Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Swot Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah Pada Pengelolaan Kesiswaan Dan SDM Chindytia Chindytia; Ni Ketut Sindhu Santi Asih; Ni Putu Anggie Citra Lestari
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1059

Abstract

Manajemen Berbasis Sekolah merupakan salah satu pendekatan pengelolaan pendidikan yang memberikan wewenang kepada sekolah untuk mengatur dan mengembangkan sumber daya sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik lingkungan pendidikan. Namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pengelolaan kesiswaan dan sumber daya manusia yang menjadi faktor penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Manajemen Berbasis Sekolah melalui pendekatan Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan kesehatan dan sumber daya manusia. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah nasional yang diterbitkan pada periode 2020–2024 dan relevan dengan topik penelitian. Data dianalisis melalui proses identifikasi, klasifikasi, sintesis, dan interpretasi temuan penelitian, kemudian dipetakan ke dalam komponen SWOT. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan Manajemen Berbasis Sekolah mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sekolah melalui optimalisasi otonomi, partisipasi warga sekolah, dan permulaan dalam pengambilan keputusan. Pengelolaan kesiswaan yang terencana berkontribusi terhadap peningkatan kedisiplinan dan prestasi peserta didik, sedangkan pengelolaan sumber daya manusia berbasis kompetensi meningkatkan profesionalitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan berupa otonomi sekolah dan dukungan partisipatif, kelemahan berupa keterbatasan kompetensi dan kapasitas manajerial, peluang berupa dukungan kebijakan pemerintah dan pengembangan program profesional, serta ancaman berupa perubahan kebijakan pendidikan dan persaingan antar sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan SWOT dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi pengelolaan sekolah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Menyimak Sebagai Fondasi Literasi Siswa Sekolah Dasar Melalui Strategi Pembelajaran Terarah Untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Chindytia Chindytia; Kadek Eva Dwi Cahyanti; Ni Made Dewi Candra Pratiwi; Ni Kadek Yunia Putri
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2389

Abstract

Keterampilan menyimak merupakan fondasi literasi yang krusial bagi siswa sekolah dasar, namun sering kali kurang mendapat perhatian dalam praktik pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan tingkat keterampilan menyimak siswa kelas VI sekolah dasar sebelum dan sesudah penerapan Strategi Pembelajaran Terarah (Directed Listening Thinking Activity (DLTA)) melalui teknik ADIK SIMBA (Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana); (2) menganalisis efektivitas teknik tersebut dalam meningkatkan keterampilan menyimak; dan (3) memberikan rekomendasi berbasis bukti empiris bagi penerapannya di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental One Group Pre-Test Post-Test. Sampel penelitian sebanyak 32 siswa kelas VI tahun pelajaran 2026/2027 yang ditentukan dengan teknik sampling jenuh. Instrumen pengumpulan data berupa tes pilihan ganda yang terdiri dari 10 butir soal pada masing-masing sesi pre-test dan post-test yang dibacakan secara lisan tanpa teks tertulis. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji non-parametrik Wilcoxon Signed-Rank Test (α = 0,05), serta perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 93,13 pada pre-test menjadi 96,25 pada post-test, dengan penurunan standar deviasi dari 14,90 menjadi 11,28 yang mengindikasikan hasil yang lebih merata. Uji Wilcoxon Signed-Rank Test memperoleh nilai Z = –2,233 dan Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,026 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Perhitungan N-Gain pada 11 siswa yang belum mencapai skor maksimum diperoleh nilai rata-rata sebesar 0,73 yang termasuk kategori tinggi. Disimpulkan bahwa penerapan Strategi Pembelajaran Terarah melalui teknik ADIK SIMBA efektif meningkatkan keterampilan menyimak siswa kelas VI sekolah dasar dengan menyediakan kerangka kognitif 5W+1H yang sederhana untuk mengubah pola menyimak pasif menjadi aktif dan terstruktur, serta terbukti paling berdampak bagi siswa yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam menyimak.
Strategi Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa Sekolah Dasar Melalui Penggunaan Media Visual Chindytia Chindytia; Ni Luh Putu Dewi Sutrisni; Ayu Made Sinta Permata Dewi; I Gusti Ayu Agung Istri Maharani
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2390

Abstract

Keterampilan bahasa terpenting bagi perkembangan literasi siswa sekolah dasar adalah kemampuan menulis, namun banyak siswa kelas satu yang masih mengalami kesulitan dalam tugas-tugas seperti membentuk huruf dan membedakan huruf-huruf yang mirip. Untuk meningkatkan kosakata, struktur kalimat, koherensi paragraf, dan kreativitas siswa, penelitian ini akan mengevaluasi keterampilan menulis awal siswa serta mengkaji bagaimana media visual seperti foto, diagram, ilustrasi, dan video digunakan dalam pembelajaran menulis.Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif, dengan menerapkan teknik pengambilan sampel purposif atau total pada sebuah kelas tertentu yang teridentifikasi mengalami kesulitan dalam belajar menulis. Tiga tahap pengumpulan data meliputi observasi langsung di kelas, penyebaran kuesioner digital kepada guru kelas, serta penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKPD) berbasis gambar sebagai alat penilaian utama. Analisis data yang dilakukan bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis awal siswa sangat bervariasi: seluruh responden (100%) sepakat bahwa sebagian besar siswa sudah mahir menulis, namun setengah dari responden (50%) juga menyebutkan bahwa beberapa siswa masih memerlukan bantuan, sedangkan 50% sisanya mengidentifikasi adanya siswa yang sama sekali tidak mampu menulis. Dengan persentase 100%, dua tantangan utama yang diidentifikasi adalah kesulitan menulis huruf-huruf tertentu dan kesalahan dalam membedakan huruf-huruf dengan bentuk yang mirip, termasuk O dan Q serta M dan N. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan alat bantu visual yang terencana dan terorganisir membantu siswa kelas 1 sekolah dasar memperkuat keterampilan menulis mereka.