Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis QoS Jaringan pada Server Debian Menggunakan Algoritma Hierarchical Token Bucket untuk Manajemen Bandwidth Andre Septianus Nababan; Raymon Simamora; Cristina Situmorang; Lotar Mateus Sinaga
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11612

Abstract

Pertumbuhan jumlah pengguna dan volume lalu lintas data menuntut jaringan komputer yang mampu menyediakan koneksi stabil, cepat, dan terkontrol. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas layanan jaringan pada server Debian 12 melalui penerapan algoritma Hierarchical Token Bucket sebagai metode manajemen bandwidth. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan membandingkan kondisi jaringan sebelum dan sesudah penerapan HTB pada topologi bintang yang melibatkan satu server Debian, perangkat MikroTik sebagai switch atau bridge, serta dua client pengujian. Konfigurasi HTB membagi bandwidth sebesar 10 Mbps untuk Client 1 dan 5 Mbps untuk Client 2. Pengukuran dilakukan terhadap parameter Quality of Service yang meliputi throughput, delay, jitter, dan packet loss menggunakan iperf3 dan ping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan HTB, throughput kedua client relatif sama, yaitu 94,7 Mbps pada Client 1 dan 94,8 Mbps pada Client 2. Setelah HTB diterapkan, throughput menjadi 8,81 Mbps dan 4,71 Mbps, sehingga pembatasan bandwidth berjalan sesuai kebijakan. Nilai delay rata-rata tetap rendah, yaitu 3 ms pada Client 1 dan 5 ms pada Client 2, sedangkan packet loss tetap 0% pada kedua client. Nilai jitter sesudah HTB sebesar 0,292 ms dan 5,862 ms, yang masih termasuk kategori sangat baik berdasarkan standar TIPHON. Temuan ini menunjukkan bahwa HTB efektif mengatur distribusi bandwidth secara adil, terstruktur, dan efisien tanpa menurunkan stabilitas layanan jaringan secara signifikan.
Evaluasi Kinerja Web Server Nginx Dan Apache2 Pada Sistem Debian Menggunakan Metode Stress Testing Angela Simanullang; Erich Ricardo; Lotar Mateus Sinaga
JUKOMIKA (Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika) Vol. 9 No. 1 (2026): July
Publisher : LPPMPP Yayasan Sejahtera Bersama Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54650/jukomika.v9i1.709

Abstract

Meningkatnya kebutuhan terhadap layanan berbasis web yang cepat dan stabil menjadikan pemilihan web server sebagai faktor penting dalam implementasi sistem. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan kinerja Apache2 dan Nginx pada sistem operasi Debian 12 menggunakan metode stress testing. Pengujian dilakukan pada lingkungan implementasi yang identik menggunakan Apache Benchmark (ab) dengan 5.000 request dan 100 concurrent connection. Parameter yang dianalisis meliputi Requests per Second, Time per Request, Transfer Rate, dan Failed Requests. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nginx memperoleh 5500.65 Requests per Second, Time per Request sebesar 18.180 ms, dan Transfer Rate sebesar 4555.23 KBytes/sec, sedangkan Apache2 memperoleh 439.66 Requests per Second, Time per Request sebesar 227.448 ms, dan Transfer Rate sebesar 2607.48 KBytes/sec. Kedua web server berhasil menyelesaikan seluruh request tanpa Failed Requests. Penelitian ini memberikan evaluasi objektif terhadap performa kedua web server sehingga dapat menjadi referensi dalam pemilihan web server sesuai kebutuhan implementasi layanan berbasis web.