Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Permainan Tradisional Egrang Batok Kelapa Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Nur Nariman; Besse Nirmala; Armina Armina; Humaedi Humaedi
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 2 Periode Maret-Mei 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i2.3369

Abstract

Riset ini bertujuan menganalisis perubahan kemampuan motorik kasar anak usia 5–6 tahun melalui permainan tradisional egrang batok kelapa di TK Terpadu Jannatul Ma’wa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe one group pretest–posttest terhadap 35 anak kelompok B. Intervensi dilakukan selama tiga minggu melalui enam sesi permainan berdurasi 30–40 menit. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi aspek kelincahan, kekuatan, dan keseimbangan, lalu dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan paired sample t-test. Hasil menunjukkan rerata skor motorik kasar meningkat dari 29,14 pada pretest menjadi 45,86 pada posttest. Uji hipotesis menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05), dengan peningkatan paling menonjol pada aspek keseimbangan. Temuan ini mengindikasikan permainan egrang batok kelapa berpotensi mendukung stimulasi motorik kasar anak. Namun, hasil perlu ditafsirkan secara hati-hati karena penelitian tidak melibatkan kelompok kontrol.
Peran Keteladanan Guru Dalam Pembentukan Nilai Karakter Religius Pada Anak Usia Dini Febrianingsih Ruhu; Divana Salsabila Khan; Rahmiyanti; Hesti Putri Setianingsih; Besse Nirmala; Zakiyyatul Imamah
Early Childhood Research Journal (ECRJ) Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This literature review looks at fifteen studies from around the world that were published in the past five years. These studies focus on how teachers’ actions influence the development of religious character in young children. The research shows that the way teachers behave during everyday activities, like religious rituals, moral conversations, and social interactions, helps children learn and feel the importance of spiritual and moral values. When teachers model religious behavior, children are more likely to copy prayers, become more independent in their worship, and learn important values like honesty, empathy, patience, and responsibility. When this kind of modeling is included in themed learning activities, it makes learning more interesting, helps children connect emotionally, and improves their understanding of religious values. The review also stresses the need for teachers to be consistent in their behavior, for families to support these values at home, and for schools to have policies that help build religious character. The review also talks about what teachers, school leaders, and researchers can do moving forward.
Partisipasi Anak PAUD dalam Pawai Kebudayaan “Aku Bangga Jadi Anak Indonesia”: Persepsi Orang Tua dan Dampaknya terhadap Perkembangan Sosial-Emosional Rosmiani; Agustan; Besse Nirmala
Jambura Early Childhood Education Journal Vol 8 No 2 (2026): Jambura Early Childhood Education Journal
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jecej.v8i2.4902

Abstract

This study examines parental perceptions of the impact of early childhood participation in the "Aku Bangga Jadi Anak Indonesia" (I Am Proud to Be an Indonesian Child) cultural parade on children's social-emotional development. Employing a descriptive quantitative approach, data were collected through a closed-ended Likert scale questionnaire (1–4) distributed to 25 parents selected via simple random sampling from a population of 250 parents of parade participants in Palu Barat District, Palu City. Descriptive statistical analysis revealed high mean scores (M = 3.24–3.56) across all dimensions, with the highest scores recorded for cultural introduction, positive experiences, teacher support, and children's enthusiasm. Aspects receiving lower scores included event scheduling and venue management. Open-ended responses further highlighted benefits related to peer socialization, cross-class interaction, and creative self-expression through costumes. These findings are substantiated by sociocultural theory (Vygotsky), cognitive developmental theory (Piaget), social learning theory (Bandura), and psychosocial theory (Erikson). Overall, parents rated the activity highly positively for children's holistic development, with recommendations for improvements in scheduling and activity diversification.
Pelatihan Guru PAUD dalam Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality untuk Pengenalan Bahasa Daerah Kaili pada Anak Usia Dini Besse Nirmala; Durrotunnisa Durrotunnisa; Haerul Annuar; Sita Awalunisah; Hesti Setianingsih; Ika Juhriati
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 8, No 2 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v8i2.4878

Abstract

Meningkatnya kebutuhan transformasi digital dalam pendidikan anak usia dini menuntut guru memiliki literasi teknologi yang memadai. Namun, kondisi di TK Putra Kaili Permata Bangsa menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih mengandalkan media pembelajaran konvensional dan belum memiliki pengetahuan serta keterampilan dalam memanfaatkan teknologi inovatif seperti Augmented Reality (AR). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memahami, merancang, dan mengimplementasikan media pembelajaran berbasis AR yang terintegrasi dengan budaya lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui empat tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, pelatihan dasar, diseminasi produk riset, serta evaluasi dan perencanaan keberlanjutan. Kegiatan ini melibatkan 12 guru PAUD di TK Putra Kaili Permata Bangsa Kota Palu. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata skor pemahaman dan keterampilan guru meningkat dari 48,34% menjadi 78%, yang mencerminkan peningkatan signifikan pada kemampuan guru dalam mengenal konsep AR, mengoperasikan media AR, serta merancang pembelajaran berbasis AR. Selain itu, guru mampu mengimplementasikan media AR dalam kegiatan pembelajaran dan menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam menggunakan teknologi digital. Dampak lanjutan dari peningkatan kompetensi guru terlihat pada meningkatnya keterlibatan dan antusiasme anak selama proses pembelajaran. Kegiatan ini menegaskan bahwa pelatihan AR berbasis konteks budaya lokal efektif dalam meningkatkan kompetensi guru PAUD dan mendukung strategi transformasi digital di PAUD.Kata kunci: Augmented Reality, Diseminasi Produk Penelitian, Media Pembelajaran Inovatif, Pendidikan Anak Usia Dini.