Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

DEVELOPMENT OF PBL-BASED INTERACTIVE E-MODULES TO IMPROVE CRITICAL THINKING SKILLS OF GRADE 4 STUDENTS IN MATHEMATICS AT SDN 060866 MEDAN Try Rahayu; Albert Pauli Sirait; Wildansyah Lubis; Elvi Mailani; Apiek Gandamana
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol. 6 No. 1 (2026): Algebra : Jurnal Pendidikan Sosial dan Sains
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/z9jz5248

Abstract

This research is motivated by the low critical thinking skills and learning outcomes of students in mathematics subjects in grade IV of SDN 060866 Medan, which is caused by learning that is still centered on the teacher and the unavailability of interactive learning media that supports the learning process. This study aims to determine the feasibility, practicality, and effectiveness of developing interactive e-modules based on Problem Based Learning (PBL) to improve critical thinking skills of grade IV students in mathematics subjects. The type of research used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The research subjects were a material expert, a question expert, a design expert, teachers and grade IV students of SDN 060866 Medan, totaling 23 students. Data collection instruments included validation sheets of material experts, question experts, design experts, teacher practicality questionnaires, as well as pre-test and post-test tests to measure effectiveness. The research results showed that the developed e-module was deemed highly feasible, with validation results from material experts reaching 87.69%, validation from question experts reaching 84.61%, and validation from design experts reaching 95.65%. The practicality test yielded a score of 98.6%, categorized as very practical. Furthermore, the e-module also proved highly effective, with a student learning completion rate of 91% and an average score increase from 53.75 in the pre-test to 87.75 in the post-test, representing a 34-point increase. Therefore, the developed interactive e-module based on Problem-Based Learning was deemed feasible, practical, and effective for use in mathematics learning to improve the critical thinking skills of fourth-grade students at SDN 060866 Medan.
Pengaruh Metode Diskusi Buzz Grup Dan Metode Tanya Jawab Terhadap Hasil Belajar Siswa Tema 1 Subtema 2 Kelas V SD Negeri 0304 Siundol Cindy Wulandhani Saputri Hrp; Wildansyah Lubis
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2024): April : Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alfihris.v2i2.773

Abstract

Pendidikan merupakan masalah yang sangat penting dalam kehidupan bangsa, dan Negara. Proses belajar mengajar adalah suatu kegiatan interaktif yang bernilai edukatif. Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 28 sampai 5 Desember 2022 yang dilakukan di SD Negeri 0304 Siundol, Kecamatan Sosopan, bahwa hasil belajar siswa kelas V pada pembelajaran tematik masih rendah dikarenakan metode pembelajaran yang kurang bervariasi sehingga sebagian besar siswa tidak mampu menguasai materi pelajaran dan cenderung merasa jenuh dalam proses belajar mengajar. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh hasil belajar siswa yang memperoleh pembelajaran dengan metode diskusi Buzz Grup dan pembelajaran dengan metode Tanya jawab pada pembelajaran tema 1 subtema 2 kelas V SDN 0304 Siundol. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Negeri 0304 Siundol. Dimana terdapat dua kelas dengan kondisi yang homogen. Pada kelas pertama yaitu kelas VA proses belajar mengajar diberikan perlakuan dengan menggunakan metode Buzz Grup sedangkan pada kelas kedua yaitu kelas VB proses belajar mengajar diberikan perlakuan dengan metode tanya jawab. Desain yang digunakan adalah Multiple Group Pretest-Posttest Design. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis Uji Normalitas, Homogenitas dan Uji Hipotesis menggunakan rumus Uji-t dan Uji-F. Hasil penelitian disimpulkan bahwa dalam pengujian hipotesis dengan uji t tidak ada pengaruh penggunaan metode Buzz Group terhadap hasil belajar, hal ini dapat dibuktikan dengan nilai Thitung 0,659 dan Ttabel 1,68023, nilai Thitung < Ttabel. Sedangkan nilai signifikan untuk pengaruh X terhadap Y adalah sebesar 0,515 > 0,05. Sehingga dapat di ambil kesimpulan bahwa Ha ditolak dan Ho diterima yang berarti tidak ada pengaruh signifikan yang parsial penggunaan metode Buzz Group terhadap hasil belajar siswa. Sedangkan pada pengujian hipotesis kedua, terdapat pengaruh penggunaan metode Tanya Jawab terhadap hasil belajar siswa, hal ini dapat dibuktikan dengan diperoleh nilai Thitung 2,728 dan Ttabel 1,68023, nilai Thitung < Ttabel. Sedangkan nilai signifikan untuk pengaruh X terhadap Y adalah sebesar 0,011 > 0,05. Sehingga dapat di ambil kesimpulan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti ada pengaruh signifikan yang parsial penggunaan metode Tanya Jawab terhadap hasil belajar siswa.
Pengaruh Penggunaan Media Flashcard Dalam Pembelajaran Seni Rupa Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas III Najla Hana Mawaddah Tanjung; Sri Mustika Aulia; Wildansyah Lubis; Husna Parluhutan Tambunan; Try Wahyu Purnomo
Jurnal Keluarga Sehat Sejahtera Vol. 24 No. 1 (2026): JURNAL KELUARGA SEHAT SEJAHTERA (In-Press)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is underpinned by the low learning achievements of students in the Fine Arts subject at Grade III of UPTD SDN 016523 Teladan, attributed to the application of conventional teaching methods and the limited use of engaging visual aids, which consequently led to diminished student motivation and involvement. The primary objective of this research is to examine the impact of utilizing flashcard media on enhancing students' academic performance. The adopted approach constitutes a quantitative study employing a quasi-experimental design based on the Two Group Pretest–Posttest Model, with Grade III students serving as the primary subjects. The research implementation encompassed preparation phases, intervention delivery via flashcard media, and assessment through pre-intervention and post-intervention tests. The analysis results reveal a significant improvement in students' learning achievements following the intervention, as evidenced by the differences in pretest and posttest scores. These findings affirm the efficacy of flashcard media in strengthening mastery of lesson concepts and boosting student participation in Fine Arts instruction. Accordingly, flashcard media can be recommended as an effective teaching innovation to support the enhancement of instructional quality and learning outcomes at the elementary school level.
AKSIOLOGI PANCASILA: REFLEKSI FILSAFAT PENDIDIKAN DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER KEWARGANEGARAAN SISWA SD Apiek Gandamana; Dian Armanto; Wildansyah Lubis
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol. 10 No. 3 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/n46a7j70

Abstract

Abstract: Pancasila holds an important position as the foundation of the state and a source of values that underlies the implementation of national education in Indonesia. Amid globalization and the rapid development of the digital era, education is expected not only to enhance students’ academic competencies but also to foster citizenship character that reflects the nation's core values. This article aims to analyze the axiology of Pancasila as a reflection of educational philosophy in fostering citizenship character among elementary school students. This study employed a library research method with a qualitative descriptive approach. Data were collected from various sources, including books, journal articles, and official documents relevant to axiology, educational philosophy, Pancasila, and citizenship character. The findings indicate that the axiology of Pancasila serves as a value foundation in education that guides character formation through the internalization of religious, humanitarian, unity, democratic, and social justice values. The implementation of these values can be carried out through classroom learning, school culture, contextual learning, teacher role modeling, and the involvement of families and communities. In the digital era, the axiology of Pancasila remains relevant as a moral and social foundation that guides students in responding to various social and technological challenges. Therefore, strengthening the axiology of Pancasila in elementary education is a strategic effort to develop students’ citizenship character so that they become responsible, ethical, and nationally minded citizens. Keyword: Pancasila axiology, educational philosophy, citizenship character, elementary education, character education. Abstrak: Pancasila memiliki kedudukan penting sebagai dasar negara sekaligus sumber nilai yang menjadi landasan penyelenggaraan pendidikan nasional. Di tengah perkembangan globalisasi dan era digital, pendidikan tidak hanya dituntut untuk mengembangkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membentuk karakter kewarganegaraan yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis aksiologi Pancasila sebagai refleksi filsafat pendidikan dalam menumbuhkan karakter kewarganegaraan siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui berbagai sumber pustaka berupa buku, artikel jurnal, dan dokumen resmi yang relevan dengan aksiologi, filsafat pendidikan, Pancasila, dan karakter kewarganegaraan. Hasil kajian menunjukkan bahwa aksiologi Pancasila memiliki peran sebagai landasan nilai dalam pendidikan yang mengarahkan pembentukan karakter peserta didik melalui internalisasi nilai religiusitas, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial. Implementasi nilai-nilai tersebut dapat dilakukan melalui pembelajaran, budaya sekolah, keteladanan guru, pembelajaran kontekstual, serta keterlibatan keluarga dan masyarakat. Di era digital, aksiologi Pancasila tetap relevan sebagai fondasi moral dan sosial dalam membimbing peserta didik menghadapi berbagai tantangan perubahan sosial dan teknologi. Dengan demikian, penguatan aksiologi Pancasila dalam pendidikan dasar menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter kewarganegaraan siswa yang berintegritas, bertanggung jawab, dan berkomitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. Kata Kunci: aksiologi Pancasila, filsafat pendidikan, karakter kewarganegaraan, pendidikan dasar, pendidikan karakter