Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perilaku Komunikasi Pemujaan pada Fandom Idol Korea dalam Komunitas EXO-L Samarinda Linda Ayu Lestari; Kadek Dristiana Dwivayani; Harry Isra Muhammad; Ziya Ibrizah
Jurnal Kajian dan Penelitian Umum Vol. 4 No. 2 (2026): April: Jurnal Kajian dan Penelitian Umum
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jkpu-nalanda.v4i2.2248

Abstract

The Korean Wave (Hallyu) phenomenon has significantly influenced Indonesian popular culture, including the emergence of fan communities or fandoms. One of the major fandoms that has developed is EXO-L, the fan community of the Korean idol group EXO. This study aims to describe the idolization behavior that occurs within the EXO-L Samarinda community, as well as the factors that drive it and its impact on fans' lives. This study uses Henry Jenkins' fandom theory and uses a qualitative descriptive method with a phenomenological approach. Data were obtained through observation, in-depth interviews with four informants who are members of the EXO-L Samarinda community, and documentation of community activities both online and offline. The results show that the idolization behavior of EXO-L Samarinda members is formed through three stages of celebrity workshop, namely entertainment-social, intense-personal, and borderline-pathological. This behavior is manifested through intensive discussions about idols, strong emotional bonds, and consumptive actions such as purchasing merchandise and the desire to attend concerts abroad. The main factors driving idolization behavior include interest in EXO's music and visuals, the influence of the social environment, and the role of social media in forming intense interactions. The positive impacts of this behavior include the formation of solidarity and personal motivation, while the negative impacts include consumerism, emotional dependence, and the emergence of excessive fanaticism. This research is expected to contribute to the study of communication science, particularly in understanding the phenomenon of fandom and worship behavior in the digital media era.
Strategi Komunikasi Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara Dalam Mempromosi Rambu Solo Andini Setia Murti; Rina Juwita; Kezia Arum Sary; Harry Isra Muhammad
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/z9vfq531

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara dalam mempromosikan Rambu Solo sebagai daya tarik wisata budaya. Rambu Solo tidak hanya merupakan ritual kematian yang sakral, tetapi juga representasi identitas budaya Toraja yang memiliki nilai simbolik, sosial, spiritual, dan estetis yang kuat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan pasif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan triangulasi sumber. Informan penelitian terdiri atas Kepala Bidang Pemasaran, Seksi Promosi, Seksi Komunikasi Pemasaran, dan satu informan masyarakat Toraja. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Disbudpar Toraja Utara berorientasi pada tahapan attention, interest, desire, decision, dan action. Tahap perhatian dibangun melalui penonjolan visual dan narasi budaya; tahap ketertarikan dan keinginan diperkuat dengan konten digital, pameran, dan paket wisata budaya; sedangkan tahap keputusan masih menghadapi kendala berupa jadwal upacara yang tidak tetap, keterbatasan informasi real time, dan keterbatasan anggaran promosi. Penelitian juga menemukan bahwa efektivitas promosi diperkuat oleh identitas budaya yang kuat, pengalaman wisatawan, dan kolaborasi pemerintah dengan masyarakat adat. Namun, konsistensi informasi dan penguatan pengelolaan media digital masih perlu ditingkatkan.