Ananda Patuh Padaallah
Universitas Medika Suherman

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The The Influence of Health Education Through Audio Visual Media on Knowledge of Coronary Heart Disease in Posbindu PTM Clients Yulta Kadang; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; Previarsi Rahayu; Ananda Patuh Padaallah
An Idea Health Journal Vol 4 No 03 (2024)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v4i03.393

Abstract

Cardiovascular disease (CVD) is one of the health problems that contributes to the largest number of deaths in the world which is defined as an abnormal condition of the heart and blood vessels, one of which is coronary heart disease (CHD). This study was conducted with the aim of analyzing whether there is an effect of Health Education through Audiovisual on Client Knowledge about Coronary Heart Disease at the PTM Posbindu at the Tambelang Health Center UPTD, Bekasi Regency. The type of quantitative research used in this study is Quase Experimental Design with the One Group Pretest and Posttest approach. The location of the study was at the PTM Posbindu UPDT Tambelang Health Center, Bekasi Regency and was carried out in August 2024. Sampling was carried out using non-probability sampling using the purposive sampling method. The sample used was 21 PTM Posbindu clients. The questionnaire used was first tested for validity and reliability with Alpha Cronbach 0.742 which showed that this questionnaire could be used to measure knowledge about coronary heart disease. The data were analyzed using the Wilcoxon alternative test because the results of the ShapiroWilk normality test were not normally distributed
Latihan Isometrik Handgrip Untuk Menurunkan Hipertensi Pada Lansia Oktavia Saffitri; Aprilina Sartika; Ananda Patuh Padaallah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55357

Abstract

Lanjut usia merupakan tahap akhir kehidupan yang ditandai dengan penurunan fungsi fisiologis tubuh sehingga meningkatkan risiko hipertensi akibat berkurangnya elastisitas pembuluh darah. Penyakit hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala (silent killer), namun berisiko menyebabkan komplikasi serius. Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan melalui terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Namun, terapi farmakologis dalam jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi nonfarmakologis. Isometrik Handgrip Exercise merupakan salah satu jenis terapi nonfarmakologis yang bekerja melalui kontraksi otot statis untuk meningkatkan shear stress dan merangsang pelepasan nitric oxide (NO), sehingga menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah dan penurunan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Isometrik Handgrip Exercise terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia hipertensi di Posyandu Lansia Kemuning Desa Sukahati. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan one group pre-post pada 20 lansia hipertensi berusia 60–74 tahun (lansia awal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang signifikan (p = 0,001 < 0,05), sehingga latihan ini efektif pada lansia dengan hipertensi.
Pengaruh Kombinasi Senam Otak dan Memori Games Terhadap Peningkatan Fungsi Kognitif Lansia di Satuan Pelayanan Griya Lansia (SPGL) Karawang Previarsi Rahayu; Aprilina Sartika; Beatrix Elizabeth; Ananda Patuh Padaallah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55732

Abstract

Latar Belakang: Penurunan fungsi kognitif merupakan masalah yang sering terjadi pada lansia akibat proses penuaan dan dapat berdampak pada kemandirian serta kualitas hidup. Upaya nonfarmakologis seperti senam otak dan memori games (terapi gambar) diperlukan untuk membantu mempertahankan dan meningkatkan fungsi kognitif lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam otak dan memori games (terapi gambar) terhadap peningkatan fungsi kognitif lansia di Satuan Pelayanan Griya Lansia (SPGL) Karawang. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi experimental menggunakan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah lansia yang mengalami gangguan fungsi kognitif dan memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa senam otak yang dikombinasikan dengan memori games (terapi gambar buka-tutup). Pengukuran fungsi kognitif dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen Mini Mental State Examination (MMSE). Data dianalisis menggunakan uji statistik paired t-test untuk mengetahui perbedaan skor kognitif sebelum dan sesudah intervensi. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor fungsi kognitif lansia setelah diberikan intervensi senam otak dan memori games dibandingkan sebelum intervensi. Secara statistik, kombinasi intervensi tersebut berpengaruh signifikan terhadap peningkatan fungsi kognitif lansia. Kesimpulan: kesimpulan penelitian ini adalah senam otak dan memori games (terapi gambar) efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif lansia. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis yang mudah, aman, dan aplikatif di pelayanan lansia.. Kata Kunci: Lansia, senam otak, memori games, terapi gambar, fungsi kognitif, MMSE..
PENGARUH EDUKASI VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN PENCEGAHAN MEROKOK REMAJA DI PONDOK PESANTREN RO’IYATUL MUJAHIDIN KABUPATEN BEKASI Miranda Miranda; Ananda Patuh Padaallah; Aprilina Sartika
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55978

Abstract

Merokok merupakan perilaku berisiko pada remaja yang berdampak serius bagi kesehatan, seperti risiko kanker paru-paru hingga kematian dini. Di Pondok Pesantren Roiyatul Mujahidin, ditemukan santri yang merokok akibat kurangnya pengetahuan, sehingga diperlukan media edukasi inovatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi kesehatan melalui media video animasi terhadap tingkat pengetahuan pencegahan merokok pada remaja usia 15-17 tahun di Pondok Pesantren Roiyatul Mujahidin, Kabupaten Bekasi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan model One Group Pretest-Posttest. Sampel berjumlah 90 remaja laki-laki yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar soal pengetahuan yang dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh signifikan pemberian edukasi melalui video animasi terhadap peningkatan pengetahuan responden, dibuktikan dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) serta kenaikan nilai rata-rata (mean) dari 12,87 menjadi 17,69. Simpulan penelitian ini adalah edukasi kesehatan dengan media video animasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan merokok pada remaja di lingkungan pesantren. Kata Kunci: Video animasi, Edukasi kesehatan, Pengetahuan, Pencegahan merokok, Remaja.
Studi Komparatif: Dukungan Keluarga dan Kepatuhan Minum Obat dengan Kualitas Hidup Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Waluya Cikarang Utara Diana Nur Azizah; Indrianada Zahra Nurrahma; Yulta Kadang; Ananda Patuh Padaallah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 6 (2026): Volume 6 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i6.23376

Abstract

ABSTRAK Diabetes Mellitus menyebabkan masalah kecacatan fisik dan mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Kulaitas hidup pasien DM dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu dukungan keluarga, kepatuhan minum obat dan tingkat stres. Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan salah satu penyakit kronis yang jika tidak dikendalikan dengan baik dapat menimbulkan komplikasi serius dan berdampak pada kualitas hidup penderita. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup penderita DMT2 di Puskesmas Waluya Cikarang Utara. Desain penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien DM Tipe II di wilayah kerja Puskesmas Waluya Cikarang Utara sebanyak 56 orang, dengan jumlah sampel 49 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner HDFSS (dukungan keluarga), MARS-5 (kepatuhan minum obat), dan DQOL (kualitas hidup). Analisis data menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup (p = 0,000; PR = 2,602; CI = 1,062–6,373) serta antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup (p = 0,004; PR = 3,733; CI = 0,683–20,419). Pasien dengan dukungan keluarga rendah memiliki risiko 2,6 kali lebih besar mengalami kualitas hidup rendah dibandingkan pasien dengan dukungan keluarga tinggi, sedangkan pasien dengan tingkat kepatuhan rendah memiliki peluang 3,7 kali lebih besar mengalami kualitas hidup rendah dibandingkan pasien yang patuh. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat, semakin baik pula kualitas hidup penderita DMT2. Oleh karena itu, temuan penelitian ini dapat dijadikan dasar bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan intervensi berbasis keluarga untuk meningkatkan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus Tipe 2 melalui peningkatan dukungan keluarga dan kepatuhan terhadap pengobatan. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat, Kualitas Hidup.   ABSTRACT Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic disease that affects the quality of life of sufferers, where family support and medication adherence play an important role for its improvement. This study aims to analyse the relationship between family support and medication adherence with the quality of life of patients with T2DM at Puskesmas Waluya Cikarang Utara. This study design uses a correlational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all Type II DM patients in the working area of the Waluya Cikarang Utara Community Health Centre, totalling 56 people, with a sample size of 49 respondents selected using purposive sampling. Data collection was conducted using the HDFSS (family support) questionnaire, MARS-5 (medication adherence), and DQOL (quality of life). Data analysis was performed using the chi-square statistical test with a significance level of 0.05. The results showed a significant relationship between family support and quality of life (p = 0.000; PR = 2.602; CI = 1.062–6.373) and between medication adherence and quality of life (p = 0.004; PR = 3.733; CI = 0.683–20.419). Patients with low family support had a 2.6 times greater risk of experiencing low quality of life compared to patients with high family support, while patients with low adherence had a 3.7 times greater chance of experiencing low quality of life compared to patients who were compliant. These results indicate that the higher the family support and medication adherence, the better the quality of life of DMT2 patients. Therefore, the findings of this study can be used as a basis for healthcare professionals in developing family-based interventions to improve the quality of life of Type 2 Diabetes patients through increased family support and adherence to treatment. Keywords: Type 2 Diabetes Mellitus, Family Support, Medication Adherence, Quality of Life. 
Prokrastinasi Akademik, Kontrol Diri & Adiksi Gawai Pada Remaja SMP Sri Ajeng SintaDewi; Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; Aprilina Sartika; Ananda Patuh Padaallah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.671

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda penyelesaian tugas akademik yang sering terjadi pada remaja dan dapat berdampak pada prestasi belajar. Perilaku ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis, salah satunya adalah kontrol diri. Remaja dengan kontrol diri rendah cenderung sulit mengendalikan perilaku dan lebih mudah terdistraksi oleh aktivitas yang menyenangkan seperti penggunaan gawai. Selain itu, karakteristik individu seperti usia juga dapat mempengaruhi pola penggunaan gawai pada remaja. Penggunaan gawai yang berlebihan dalam jangka panjang dapat menimbulkan adiksi gawai yang berdampak pada aspek akademik, sosial, dan kesehatan mental remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara prokrastinasi akademik dan kontrol diri dengan adiksi gawai pada remaja SMP di Cibitung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional dan metode cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 92 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner prokrastinasi akademik, kuesioner kontrol diri, dan Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV). Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia remaja awal. Selain itu terdapat hubungan antara prokrastinasi akademik dengan adiksi gawai (p-value = 0,002) serta terdapat hubungan antara kontrol diri dengan adiksi gawai (p-value = 0,024). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik dan kontrol diri merupakan faktor yang berhubungan dengan adiksi gawai pada remaja.
FOOD DIVERSIFICATION TO IMPROVE THE NUTRITIONAL STATUS OF CHILDREN AGED 6-24 MONTHS THROUGH COLLABORATION BETWEEN HEALTH WORKERS AND THE COMMUNITY IN SUKAMAJU VILLAGE, TAMBELANG DISTRICT: FOOD DIVERSIFICATION TO IMPROVE THE NUTRITIONAL STATUS OF CHILDREN AGED 6-24 MONTHS THROUGH COLLABORATION BETWEEN HEALTH WORKERS AND THE COMMUNITY IN SUKAMAJU VILLAGE, TAMBELANG DISTRICT Ananda Patuh Padaallah; Aprilina Sartika; Previarsi Rahayu; Nurul Imam
Community Service Journal of Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v8i1.888

Abstract

Nutrition problems in children aged 6–24 months remain a public health challenge, especially during the period of complementary feeding. Lack of food variety, limited knowledge among mothers, and the suboptimal role of health workers are risk factors for nutrition problems. This community service activity aims to improve children's nutritional status through a food diversification program based on collaboration between health workers and the community in Sukamaju Village, Tambelang District. The methods used in this activity included identifying nutritional problems, providing education on complementary feeding based on local foods, training on menu diversification, health worker assistance, and evaluating the nutritional status of children aged 6–24 months. A total of 26 mothers and health workers were involved in this activity. The evaluation was conducted through weight measurements, knowledge assessments, and observations of complementary feeding practices. The results of the activity showed an increase in mothers' knowledge about diversifying complementary feeding, an increase in cadres' skills in nutrition education, and an increase in the variety of children's daily menus. This collaborative program effectively raised community awareness about the use of local foods as a source of nutrition for children. It was concluded that collaboration between cadres and the community through a participatory approach can improve the quality of complementary feeding.