Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementation of Smart Tourism in Kedang Ipil Village Kezia Arum Sary; Silviana Purwanti; Rina Juwita
Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Vol 4, No 3 (2021): Budapest International Research and Critics Institute August
Publisher : Budapest International Research and Critics University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birci.v4i3.2274

Abstract

Information communication technology nowadays is used in the economic era digital and tourism industry. Related to ecotourism is applying intelligent tourist villages, preserving natural resources, maintaining physical and mental health, and providing a positive response to the surrounding community. Not fully utilized by online media. Compete globally but able to take advantage of information technology. This research aims to see the village's concern and readiness to use information technology to realize smart tourism. The qualitative research method used interviews of all managers of Kedang Ipil Village. The results showed that the Kedang Village manager used social media to introduce and even sell the old Kutai traditions through Facebook, website and Instagram.
THE IMPACT OF SOCIAL COMPARISON ON INSTAGRAM WITH BODY IMAGE ESTABELISMENT IN YOUNG ADULTS Kinanthi Riandifa; Kezia Arum Sary; Kheyene Molekandella Boer; Nurliah
International Journal of Cultural and Social Science Vol. 6 No. 1 (2025): International Journal of Cultural and Social Science
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/ijcss.v6i1.1022

Abstract

The purpose of this study is to determine whether the impact of Social Media Comparison can influence body image formation among young adults, especially Instagram users. This study is a field research with a descriptive qualitative research design. The data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used in this study is the interactive model approach by Miles & Huberman, which consists of three stages: reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study prove that social media comparison can influence and have a significant impact on individuals' views in forming body image and beauty standards as reflected in their thoughts. In terms of positive impacts, social media can serve as a platform for individuals to express themselves and obtain relevant and up-to-date information. However, social media use can also have negative impacts, one of which is social comparison, which can lead to various psychological health disorders such as stress, excessive anxiety, poor body image, feelings of inferiority, and an increased risk of depression, which can lead to other mental disorders that can endanger individual health.
ANALISIS PENGGUNAAN APLIKASI KENCAN BUMBLE PADA PRIA DAN WANITA DEWASA AWAL Nurani Syaamanda Maulika Oeij; Nurliah, Nurliah; Kezia Arum Sary; Edoardo Tondang
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v5i5.11547

Abstract

Penelitian ini menganalisis penggunaan aplikasi kencan Bumble pada pria dan wanita dewasa awal (18–35 tahun) dengan pendekatan kualitatif berbasis teori Uses and Gratifications. Penelitian bertujuan memahami kebutuhan pengguna, yaitu kognitif, afektif, integrasi personal, integrasi sosial, dan pelepasan ketegangan, melalui wawancara mendalam dengan enam informan di Samarinda. Hasil menunjukkan kebutuhan kognitif paling dominan, dengan pria lebih eksploratif terhadap fitur aplikasi dan wanita lebih reflektif dalam memahami dinamika sosial. Kebutuhan afektif terlihat dari pencarian hiburan dan validasi emosional, dengan wanita mengutamakan kedalaman emosional dan pria fokus pada interaksi ringan. Kebutuhan integrasi personal mendorong validasi diri melalui likes dan matches, lebih menonjol pada pria untuk kepercayaan diri dan wanita untuk hubungan bermakna. Kebutuhan integrasi sosial memfasilitasi perluasan jejaring sosial, dengan wanita lebih selektif mencari relasi jangka panjang. Kebutuhan pelepasan ketegangan terpenuhi melalui swiping dan percakapan ringan, dengan pria lebih terbuka pada hubungan kasual. Bumble berfungsi sebagai ruang sosial digital yang memenuhi kebutuhan psikologis dan sosial secara aktif, sejalan dengan teori Uses and Gratifications, meskipun tantangan seperti penipuan dan dampak psikologis negatif tetap ada.
PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK MAHASISWA UNIVERSITAS MULAWARMAN Dinda Sekar Larasati; Rina Juwita; Kezia Arum Sary; Dony Kristian
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 7 (2025): Desember 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v5i7.12019

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya intensitas penggunaan media sosial Tiktok di kalangan mahasiswa yang berpotensi memengaruhi perilaku akademik, khususnya dalam bentuk prokrastinasi atau kebiasaan menunda tugas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh intensitas penggunaan Tiktok terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Universitas Mulawarman. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner skala Likert kepada 100 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin dengan margin of error 10%. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, regresi linear sederhana, uji t, koefisien determinasi (R²) dan korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penggunaan Tiktok berpengaruh positif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik dengan nilai t hitung 14,215 > t tabel 1,984 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai R² sebesar 0,673 menunjukkan bahwa 67,3% variasi perilaku prokrastinasi dijelaskan oleh intensitas penggunaan Tiktok dan nilai rxy = 0,821 dengan signifikansi 0,001 < 0,05 dan berkorelasi sangat kuat. Hasil ini menegaskan bahwa penggunaan Tiktok yang berlebihan dapat menurunkan efektivitas belajar dan manajemen waktu mahasiswa, sehingga diperlukan kesadaran digital dan pengendalian diri dalam penggunaannya.
Strategi Komunikasi Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara Dalam Mempromosi Rambu Solo Andini Setia Murti; Rina Juwita; Kezia Arum Sary; Harry Isra Muhammad
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026): Mei-Agustus, Sustainable Development Goals (SDGs): Multidisciplinary Perspectiv
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/z9vfq531

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toraja Utara dalam mempromosikan Rambu Solo sebagai daya tarik wisata budaya. Rambu Solo tidak hanya merupakan ritual kematian yang sakral, tetapi juga representasi identitas budaya Toraja yang memiliki nilai simbolik, sosial, spiritual, dan estetis yang kuat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipan pasif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan triangulasi sumber. Informan penelitian terdiri atas Kepala Bidang Pemasaran, Seksi Promosi, Seksi Komunikasi Pemasaran, dan satu informan masyarakat Toraja. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Disbudpar Toraja Utara berorientasi pada tahapan attention, interest, desire, decision, dan action. Tahap perhatian dibangun melalui penonjolan visual dan narasi budaya; tahap ketertarikan dan keinginan diperkuat dengan konten digital, pameran, dan paket wisata budaya; sedangkan tahap keputusan masih menghadapi kendala berupa jadwal upacara yang tidak tetap, keterbatasan informasi real time, dan keterbatasan anggaran promosi. Penelitian juga menemukan bahwa efektivitas promosi diperkuat oleh identitas budaya yang kuat, pengalaman wisatawan, dan kolaborasi pemerintah dengan masyarakat adat. Namun, konsistensi informasi dan penguatan pengelolaan media digital masih perlu ditingkatkan.