Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH TERAPI BERMAIN TERHADAP PERILAKU KOOPERATIF ANAK SELAMA TINDAKAN PROSEDUR INVASIF : LITERATURE REVIEW Rahmah, Nur; Seniwati, Tuti; Bahtiar, Bahtiar
Jurnal Ners Indonesia Vol 12, No 1 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jni.12.1.92-103

Abstract

Rawat Inap seperti pelaksanaan prosedur invasive dapat mengganggu kehidupan anak dan dapat menimbulkan perasaan seperti kecemasan, ketakutan dan perilaku tidak kooperatif. Bermain adalah bagian dari kehidupan anak-anak. Untuk mengetahui adanya pengaruh terapi bermain terhadap perilaku koperatif anak selama tindakan invasif. Rancangan yang digunakan adalah Literature review. Studi Literature review ini berdasarkan PRISMA checklist. Pencarian artikel melalui 6 database. PubMed, SciELO, Science Direct, DOAJ, Portal Garuda, dan Wiley Online Library. Pertanyaan penelitian terstruktur dengan memakai metode PICO (patient, intervention, comparasion, dan outcome). Studi ini menggunakan kata kunci pencarian berdasarkan database MeSH Term. Ada 12.102 artikel yang diidentifikasi tetapi hanya 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Dari 12.102 artikel dari tahun 2010-2020 yang diindentifikasi didapatkan sebanyak tigabelas artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Penelitian yang menyelidi pengaruh terapi bermain terhadap perilaku kooperatif anak selama tindakan prosedur invasif. Ada 9 studi ekperimen, 2 studi quantitative. Studi dilakukan di beberapa negera di dunia: 9 studi dilakukan di Indonesia, 2 studi dilakukan di Brazil. Populasi yang diteliti adalah anak yang berumur 3-6 tahun. Namun yang paling banyak ditemui dalam literature review ini adalah anak dengan jenis kelamin perempuan dan usia 4 tahun. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa intervensi dengan terapi bermain dapat meningkatkan perilaku kooperatif dan penerimaan prosedur invasif. Terapi bermain memiliki manfaat pada anak-anak yang menjalani perawatan di rumah sakit dan berpengaruh terhadap perilaku kooperatif anak selama tindakan invasif.
A "Not able to live anymore": Reaction of the grieving process of the elderly dealing with chronic disease Bahtiar Bahtiar; Sahar Sahar; Junaiti Junaiti; Wiarsih Wiarsih; Wiwin Wiwin
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 1 No. 1 (2018): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.485 KB) | DOI: 10.35654/ijnhs.v1i1.6

Abstract

Background: Psychological problems have an impact on the elderly with chronic diseases thus affecting health status. Objective: The purpose of this study was to identify the response of the elderly in dealing with chronic diseases. Methods: This study uses a descriptive phenomenology method. The population in this study were elderly who lived in Makassar City and had a chronic disease. This study illustrates the experience of 13 older adults aged 60-78 years who experience chronic disease. Results: A response felt by the elderly with chronic diseases for years, a series of grieving processes. The grieving process felt by the elderly is a psychological reaction from the suffering experienced due to symptoms and complaints of chronic illness. The series of grieving process reactions that are displayed are denial, anger, bargaining, despair, and resignation. Conclusion: The old experience with denial, anger, bargaining during chronic illness is normal. Also, the elderly could experience a desperate reaction during chronic illness due to the prolonged treatment process, and resignation reaction was a sign that the elderly were aware of the disease condition which they experienced. Recommendation: nursing intervention is needed related to grieving issues that include aspects of self, physical, social and spiritual for elderly with chronic illness. Keyword: grieving, chronic illness, elderly, family
Nurse Preceptor Experience in Preceptorship Program: A Systematic Literature Review of Qualitative Studies Moh Heri Kurniawan; Bahtiar Bahtiar
International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Vol. 1 No. 1 (2018): International Journal of Nursing and Health Services (IJHNS)
Publisher : Alta Dharma Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.97 KB) | DOI: 10.35654/ijnhs.v1i1.8

Abstract

This systematic literature review describes the experiences of the nurse preceptor in the preceptorship program in health care services. Data was collected from three databases: EBSCO, ScienceDirect, and Scopus. Qualitative, peer-reviewed, original studies published in English from 2013 until 2017 and exploring preceptor experiences of the preceptorship program were involved. The manuscripts were selected by screening titles, abstracts and full papers and the quality of the studies was measured. Data were analysed using content analysis.Ten studies were chosen for the review. Nurse preceptor experiences were divided into four main categories: experiences related to the preparation; experiences related to the preceptee; experiences preceptor role during the program; and experiences related to work environment. The findings establish that the nurse preceptor has a great impact to determine the quality of nursing services to the new graduate nurses, but many challenges face during the program.
ANALISIS KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DALAM PELAKSANAAN CEGAH TANGKAL PENYAKIT COVID-19 DI PINTU NEGARA PADA PETUGAS KESEHATAN KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I MAKASSAR Reny Marlina; Yuliana Syam; Bahtiar Bahtiar

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v1i2.21585

Abstract

Latar belakang: Alat  pelindung  diri bagi tenaga kerja sangat dibutuhkan dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kecelakaan kerja termasuk penyakit covid-19. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Dalam Pelaksanaan Cegah Tangkal Penyakit Covid-19 di Pintu Negara pada Petugas Kesehatan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar.  Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan survei deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling sebanyak 54 orang. Hasil dianalisa dengan menggunakan program SPSS 21.0. (SPSS, Inc Chicago, IL). Hasil: sebagian besar petugas patuh (92,6%) dalam penggunaan APD Dalam Pelaksanaan Cegah Tangkal Penyakit Covid-19, sebagian besar menggunakan sarung tangan (94,4%), semua menggunakan masker (100%), lebih dari setengah menggunakan penutup kepala (63,3%), lebih dari setengah menggunakan kacamata pelindung (70,4%), dan lebih dari setengah menggunakan baju pelindung (55,6%). Kesimpulan: Sebagian besar petugas patuh dalam penggunaan APD Dalam Pelaksanaan Cegah Tangkal Penyakit Covid-19. Oleh karena itu, bagi pihak tekait dalam hal ini pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar agar dapat menyediakan APD terkait Pelaksanaan Cegah Tangkal Penyakit Covid-19 dan berupaya meningkatkan keptauhan petugas dalam penggunaan APD.
Edukasi Pencegahan Infeksi Saluran Kemih (Sirkumsisi) Pada Orang Tua Dan Anak Usia Sekolah Jamaah Masjid Darussalam Bengkuring Kota Samarinda Rita Puspa Sari; Ruminem Ruminem; Bahtiar Bahtiar; Mayusef Sukmana; Iskandar Muda; Muhammad Aminuddin; Dwi Nopriyanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4729

Abstract

 ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan pemberian edukasi berupa  penyuluhan tentang Pencegahan Infeksi Saluran Kemih pada orang tua dan anak-anak  yang dilakukan sirkumsisi adalah bentuk perhatian petugas Kesehatan dalam melakukan pencegahan masalah Kesehatan yang mungkin timbul di kelompok masyarakat. Edukasi yang diberikan kepada orang tua dan anak yang dilakukan sirkumsisi diharapkan mampu mencegah infeksi saluran kemih dengan dilakukan sirkumsisi dan cara perawatan dirumah pasca tindakan sirkumsisi  serta menambah pengetahuan tentang penyakit infeksi yang dapat terjadi pada anak-anak. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan tentang pencegahan infeksi saluran kemih serta perawatan pasca sircumsisi yang dibutuhkan oleh orang tua dan anak yang dilakukan sirkumsisi. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 23 Juni 2021 di Ruang Minihospital Laboratorium Keperawatan Prodi D3 Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman, dengan sebanyak 30 orang tua dan 15 anak. Kegiatan edukasi yang dilakukan berupa penyampaian materi   tentang pencegahan infeksi saluran kemih dan  perawatan pasca sircumsisi dirumah. Kegiatan ini membawa dampak yang positif  dilingkungan kelompok masyarakat yaitu dengan bertambahnya pengetahuan orang tua dan anak yang ditunjukkan dengan mereka mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pemateri serta atas permintaan pengurus masjid agar dapat dilaksanakan juga edukasi untuk remaja masjid, melihat antusiasme seperti ini  perlu kiranya diberikan edukasi dengan materi lainnya yang memang sangat diperlukan dalam meningkatkan Kesehatan keluarga dan masyarakat. Kata Kunci: Edukasi, Infeksi saluran kemih, Sirkumsisi  ABSTRACTCommunity service activities by providing education in the form of counseling about the prevention of Urinary Tract Infections for parents and children who have circumcision are a form of concern for health workers in preventing health problems that may arise in community groups. The education given to parents and children who underwent circumcision is expected to be able to prevent urinary tract infections by doing circumcision and how to take care at home after circumcision and increase knowledge about infectious diseases that can occur in children. The purpose of this activity is to provide knowledge about the prevention of urinary tract infections and post-circumcision care needed by parents and children undergoing circumcision. This activity was carried out on June 23 2021 in the Minihospital Room of the Nursing Laboratory of the D3 Nursing Study Program, Faculty of Medicine, Mulawarman University, with as many as 30 parents and 15 children. Educational activities were carried out in the form of delivering materials on the prevention of urinary tract infections and post-circumcision care at home. This activity has a positive impact on the community group, namely by increasing the knowledge of parents and children which is shown by their being able to answer the questions posed by the presenters and at the request of the mosque management so that education can also be carried out for mosque youth, seeing enthusiasm like this is necessary. given education with other materials that are needed in improving the health of families and communities. Keywords: Education, Urinary tract infection, Circumcision
Hipnoterapi Sebagai Pilihan Utama Manajemen Nyeri Pada Intraoperatif Sirkumsisi Iwan Samsugito; Mayusef Sukmana; Muhammad Aminuddin; Sholichin Sholichin; Ediyar Miharja; Dwi Nopriyanto; Syukma Rhamadani Faizal Nur; Bahtiar Bahtiar; Iskandar Muda; Siti Rahmadhani; Isma Zul Abdillah Jaya; Enda Maimia Taesa Allison; Siti Riyani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i2.4647

Abstract

ABSTRAK Masalah yang terjadi pada sirkumsisi adalah nyeri akibat penyuntikan. Jika nyeri dapat dihilangkan proses sirkumsisi akan berjalan dengan lancar. Pilihan utama terapi komplementer dalam mengatasi nyeri intraoperatif adalah hipnoterapi. Tujuan pengabdian masyarakat adalah menghilangkan nyeri saat penyuntikan anestesi sehingga anak anak yang dilakukan sirkumsisi merasa nyaman dan senang. Metode yang dijalankan meliputi: protocol kesehatan, penjelasan hipnoterapi, melakukan hipnoterapi, evaluasi hipnoterapi dan pelaksanaan penyuntikan untuk sirkumsisi. Hasil yang didapat rata-rata anak-anak mengatakan tidak merasakan nyeri saat disuntik, orang tua senang melihat anaknya berani disuntik. Pengabdian masyarakat tentang penerapan hipnosis saat intraoperative sirkumsisi mampu menghilangkan nyeri saat penyuntikan obat anestesi. Diharapkan hipnosis dapat diterapkan saat pelaksanaan sirkumsisi. Kata Kunci: Sirskumsisi, Khitan, Sunat, Hipnoterapi  ABSTRACT The problem that occurs in circumcision is pain due to injection. If the pain can be eliminated the circumcision process will run smoothly. The main choice of complementary therapy in dealing with intraoperative pain is hypnotherapy. The purpose of community service is to relieve pain when injecting anesthesia so that children undergoing circumcision feel comfortable and happy. The methods used include health protocols, explanation of hypnotherapy, performing hypnotherapy, evaluation of hypnotherapy, and administering injections for circumcision. The results obtained on average said that children did not feel pain when injected, parents were happy to see their children dared to be injected. Community service about the application of hypnosis during intraoperative circumcision is able to relieve pain during injection of anesthetic drugs. It is hoped that hypnosis can be applied during circumcision Keyword: Circumcision, Khitan, Sunat, Hypnotherapy
Meaning of life among elderly individuals with chronic diseases living with family: A qualitative study Bahtiar, Bahtiar; Sahar, Junaiti; Wiarsih, Wiwin
Makara Journal of Health Research Vol. 24, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Many elderly individuals receive lifelong treatment caused by chronic diseases with symptoms that affecting them physically, psychologically, socially, and spiritually. Spirituality plays an essential role in health conditions and social relationships given that it provides meaning to the elderly individuals life by allowing them to see the wisdom of life events experienced. This research aimed to explore the meaning of life among elderly individuals with chronic diseases. Methods: This research applied descriptive phenomenology using Colaizzi’s method of thematic analysis among 13 elderly patients with chronic diseases. Results: Elderly individuals with chronic diseases found meaning through the following items: (1) surrender to God, (2) divine destiny, (3) care until death, (4) guarantee for health finance, (5) role replacement, and (6) observing the development of children and grandchildren. Conclusion: Elderly individuals with chronic diseases can obtained positive meaning in life through family support. Families are thus expected to facilitate the development of meaning in the lives of elderly individuals with chronic diseases to help them fulfill their spiritual needs.
Penerapan Terapi Musik dan Relaksasi Napas Dalam Untuk Menurunkan Tingkat Stres pada Keluarga Lansia Dengan Syndrom Kelemahan di Wilayah Kerja Kelurahan Lempake Samarinda Bahtiar Bahtiar; Nida Alifah Syaikhah; Muhammad Aminuddin; Dwi Nopriyanto
Journal of Nursing Innovation Vol 1 No 1 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Infermia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.528 KB)

Abstract

Pendahuluan: Frailty akan meningkatkan ketergantungan lansia pada keluarga yang cenderung membawa beban bagi keluarga. Hal ini memicu potensi keluarga mengalami stres saat merawat lansia dengan sindrom frailty. Mendengarkan musik dan relaksasi napas dalam merupakan manajemen stres yang baik, berdampak pada keluarga yang mampu mencegah stres, menghadapi stres, serta memelihara stres dalam setiap ketegangan dalam keluarga. Tujuan: Menganalisa perbedaan tingkat stres sebelum dan sesudah terapi musik dan relaksasi napas dalam pada keluarga lansia dengan sindrom kelemahan. Metode: Desain dalam penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan studi kasus, teknik pengambilan sample secara Purposive Sampling, yang dilaksanakan pada bulan Mei 2022 dengan jumlah responden 3 orang. Results: Tingkat stres pada 3 responden sebelum terapi musik dan relaksasi napas dalam berada di kategori sedang dengan skor DASS 21 sebesar (20), (22), (25), setelah terapi musik dan relaksasi napas dalam berada di kategori ringan dengan skor DASS 21 sebesar (16), (15), (18). Kesimpulan: Terdapat penurunan tingkat stres pada ketiga responden sebelum dan sesudah terapi musik dan relaksasi napas ketiga responden merasa lebih ikhlas dan rileks saat merawat lansia. Hal ini membuat beban yang dialami oleh responden berkurang, sehingga tekanan yang dapat menjadi salah satu faktor stres responden berkurang.
Gambaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa Disabilitas di Kota Makassar Selama Masa Pandemi Covid-19 Bahtiar Bahtiar; Framita Rahman
Journal of Nursing Innovation Vol 1 No 1 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Infermia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.37 KB)

Abstract

Pendahuluan: Disabilitas merupakan kelompok atau populasi berisiko (population at risk) yang terus mengalami peningkatan. Salah satu yang hal yang harus dipenuhi dari penyandang Disabilitas yaitu PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang sampai saat ini masih menjadi masalah pada anak. Tujuan: memberikan gambaran tentang pengetahuan, sikap dan keterampilan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) selama masa pandemic covid-19 pada siswa disabilitas di kota Makassar. Metode: Metode penelitian menggunakan survei deskriptif cross sectional study pada 103 siswa disabilitas menggunakan analisis deskriptif numerik. Results: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata pengetahuan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa disabilitas adalah 7,77 (77,66%), rerata sikap mengenai perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa disabilitas didapatkan sebesar 28,24 (70,60%), rerata keterampilan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat didapatkan sebesar 33,75 (84,36%). Kesimpulan: pengetahuan, sikap dan keterampilan siswa disabilitas di kota Makassar mengenai perilaku hidup bersih dan sehat dengan persentase diatas 70% sehingga dapat dikategorikan dalam kriteria cukup baik. Penelitian ini menjadi data dasar dalam pengembangan program edukasi kesehatan terstruktur mengenai PHBS sehingga dapat meningkatkan status kesehatan anak usia sekolah yang menyandang disabilitas menjadi lebih optimal.
Penerapan Kompres Jahe Merah Terhadap Tingkat Nyeri Pada Lansia Dengan Gout Arthritis Bahtiar Bahtiar; Nanda Sukma Diati; Dwi Nopriyanto; Muhammad Aminuddin
Journal of Nursing Innovation Vol 2 No 1 (2023): Journal of Nursing Innovation
Publisher : Infermia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.572 KB)

Abstract

Pendahuluan: Gout Arthritis adalah salah satu penyakit yang sering diderita lansia. Salah satu terapi non-farmakologi yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri pada lansia dengan gout arthritis adalah kompres jahe merah yang dapat mengurangi peradangan dan asam urat yang menumpuk dan melancarkan sirkulasi darah. Tujuan: Penelitian ini menganalisis skala nyeri sebelum dan sesudah pemberian kompres jahe merah pada lansia dengan gout arthritis. Metode: Desain penelitian ini menggunakan penelitian studi kasus yang dilaksanakan selama 2 minggu dengan 6 kali pertemuan pada bulan Juni 2022 dengan jumlah responden 3 orang. Hasil: Skala nyeri pada 3 responden sebelum diberikan kompres jahe merah berturut-turut 5 (nyeri sedang), 4 (nyeri sedang), 5 (nyeri sedang) dan setelah diberikan kompres jahe merah 0 (tidak nyeri), 0 (tidak nyeri), 2 (nyeri ringan). Kesimpulan: Terdapat penurunan skala nyeri sebelum dan sesudah dilakukan intervensi kompres jahe merah. Kompres jahe dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan dalam penanganan nyeri pada lansia dengan masalah Gout Arthritis.