Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Eksplorasi Etnomatematika pada Motif Batik Sarolangun dalam Pembelajaran Geometri Sri Mariana; Bambang Hariyadi; Pinta Murni; M. Naswir
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v9i1.12083

Abstract

Abstrak Pembelajaran matematika berbasis budaya lokal menghubungkan konsep matematis dengan pengalaman sehari-hari peserta didik. Penelitian ini menelusuri unsur etnomatematika pada motif Batik Sarolangun dan keterkaitannya dengan konsep geometri untuk pembelajaran sekolah. Pendekatan kualitatif dengan desain etnografi digunakan, dengan data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi di dua sentra Batik Sarolangun. Tiga pengrajin senior dipilih secara purposif sebagai informan. Analisis data mengikuti model Spradley (domain, taksonomi, komponen, tema budaya), sementara identifikasi konsep geometri dilakukan melalui analisis visual bentuk, pola pengulangan, simetri, dan transformasi motif. Hasil menunjukkan delapan motif utama memuat bangun datar (lingkaran, elips, segitiga, trapesium, belah ketupat, setengah lingkaran, persegi panjang) serta transformasi geometri (translasi, refleksi, rotasi, dilatasi). Penelitian ini menegaskan Batik Sarolangun sebagai sumber belajar geometri berbasis budaya lokal dan menyediakan dasar empiris untuk pengembangan bahan ajar dan strategi pembelajaran yang kontekstual di SD dan SMP. Kata kunci: Etnomatematika, Batik Sarolangun, Geometri, Transformasi Geometri, Pembelajaran Matematika. Abstract Culture-rooted mathematics instruction offers a contextual route to bridging mathematical ideas with learners' lived realities. The present study seeks to investigate ethnomathematical features embedded in Sarolangun Batik motifs and to map the geometric concepts contained therein onto school mathematics content. A qualitative approach with an ethnographic design was adopted. Data were gathered through participatory observation, in-depth interviews, and documentation at two Sarolangun Batik production centres in Sarolangun Regency, Jambi Province. Three senior batik artisans were selected purposively, each with at least ten years of crafting experience and full mastery of the regional motif repertoire. Spradley's analytical stages domain, taxonomic, componential, and cultural theme analysis—guided the data interpretation. Geometric concepts were identified through systematic visual analysis of shape, repetition, symmetry, and transformation patterns. The findings reveal that eight principal motifs of Sarolangun Batik encode plane-geometry concepts (circles, ellipses, triangles, trapezoids, rhombi, semicircles, rectangles) and transformation-geometry concepts (translation, reflection, rotation, and dilation). These results suggest that Sarolangun Batik holds considerable promise as an authentic, contextual ethnomathematical resource for teaching plane figures, symmetry, and geometric transformations at the elementary and lower-secondary levels. Keywords: Ethnomathematics, Sarolangun Batik, Geometry, Geometric Transformation, Mathematics Learning.
Pengembangan e-Modul Berbasis Inkuiri Terbimbing pada Materi Faktor Laju Reaksi Berorientasi Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kasidah Solin; M. Naswir; Asmiyunda Asmiyunda; Yusnidar Yusnidar; Kriswantoro Kriswantoro
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4215

Abstract

Materi faktor laju reaksi dalam pembelajaran kimia sering dianggap sulit oleh peserta didik karena memerlukan pemahaman konsep yang mendalam serta keterkaitan antara teori dan fenomena nyata. Berdasarkan hasil wawancara serta analisis kebutuhan di SMAN 5 Kota Jambi mengungkapkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik masih tergolong rendah, ditambah bahan ajar konveksional berbentuk buku cetak yang minim interaktivitas. Hal ini menggarisbawahi kebutuhan pengembangan bahan ajar berbasis teknologi yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-Modul berbasis inkuiri terbimbing yang layak digunakan dalam pembelajaran kimia. Metode yang digunakan adalah Research & Development yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas XI SMA, dengan instrumen berupa angket validasi ahli, angket respon guru, dan angket respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-Modul memperoleh nilai rata-rata 4,23 dari ahli materi dan 4,47 dari ahli media dengan kategori sangat layak, serta penilaian sebesar 4,6 dan respon peserta didik 84,40% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, e-Modul yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran.
Pegembangan Media Pembelajaran Vidio Menggunakan Aplikasi Animaker yang Beroreantasi Peningkatan Creative Problem Solving pada Materi Kimia Hijau Ela Wulandari; M. Naswir; Yusnidar Yusnidar
Syntax Idea Vol. 8 No. 1 (2026): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntaxidea.v8i1.14442

Abstract

Vidio adalah media pembelajaran yang memanfaatkan gabungan unsur audio dan visual untuk menyampaikan informasi.Vidio visual tidak hanya sekedar gambar bergerak,tetapi juga dilengkapi dengan suara,musik atau narasi yang mendukung pemahaman materi. Pada materi Kimia Hijau siswa dimintak mampu memahami dan menerapkan prinsip kimia hijau dalam kehidupan nyata dari metode pembelajaran creative problem solving dari permasalahan kecil hingga besar memiliki solusi dalam mengatasinya. Penelitian in bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran vidio visual yang efektif pada materi kimia hijau untuk siswa serta.Proses pengembangan penelitian ini menggunakan model ADDIE.Tahap pengembangan ini meliputi analisis, desain produk ,pengembangan ,Implementasi dan Evaluasi.Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar pedoman wawancara dan angket.Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kualitatif komentar dan saran ,analisis data kuantitatif (rata-rata jawaban dan persentase). Hasil penelitian ini diperoleh dari ahli media dan ahli materi masing-masing rerata skor 4,53 dan 4,81 dalam kategori sangat layak.Kemudian diperoleh penilaian penilaian praktis guru kimia dengan rerata skor sebesar 4,66 sangat layak,serta mendapat respon yang sangat baik dari peserta didik dengan presentase 89,5%.