Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Karateristik Mahasiswa Terhadap Kemampuan Empati Mahasiswa Keperawatan: Studi Cross Sectional Dwi Nopriyanto; Dea Tri Regina; Bahtiar Bahtiar; Syukma Rhamadani Faizal Nur; Erwan Ahmad; Iwan Samsugito; Dewi Kusumaningsih
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 6 (2025): Volume 7 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i6.17729

Abstract

ABSTRACT Empathy plays an important role in interpersonal relationships and improves communication skills. Empathy plays an important role in providing quality care, and it is important for nursing students and the nursing profession to develop. Nursing students not only need to acquire technical skills but also have interpersonal skills. This study aims to determine the relationship between student characteristics and nursing students' empathy abilities. The research design is descriptive analytical with a Cross-Sectional approach. This study involved students of the Diploma of Nursing study program, Faculty of Medicine, Mulawarman University, semesters 2, 4, and 6 totaling 189 students using a total sampling technique. Bivariate analysis using the Chi-Square test with SPSS version 25. The results of the study explained that the majority of students had good empathy skills (61.9%), and there was no significant relationship between student characteristics such as gender, age, semester, reasons for choosing to study nursing and close friends with students' empathy skills. But parents' jobs have a significant relationship with students' empathy skills (p 0.05). The conclusion is that the findings show that nursing students have good empathy skills, but need further improvement. These results make nursing educators pay more attention to the development of empathy skills of nursing students, increasing the level of empathy is useful in improving health care standards. Keywords: Characteristics, Empathy Ability, Nursing Students  ABSTRAK Empati memiliki peran penting dalam hubungan interpersonal serta meningkatkan kemampuan komunikasi. Empati memainkan peran penting dalam memberikan perawatan berkualitas,  dan penting bagi mahasiswa keperawatan dan profesi keperawatan untuk dikembangkan. Mahasiswa keperawatan bukan hanya perlu memperoleh keterampilan secara teknis tetapi juga memiliki ketrampilan hubungan antar manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karateristik mahasiswa terhadap kemampuan empati mahasiswa keperawatan. Desaian penelitian adalah diskriptif analitik dengan pendekatan Cross-Sectional. Penelitian ini melibatkan mahasiswa prodi D3 Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman semester 2, 4, dan 6 berjumlah 189 mahasiswa dengan menggunakan teknik total sampling. Analisa bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan SPSS versi 25. Hasil penelitian dijelaskan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki kemampuan empati baik (61.9%), dan tidak ada hubungan yang signifikan antara karateristik mahasiswa seperti jenis kelamin, usia, semester, alasan memilih kuliah keperawatan dan teman dekat dengan kemampuan empati mahasiswa. Tetapi pekerjaan orang tua memiliki hubungan yang signifikan dengan kemampuan empati mahasiswa (p0.05). Kesimpulan mendapatkan temuan menunjukkan bahwa mahasiswa keperawatan mempunyai kemampuan empati yang baik, tetapi perlu peningkatan lebih lanjut. Hasil ini membuat pendidik keperawatan lebih memperhatikan pengembangan kemampuan empati mahasiswa keperawatan, meningkatkan tingkat empati bermanfaat dalam meningkatkan standar perawatan kesehatan. Kata Kunci: Karateristik, Kemampuan Empatik, Mahasiswa Keperawatan
Faktor Penentu Keselamatan Pasien dalam Implementasi Teknologi Kesehatan Digital: Tinjauan Literatur Erwan Ahmad; Pratiwi Christa Simarmata; Lailya Khusna
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 01 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v5i01.1061

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan besar pada dunia kesehatan dengan memposisikan perawat berada digarda terdepan sebagai pengguna utama teknologi seperti telemedis, mHealth, dan sistem informasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis bukti mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keselamatan pasien dalam implementasi teknologi kesehatan digital dengan menggunakan pedoman PRISMA melalui proses seleksi yang ketat berdasarkan kriteria yang ditentukann menghasilkan tujuh artikel. Penelitian ini mengungkapkan bahwa keselamatan pasien sangat bergantung pada kompetensi digital perawat yang masih terbatas, kepemimpinan yang efektif, dukungan organisasi, serta keterlibatan pasien. Temuan ini menyoroti peran krusial perawat dalam memastikan implementasi teknologi digital yang aman dan efektif bagi pasien. Keberhasilan teknologi kesehatan digital sangat bergantung pada peningkatan kompetensi perawat yang didukung oleh strategi implementasi yang komprehensif. Sehingga perlu ditekankan pentingnya peningkatan pelatihan berbasis lintas generasi, pengembangan kebijkan dan kolaborasi interprofessional dalam memastikan keamanan dan efektifitas teknologi digital dan berpusat pada pasien. Kata kunci: Keselamatan Pasien, Kesehatan Digital, Kompetensi Perawat
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Tidur Pasien dengan Penyakit Kardiovaskuler: Tinjauan Literatur Lailya Khusna; Erwan Ahmad; Pratiwi Christa Simarmata
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 01 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v5i01.1080

Abstract

Penyakit kardiovaskuler menjadi penyebab utama morbiditas, disabilitas dan kematian dini diseluruh dunia. Faktor resiko yang memperberat adalah gaya hidup yang tidak seimbang. Semakin tinggi angka kejadian penyakit kardiovaskuler, kualitas hidup pasien terancam semakin memburuk. Beberapa hal yang dapat mempengaruhinya adalah kualitas tidur yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mencari bukti terkait faktor faktor yang mempengaruhi kualitas tidur pasien dengan penyakit kardiovaskuler. Menggunakan pedoman PRISMA dan melalui proses seleksi berdasarkan kriteria yang ditentukan, ditetapkan sebanyak 6 artikel yang sesuai untuk direview. Diperoleh hasil bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas tidur antara lain nyeri, dyspnea, palpitasi, kelelahan, insomnia, ritme aktifitas-istirahat, obstructive sleep apnea, kurangnya aktifitas fisik, masalah psikologis, dan pengobatan. oleh karenanya, perlu dtekankan bahwa diperlukan strategi lanjutan sebagai acuan pengembangan keilmuan agar kualitas tidur pasien stabil.