Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDY OF MOSQUITOES FROM THE PERSPECTIVE OF SCIENCE AND RELIGION AS A SOURCE OF EDUCATIONAL VALUES Iswandi; Syofrianisda; Lutfiyani; Yulda Dina Septiana
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol. 6 No. 1 (2026): Algebra : Jurnal Pendidikan Sosial dan Sains
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/v15sq171

Abstract

Studies on mosquitoes have generally focused on biological and health aspects, particularly their role as disease vectors, thereby overlooking the educational and reflective dimensions of this object of study. However, from a holistic educational perspective, natural phenomena, including small organisms such as mosquitoes, can be interpreted as sources of values and learning. This study aims to identify and analyze the educational values embedded in studies on mosquitoes through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The research method involved searching for relevant academic articles and scholarly sources published within a specific time frame through scientific databases, which were then selected using clearly defined inclusion and exclusion criteria. The selected data were analyzed using thematic analysis to identify patterns and categories of educational values. The results indicate that studies on mosquitoes contain several key educational values, namely intellectual humility, ecological responsibility, perseverance and adaptability, spiritual awareness and monotheism, as well as scientific ethics and empathy. These findings affirm that mosquitoes not only have scientific significance but are also relevant as pedagogical media in character education and value-based learning. This study concludes that the SLR approach is effective in uncovering the educational value dimensions of scientific literature and opens opportunities for integrating scientific inquiry with humanistic and spiritual values in educational practice.
Representasi Cadar di Prancis: Analisis Feminisme Barat, Kebebasan Beragama, dan Relevansinya dalam Kehidupan Modern Iswandi; Rahmadi; Slamet Riyadi
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas representasi cadar di Prancis dalam kaitannya dengan feminisme Barat, kebebasan beragama, dan relevansinya dalam kehidupan modern. Isu cadar di Prancis menjadi penting dikaji karena tidak hanya berkaitan dengan praktik berpakaian Muslimah, tetapi juga berhubungan dengan sekularisme negara, politik identitas, hak minoritas, media, gender, dan hak asasi manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis isi media. Data diperoleh dari artikel ilmiah, buku, berita media internasional, dokumen hukum, serta laporan lembaga hak asasi manusia yang membahas cadar, hijab, abaya, sekularisme Prancis, feminisme Barat, dan kebebasan beragama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara tematik dengan mengelompokkan data ke dalam beberapa tema utama, yaitu representasi cadar oleh negara, representasi media, kritik terhadap feminisme Barat, kebebasan beragama, serta relevansi cadar dalam kehidupan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cadar di Prancis tidak hanya dipandang sebagai pakaian keagamaan, tetapi juga direpresentasikan sebagai simbol sosial-politik yang dianggap bertentangan dengan konsep kewarganegaraan sekuler. Pemerintah Prancis cenderung menempatkan cadar dalam kerangka laïcité, keamanan publik, kesetaraan gender, dan integrasi sosial. Media juga berperan membentuk citra cadar sebagai isu kontroversial yang berkaitan dengan konflik, larangan, dan identitas minoritas Muslim. Dari perspektif feminisme Barat, cadar sering dipahami sebagai simbol penindasan perempuan; namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan tersebut perlu dikritisi karena mengabaikan agensi, pengalaman, dan kesadaran religius perempuan Muslim itu sendiri. Penelitian ini juga menemukan bahwa larangan terhadap cadar, hijab, dan abaya berpotensi membatasi kebebasan beragama serta menciptakan eksklusi sosial bagi Muslimah. Dengan demikian, cadar dalam kehidupan modern tidak hanya relevan sebagai isu keagamaan, tetapi juga sebagai isu demokrasi, hak asasi manusia, gender, dan multikulturalisme.