpulannya, pendekatan pelatihan aplikatif yang dipadukan dengan pendampingan langsung terbukti efektif mendorong transformasi usaha rumah tangga berbasis sumber daya lokal menuju pengelolaan yang lebih profesional dan berkelanjutan.