Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Preventif Bullying di Lingkungan Sekolah melalui Sosialisasi Edukatif pada Siswa SMP di Kota Jayapura Papua: Penelitian Novihta Sampe; St. Rahmadani; Haerul Annuar; Fitriani; TB Noer Iman Achmad S
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6360

Abstract

Perilaku bullying di sekolah berdampak negatif pada kondisi psikologis, kepercayaan diri, dan proses belajar siswa sehingga memerlukan penanganan edukatif yang terstruktur dan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa SMP YPK Hedam Kota Jayapura, Papua tentang bullying dan pencegahannya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan edukatif partisipatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Data dikumpulkan melalui tes sebelum dan sesudah penyuluhan pada 43 siswa, lalu dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 69,65 menjadi 87,14 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang menandakan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi. Siswa juga menunjukkan kesadaran yang lebih tinggi terhadap dampak bullying serta kesediaan untuk berempati dan mendukung korban. Temuan ini menegaskan bahwa penyuluhan interaktif efektif dalam membentuk pemahaman dan sikap anti-bullying pada remaja SMP. Penelitian selanjutnya disarankan memperluas sampel, melibatkan guru dan orang tua, serta mengembangkan program pencegahan bullying yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Pelatihan pengintegrasian budaya lokal berbasis TIK ke dalam materi pembelajaran anak usia dini Sirjon Sirjon; Erna Olua; Rian Riolin Beay; Diana Setyaningsih; Indrawati Indrawati; Haerul Annuar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38367

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital menuntut kemampuan guru untuk dapat mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi ke dalam pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan budaya lokal. Namun, guru dan calon guru pendidikan anak usia dini di Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, masih menghadapi keterbatasan kompetensi teknologi, rendahnya kemampuan mengintegrasikan budaya lokal ke dalam materi ajar, serta minimnya pendampingan praktik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dan calon guru dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk merancang pembelajaran berbasis budaya lokal. Mitra kegiatan adalah guru dan calon guru pendidikan anak usia dini di wilayah Nimbokrang dengan jumlah peserta 16 orang. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan berbasis praktik, workshop pengembangan materi, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test disertai refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator, yaitu pemahaman teknologi, kemampuan integrasi budaya lokal, penggunaan teknologi untuk evaluasi pembelajaran, pengembangan materi kontekstual, peningkatan rasa percaya diri, dan komitmen penggunaan teknologi secara berkelanjutan. Seluruh peserta mencapai kategori sangat baik pada aspek kompetensi dan menunjukkan kesiapan menerapkan hasil pelatihan di lembaga masing-masing. Kata kunci: pendidikan anak usia dini; teknologi informasi dan komunikasi; budaya lokal; pelatihan guru; pembelajaran kontekstual. Abstract The development of digital technology demands that teachers integrate information and communication technology into contextual and culturally relevant learning. However, early childhood teachers and teacher candidates in Nimbokrang, Jayapura Regency, still face limited technological competency, low ability to integrate lokal culture into open materials, and minimal practical mentoring. This community service activity aims to improve the competency of teachers and teacher candidates in utilizing information and communication technology to design lokal culture-based learning. The activity partners are early childhood teachers and teacher candidates in the Nimbokrang area with 16 participants. The implementation method includes needs analysis, practice-based training, material development workshops, mentoring, and evaluation through pre- and post-tests accompanied by joint reflection. The activity results showed significant improvements in all indicators, namely understanding technology, the ability to integrate lokal culture, the use of technology for learning evaluation, the development of contextual materials, increased self-confidence, and commitment to the sustainable use of technology. All participants achieved the very good category in the competency aspect and demonstrated readiness to apply the training results in their respective institutions. Keywords: early childhood education; information and communication technology; lokal culture; teacher training; contextual learning