Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PEMANFAATAN KAMERA SMARTPHONE DALAM FOOD PHOTOGRAPHY Kusuma, Sigit Setya; Nugraha, Rika; Novianti, Vera
Wacadesain Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/wacadesain.v4i2.1346

Abstract

Penelitian ini berjudul Pemanfaatan Kamera Smartphone dalam Food Photography (Studi Kasus Kwecang Makanan Khas Daerah Kuningan) yang bertujuan untuk menghadirkan konsep dan penataan yang baru dari Kwecang. Penulis juga menghadirkan typography untuk penyampaian pesan pada audiens. Proses visualisasi karya cipta food photography dan brand image dengan menggunakan kamera smartphone memberikan peluang besar terhadap makanan Kwecang khas daerah Kuningan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam analisis data, observasi, wawancara, dan kuisioner kepada masyarakat Kuningan sebagai metode pengumpulan data. Media Informasi mengenai tampilan visual kwecang menggunakan smartphone berupa foto pigura dan katalog food photography kwecang makanan khas daerah Kuningan dengan penyajian karya yang disajikan melalui sosial media dan media pendukung lainnya. Dengan adanya media ini,pemanfaatan kamera smartphone pada kwecang makanan khas daerah Kuningan akan dapat dikenali dan diketahui oleh masyarakat Kuningan. Media ini akan bermanfaat sebagai hasil karya fotografi yang menarik untuk lebih memperbaharui trend food photography dalam pemanfaatan kamera smartphone.
STYLE DAN POSE WEDDING PHOTOGRAPHY MELALUI TEKNIK SINGLE LIGHTING DALAM FOTOGRAFI EKSPRESI Al Farizi, M Umam; Nugraha, Rika; Kusuma, Sigit Setya
Wacadesain Vol 4 No 2 (2023): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/wacadesain.v4i2.1413

Abstract

Penelitian ini berjudul Style dan Pose Wedding Photography Melalui Teknik Single Lighting Dalam Fotografi Ekspresi yang bertujuan untuk memvisualisasikan bentuk komunikasi nonverbal, menyajikan visual lebih estetik dan mengetahui style dan pose. Dengan rumusan masalah, bagaimana cara memperkenalkan dan memberikan edukasi tentang trend pada style dan pose dalam wedding photography agar membuat karya foto dengan hasil yang ekspresif dan estetik. Penelitian anda menggunakan metode kualitatif dalam analisis data, observasi, wawancara, dan angket sebagai metode pengumpulan data, Analisa SWOT dalam pemilihan media utama. Landasan teori yang digunakan berupa teori semiotika Roland Barthes. Media informasi yang digunakan berupa media cetak berupa lookbook dan foto pigura dengan media pendukung lainnya. Dengan adanya media ini, trend style dan pose pada foto dalam wedding photography akan dapat dikenali dan diketahui oleh banyak pemotret lainnya. Media ini akan bermanfaat sebagai hasil karya fotografi yang menarik minat pemotret di wilayah Malausma untuk lebih memperbaharui trend style dan pose yang digunakan.
PANAI TRADITION STUDY IN VISUAL NARRATIVE PERSPECTIVE (CASE STUDY: FILM TARUNG SARONG) Andini, Puang; Rahajaan, Jerry Dounald; Nugraha, Rika
JURNAL PAKARENA Vol 8, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v8i1.36159

Abstract

The Panai tradition is a tradition in the wedding structure of the Makassar Bugis Tribe which entirely discusses the concept of ‘siri’ (self-esteem), this Panai tradition is also implemented in the film Tarung Sarong by Archie Hekagery produced by StarVision Plus in 2020 by choosing Netflix as the release media. So that a film review process is needed using theories (1) Qualitative (2) Visual Narrative (3) Ethnography (4) Ethics and Emic. Based on the results of the analysis, there was a shift between the Panai tradition in the film Tarung Sarung and those in the Bugis community of Makassar. In the past understanding in the Bugis community of Makassar, the Panai tradition was interpreted as the concept of self-esteem of a man who came to propose to a woman, while the current understanding of the Panai tradition is interpreted as the concept of ‘doi’ (money) given from the male side to the female side by looking at the female social strata including noble lineage, economic status. level of education, physical condition, and occupation.
DEVELOPMENT OF RESPIRATORY SYSTEM RPG GAME USING UNITY WITH A* (A STAR) ALGORITHM Yulyanto, Yulyanto; Nugraha, Rika; Kusuma, Sigit Setya
Jurnal Pilar Nusa Mandiri Vol. 20 No. 2 (2024): Pilar Nusa Mandiri : Journal of Computing and Information System Publishing Pe
Publisher : LPPM Universitas Nusa Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33480/pilar.v20i2.5911

Abstract

This research addresses the need for more engaging and interactive methods to improve elementary students' understanding of complex scientific concepts, particularly the respiratory system. To overcome the limitations of traditional teaching methods, an educational Role-Playing Game (RPG) incorporating the A* (A-Star) algorithm was developed for optimal game navigation. The study followed the ADDIE development model, which involves Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. During the analysis phase, learning needs were determined through interviews and classroom observations. The design phase involved creating game scenarios and integrating educational content with interactive elements. The A* algorithm was applied during development to ensure efficient navigation. The game was implemented in a 5th-grade classroom in Kuningan, and its effectiveness was evaluated using pre-tests, post-tests, and student questionnaires. Results demonstrated a significant increase in students' understanding, with average post-test scores rising from 58 to 85. Feedback from both students and teachers was very positive, with the game receiving a 94.2% acceptance rate. The study suggests that RPG-based educational games with intelligent algorithms like A* can greatly enhance science education by offering a more engaging and effective learning experience, contributing to advancements in technology-based learning and setting a standard for future educational game development.
Edukasi Budaya Lokal Batik Kuningan (Studi Kasus: Nisya Batik) Nugraha, Rika; Ahdiyat, Azhar Natsir
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 6, No 2 (2024): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v6i2.10514

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu dimaksudkan agar edukasi budaya lokal / culture knowledge Kuningan dapat terimplementasikan kepada masyarakat Kuningan khususnya. Metode penelitian ini dilakukan melalui metode deskriptif dengan pendekatan literasi visual guna mengetahui totalitas komperhensif kebudayaan yang digambarkan melalui nilai/value yang diteliti secara visual, sehingga tampilan visual ini dapat mudah dipahami.Edukasi budaya lokal Batik Kuningan salahsatunya Nisya Batik menggunakan media informasi ilustrasi digital serta animasi pendek yang memuat motif-motif di Nisya Batik.Adanya pengalaman dalam pemahaman pelestarian budaya menjadikan mereka lebih menghargai budaya lokal sebagai culture experience dimana nilai budaya lokal Kuningan berupa Batik Kuningan menjadi bagian dari nilai hidup, nilai adat-istiadat, nilai sejarah serta nilai keelokan budaya dari Kuningan itu sendiri.
Perancangan Microblog Instagram Sebagai Media Kampanye Edukasi Gaslighting Sandra, Fitria; Nugraha, Rika; Ahdiyat, Azhar Natsir
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 7, No 1 (2024): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v7i1.8592

Abstract

Gaslighting merupakan istilah yang sedang populer pada platform sosial media di Indonesia, bahkan dinobatkan sebagai ‘Word of The Year 2022’ dalam pencarian kamus Merriam Webster. Di Indonesia, gaslighting biasanya terjadi pada usia 15 sampai 20 tahun ke atas dan umumnya terjadi dalam suatu hubungan romansa baik pernikahan maupun berpacaran. Masyarakat Indonesia mewajarkan gaslighting dan tidak mengambil tindakan atas perlakuan yang mereka terima. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diperlukan tindakan yang dapat mengedukasi masyarakat terkait gaslighting, salah satu tindakan yang dapat dilakukan ialah kampanye. Tujuan dari perancangan ini ialah untuk merancang dan mengimplementasikan kampanye gaslighting sebagai upaya untuk mengedukasi remaja usia 17 - 25 tahun dalam hubungan sosial lawan jenis di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Perancangan ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode design thinking dan teori-teori seperti desain grafis, tata letak, dan teori media baru untuk menyelesaikan permasalahan. Hasil yang diperoleh dari perancangan berupa pengolahan ide, seperti tema dan konsep, hashtag dan slogan, nama microblog, pemilihan warna, pemilihan tipografi serta elemen visual yang digunakan. Sedangkan microblog diimplementasikan dengan eksekusi visual seperti logo yang digunakan, konsep template, serta pembagian konten yang dibagi menjadi tiga jenis, yaitu konten trivia, konten interaktif, dan konten quotes.
Pengembangan Pasar Lokal Tenun Gadod Majalengka Dalam Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Visual Approach Nugraha, Rika; Yulyanto, Yulyanto; Ahdiyat, Azhar Natsir
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 3 (2024): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i3.870

Abstract

Pasar lokal tenun Gadod  masih belum berkembang secara optimal,oleh karena itu pengembangan pasar lokal tenun Gadod Majalengka perlu dilakukan dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat. Pengembangan pasar lokal membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, membuka peluang kerja dan meningkatkan pendapatan.Dengan adanya pengembangan pasar lokal, diharapkan tercipta lingkungan ekonomi yang berkelanjutan, membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui visual approach, luaran yang ditargetkan:Meningkatkan visualisasi dan promosi produk tenun Gadod melalui media sosial, website, dan material promosi visual lainnya, sehingga produk tenun Gadod lebih dikenal dan diminati oleh konsumen.Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat difokuskan pada urgensi pengembangan pasar lokal tenun Gadod Majalengka berupa peningkatan kualitas desain dan visualisasi produk tenun Gadod, sehingga dapat menarik minat konsumen dan meningkatkan daya saing produk di pasar lokal maupun internasional mengingat kain tenun Gadod menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat.Tujuan dari pengembangan pasar lokal tenun Gadod Majalengka adalah meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses produksi dan promosi produk tenun Gadod melalui media sosial dan platform visual lainnya, memperluas jangkauan pemasaran produk tenun Gadod melalui platform e-commerce dan media visual serta berbasis akses digital.
Optimalisasi Penggunaan Aplikasi Skema Warna Digital Sebagai Strategi Pengembangan Visual Tenun Pada Kain Tenun Gadod Majalengka Nugraha, Rika; Yulyanto, Yulyanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 11 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i11.1968

Abstract

Penggunaan aplikasi skema warna digital sebagai strategi pengembangan visual tenun pada kain tenun Gadod Majalengka menandai perpaduan antara tradisi dan teknologi dalam upaya mempertahankan warisan budaya dan memajukan industri kreatif. Dalam konteks ini, analisis situasi menjadi krusial untuk memahami lanskap yang melingkupi penggunaan teknologi dalam praktik tradisional seperti menenun. Kain tenun Gadod memiliki sejarah yang kaya dan menjadi bagian penting dari warisan budaya Indonesia, khususnya di daerah Majalengka, Jawa Barat. Tenunan ini memiliki ciri khas yang unik, mulai dari pola, motif, hingga warna yang digunakan, yang sering kali merefleksikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal..Tantangan dalam Pengembangan Visual Tenun,meskipun memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi, industri kain tenun Gadod dihadapkan pada berbagai tantangan, terutama dalam hal pemasaran dan daya tarik visual bagi generasi muda. Peran penggunaa aplikasi skema warna digital dalam mengatasi tantangan tersebut, menjadi solusi yang menarik. Aplikasi Palette Room ini memungkinkan para perancang dan pembuat kain tenun untuk dengan mudah menciptakan dan mengeksplorasi berbagai kombinasi warna secara digital sebelum menerapkannya pada produk fisik. Dengan demikian, proses desain dan produksi dapat lebih efisien dan responsif terhadap tren pasar yang berkembang. Hasil analisis  penggunaan aplikasi skema warna digital dalam pengembangan visual tenun pada kain tenun Gadod Majalengka, terbukti efektif namun memiliki kekurangan dalam hasil akhir Tenun Gadod disebabkan terbatasnya jenis pewarnaan alami dan sintetis. Tujuan akhir penggunaan aplikasi warna digital memudahkan dalam proses padu-padan warna untuk menghasilkan motif yang lebih variatif.
MENAVIGASI ERA DIGITAL UNTUK ORANG TUA DALAM UPAYA MENYOKONG GENERASI DIGITAL Yulyanto; Nugraha, Rika; Azhar Natsir Ahdiyat
Jurnal Pengabdian Rekayasa Sistem Vol 3 No 1 (2025): Edisi 5
Publisher : Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jpres.v3i1.5332

Abstract

Di era digital, masyarakat, terutama orang tua, menghadapi berbagai tantangan dan peluang yang dihadirkan oleh perkembangan teknologi. Kurangnya literasi digital di kalangan orang tua di Desa Sukamukti, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, memunculkan kebutuhan untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap manfaat, risiko, dan penggunaan teknologi secara bijaksana. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan memberikan edukasi kepada ibu-ibu PKK dan komunitas lokal mengenai literasi digital, pengasuhan digital, dan penggunaan aplikasi digital parenting tools. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan pelatihan berbasis praktik. Materi yang disampaikan mencakup transformasi era digital, risiko dunia maya, dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep literasi digital dan kesadaran akan peran mereka dalam mendampingi anak-anak di dunia digital. Meskipun masih terdapat kendala berupa perbedaan tingkat pemahaman teknologi di kalangan peserta, antusiasme yang tinggi menunjukkan potensi keberlanjutan program ini. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis untuk membangun komunitas yang melek digital, aman, dan inklusif di Desa Sukamukti.
Inovasi Produk Dan Motif Batik Pada Industri Kreatif Nisya Batik Sebagai Basis Dan Bentuk Pengembangan Digitalisasi Kebudayaan Di Kabupaten Kuningan Nugraha, Dadan; Nugraha, Rika; Nugraha, Nunu; Hamdani, Dadang
BUFFER INFORMATIKA Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : TI S1 FKOM UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/buffer.v9i1.6656

Abstract

Abstrak Digitalisasi kebudayan merupakan suatu konsep pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan daya guna dalam bidang kebudayaan, terutama dalam hal pengelolaan, pendokumentasian, penyebarluasan informasi dan pengetahuan dari unsur-unsur kebudayaan. Lingkup pengembangan digitalisasi kebudayaan mencakup unsur-unsur kebudayaan, yakni sistem religi, sistem kemasyarakatan atau organisasi sosial, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, sistem mata pencaharian hidup atau sistem ekonomi, dan sistem peralatan hidup atau teknologi (C. Kluckhohn, 1952). Batik merupakan salah satu produk tekstil hasil karya tradisional bangsa Indonesia. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki hasil karya batik dengan kekhasan motifnya termasuk Kabupaten Kuningan. Ini merupakan salah satu dari sekian banyak ragam kekayaan bangsa yang perlu dilestarikan dan dijaga kualitasnya. Penerapan teknologi informasi sebagai instrumen pendukung dalam proses digitalisasi kebudayaan yang berguna bagi seluruh kalangan untuk meningkatkan kinerja salah satunya di dunia usaha industri kreatif. Nisya Batik merupakan salah satu pelaku usaha industry kreatif di kabupaten Kuningan yang memproduksi produk dan motif batik sampai ke proses pemasaran secara konvensional. Untuk itu perlu adanya suatu inovasi pemanfaatan teknologi informasi untuk membantu proses pembuatan sampai ke proses pemasarannya berupa platform aplikasi.   Dalam penelitian ini perancangan aplikasi di buat dengan metode pengembangan sistem Waterfall. Bahasa pemrograman yang digunakan pada sistem yang dikembangkan ini adalah bahasa pemrograman PHP dan pengelolaan databasenya menggunakan SQL. Dengan adanya platform aplikasi ini, Nisya Batik bisa mengelola dan memasarkan produk batik bukan hanya untuk daerah Kabupaten Kuningan, tetapi bisa sampai ke seluruh penjuru Indonesia dan dunia sebagai bentuk kekayaan budaya di Kabupaten Kuningan khususnya dan Indonesia pada umumnya. Kata kunci : Platform; Digitalisasi; Batik;  Waterfall; SQL Abstract Cultural digitization is a concept of using information and communication technology to increase efficiency in the field of culture, especially in terms of managing, documenting, disseminating information and knowledge of cultural elements. The scope of the development of cultural digitization includes cultural elements, namely religious systems, social systems or social organizations, knowledge systems, languages, arts, livelihood systems or economic systems, and systems of living equipment or technology (C. Kluckhohn,1952). Batik is one of the textile products made by the traditional Indonesian people. Almost every region in Indonesia has batik works with unique motifs, including Kuningan Regency. This is one of the many kindsof national wealth that needs to be preserved and maintained for its quality. The application of information technology as a supporting instrument in the process of digitizing culture that is useful for all groups toimprove performance, one of which is in the creative industry business world. Nisya Batik is one of the creative industry business actors in Kuningan district which produces batik products and motifs to the conventional marketing process. For this reason, it is necessary to have an innovation in the use of information technology to help the manufacturing process to the marketing process in the form of an application platform. In this study, the application design was made using the Waterfall system development method. The programming language used in this developed system is the PHP programming language and the database management uses SQL. With this application platform, Nisya Batik can manage and market batik products not only for the Kuningan Regency area, but can reach all corners of Indonesia and the world as a form of cultural wealth in Kuningan Regency in particular and Indonesia in general. Keywords: Platform;  Digitization; Batik;  Waterfall;  SQL