Filter By Year

1945 2024


Found 190 documents
Search Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia 3 Tahun

PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN (DITINJAU DARI PEMEROLEHAN SEMANTIK YANG DIKUASAI ANAK USIA 3-4 TAHUN) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR Wenny Aulia Sari
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.025 KB) | DOI: 10.29300/alfitrah.v1i2.1334

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa anak usia 3-4 tahun ditinjau dari pemerolehan semantik ketika media gambar diperlihatkan dan saat menggeneralisasikan gambar-gambar (terhadap respon).Subjek pada penelitian ini adalah seorang anak perempuan yang berusia 3 tahun yang bernama Faradila Diwanta yang biasa dipanggil dengan “Fara”. Analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan membandingkan setiap data atau respon yang didapat terhadap anak usia 3;0-4;0 tahun, menginterpretasikannya sesuai data yang ada dan memberi kesimpulan berdasarkan analisi data tersebut.Pemerolehan bahasa ditinjau dari fitur-fitur semantik dengan media gambar ini dapat membuat anak memperoleh bahasa dan dengan adanya stimulus-respon dapat membuat perkembangan psikologi anak menjadi berkembang serta Respon pada saat menggeneralisasikan gambar-gambar dapat membuat pemahaman anak terhadap gambar-gambar yang diperlihatkan.Kata kunci: Pemerolehan Bahasa, Semantik dan Media Gambar
PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN (DITINJAU DARI PEMEROLEHAN SEMANTIK YANG DIKUASAI ANAK USIA 3-4 TAHUN) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR Sari, Wenny Aulia
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 1, No 1 (2018): Early Childhood Islamic Education
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ja.v1i2.1334

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa anak usia 3-4 tahun ditinjau dari pemerolehan semantik ketika media gambar diperlihatkan dan saat menggeneralisasikan gambar-gambar (terhadap respon).Subjek pada penelitian ini adalah seorang anak perempuan yang berusia 3 tahun yang bernama Faradila Diwanta yang biasa dipanggil dengan “Fara”. Analisis data dalam penelitian ini dilaksanakan dengan membandingkan setiap data atau respon yang didapat terhadap anak usia 3;0-4;0 tahun, menginterpretasikannya sesuai data yang ada dan memberi kesimpulan berdasarkan analisi data tersebut.Pemerolehan bahasa ditinjau dari fitur-fitur semantik dengan media gambar ini dapat membuat anak memperoleh bahasa dan dengan adanya stimulus-respon dapat membuat perkembangan psikologi anak menjadi berkembang serta Respon pada saat menggeneralisasikan gambar-gambar dapat membuat pemahaman anak terhadap gambar-gambar yang diperlihatkan.Kata kunci: Pemerolehan Bahasa, Semantik dan Media Gambar
Pemerolehan Bahasa Pertama pada Anak Usia Dini (Kajian Psikolinguistik: Pemerolehan Fonologi pada Anak Usia 2 Tahun) Mudopar Mudopar
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 1 (2018): DEIKSIS JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/deiksis.v5i1.996

Abstract

Salah satu fungsi bahasa adalah sebagai alat interaksi sosial. Melalui bahasa mereka dapat mengekspresikan diri, menginformasikan suatu hal serta mengeksplorasi atau menjelaskan suatu hal kepada orang lain. Berbicara fungsi bahasa sebagai alat interaksi sosial, maka berbicara pula bagaimana proses seseorang memperoleh atau mempelajari kemampuan berbahasanya. Ada dua proses yang terjadi ketika seseorang kanak-kanak memperoleh bahasa pertamanya, yaitu proses kompetensi dan proses performansi. Hal ini dialami juga oleh anak perempuan yang bernama Zahra Febyanne Maulidah dan Karin Tanisha Nakhla. Zahra Febyanne Maulidah berumur tiga tahun sedangkan Karin Tanisha Nakhla berumur dua tahun lima bulan. Dalam berinteraksi  dengan kedua orangtuanya  maupun saudara-saudaranya, mereka berdua sudah mampu melafalkan berbagai macam bentuk kata, frase ataupun kalimat-kalimat pendek dari bahasa daerahnya ataupun bahasa nasional, meskipun pelafalan bunyi-bunyi bahasa yang mereka ucapkan masih belum sempurna. Misalnya dalam pelafalan kata “mangan/ makan” menjadi “mangang” kata “cokelat” menjadi “oat”. Melihat kondisi tersebut peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan menggunakan pendekatan deskriptif melalui teknik simak, libat cakap.Kata kunci: Pemerolehan bahasa pertama, proses kompetensi, proses performansi
PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA DINI (PEMEROLEHAN FONOLOGI PADA ANAK 2 TAHUN) Khairun Nisyah; Yusak Hudiyono
JOEL: Journal of Educational and Language Research Vol. 2 No. 6: Januari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe language acquisition in 2-year-old children. The researcher wants to know the language acquisition process of a child from the aspect of phonology. The child who is the object of this study has a fairly good level of language acquisition. However, in terms of phonology, there are still many errors in pronunciation. The method used in this research is descriptive qualitative method, which explains about language acquisition in children in terms of phonology. The data collection techniques were listening, engaging and speaking. The object of this research is a girl named Nahla Nasution, in interacting the child has been able to pronounce various forms of words and simple sentences. The results show that children are able to pronounce vocal elements (a, i, u, e, o) while consonant elements are still found some errors in pronunciation. This acquisition is influenced by the environment and stimulus given by parents to children, stimulus given by parents, one of which is by always reading books before bed and communicating with children like adults without changing words or sentences to sound funny.
Pemerolehan Bahasa Pertama pada Anak Usia 9 Tahun: Kajian Pemerolehan Fonologi dan Ujaran Muhamad Yasir
Deiksis Vol 13, No 3 (2021): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.813 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v13i3.10046

Abstract

Bahasa adalah alat yang digunakan seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain dan bahasa pertama adalah bahasa yang diperoleh seseorang secara langsung mengikuti tahapan-tahapan pemerolehan dan perkembangannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemerolehan bahasa pertama seoarang anak perempuan berusia 9 tahun yang bernama ASR Dilihat dari aspek pemerolehan fonologi dan ujaran. Pendekatan penelitian yaitu deskriptif kualitatif dengan metode simak dan catat. Teknik analisis data mengacu pada kajian analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASR hanya memiliki 3 pola pemerolehan fonologi (Penggantian, Penghilangan dan Reduplikasi) dari kata benda, kata kerja, dan kata sifat. Selanjutya ujaran yang ia miliki baru pada tahap dua kata.Kata kunci: pemerolehan, bahasa pertama, asr, fonologi, ujaran
Pemerolehan Bahasa pada Anak Menggunakan Bahasa Dayak Ngaju pada Anak Usia 3-4 Tahun Lastaria Lastaria; Sari Dwi Usop; Nashiyatul Diniyah Jahro
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jhm.v5i2.1566

Abstract

Bahasa adalah bunyi-bunyi yang dikeluarkan oleh alat ucap manusia, yang mana dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak pernah luput dari sebuah bahasa. Ketika hendak berkomunikasi seseorang tidak akan lepas dari sebuah bahasa, baik tua, muda bahkan anak-anak. Beranjak dari sebuah bahasa maka kita juga mengenal yang namanya bahasa anak. Bahasa yang diperoleh seorang anak tergantung dari lingkungan sekitarnya dan perolehan bahasa pertama sesuai dengan bahasa ibunya atau yang biasa disebut bahasa ibu. Berbicara masalah perolehan bahasa anak khususnya bagi anak usia 3-4 tahun perlu kiranya dideskripsikan. Hal ini dilakukan agar sebagai orang tua memiliki pedoman khususnya bagi seorang ibu dalam memantau perolehan fonologi dalam perkembangan bahasa anaknya. Bila perolehan fonologi dalam perkembangan bahasa anak terjadi penyimpangan, maka si ibu dapat melakukan tindakan-tindakan secara preventif. Seperti yang telah diketahui bahwa setiap anak pasti memiliki rasa keingintahuan yang tinggi khususnya keingintahuan dibidang bahasa. Mengingat bahasa yang diperoleh seorang anak pasti pada tingkat bahasa maka penelitian ini diarahkan kepada teman atau perolehan fonologi dalam bahasa anak 3-4 tahun. Perolehan bahasa dalam kajian fonologi ini diarahkan pada anak pengguna bahasa dayak ngaju. Adapun yang menjadi hal yang mendasar dalam penelitian ini adalah pemerolehan bahasa pada anak usia 3-4 yahun yang mana, anak disusia balita pada umumnya yang kesehariannya menggunakan bahasa indonesia ada mengalami hambatan pada pelafalan huruf konsonan sehingga pemerolehan bahasanya juga terbatas. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa pada anak yang kesehariannya berbicara menggunakan bahasa dayak ngaju akankah mengalami masalah yang sama atau sebaliknya, mengingat ada perbedaan pada bunyi vokal dan konsonan dalam bahasa dayak ngaju sehingga muncul deskripsi terkait kemampuan anak usia 3-4 tahun untuk memperolehan bahasa anak pada tingkat vokal, konsosnan, diftong, dan gabungan konsonan.
PEMEROLEHAN KOSAKATA BAHASA INDONESIA ANAK USIA 3-6 TAHUN PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI BINA HARAPAN (INDONESIAN VOCABULARY ACQUISITION OF CHILDREN AGED 3-6 YEARS AT PAUD BINA HARAPAN) Ana Lestari Maria L.A.S
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 3, No 1 (2013): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.09 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v3i1.4491

Abstract

AbstractIndonesian Vocabulary Acquisition of Children Aged 3-6 Years at PAUD BinaHarapan.The aim of this study is describe (1) vocabulary acquired any children aged3-6 years in early childhood education Bina Harapan, (2) obtained any children aged3-6 years in early childhood education Bina Harapan, and (3) it compares to theacquisition of Indonesian vocabulary of children aged 3-6 years in early childhoodeducation Bina Harapan. The approach used in this study is a qualitative approach,namely, research that generate and process data that are descriptive, such as fieldnotes, drawings, photographs and video recordings, etc. The method used is descriptivequalitative method. This analysis method is a method of research that seeks to create adescription, picture or painting in a systematic, factual and accurate as to facts,properties and relationships between phenomena are investigated in this study. Inaccordance with the method used the technique of data collection in this study isobservation and observation techniques. Data analysis technique used is descriptiveinterpretive techniques, the researchers describe as a whole. The results and discussionof Indonesian vocabulary acquisition of children aged 3-6 years in early childhoodHope Community Development are: (1) children aged 3-6 years have acquired basicvocabulary of nouns, verbs, adjectives, numbers, pronouns, word kinship, and thevocabulary again. (2) Children aged 3-6 years acquire affixes prefixes (his, her, her,and air), affixes suffixes (-it), and affixes infix (-el-). (3) Comparison of Indonesianvocabulary in children aged 3-6 years seen from the acquisition of vocabulary in aconcrete noun (the board and books), verb (to write), adjectives (red and yellow),pronouns (we and us) , and affix the prefix (write). Comparative vocabulary of childrenaged 3-6 years contained in the abstract vocabulary, the verb (reading and learning),adjectives (good and bad), said the numbers (1-10), said the family (brother and sister),affix the prefix (read and drawing), affix the suffix (all), uo infix (learning), and repeatedvocabulary (one-one and two-two).Keywords: vocabulary, affixes, early childhood educationAbstrakPemerolehan Kosakata Bahasa Indonesia Anak Usia 3-6 Tahun pada Pendidikan AnakUsia Dini Bina Harapan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan (1) kosakataapa saja yang diperoleh anak usia 3-6 tahun pada pendidikan anak usia dini BinaHarapan, (2) imbuhan apa saja yang diperoleh anak usia 3-6 tahun pada pendidikananak usia dini Bina Harapan, dan (3) perbandingan pemerolehan kosakata bahasaIndonesia anak usia 3-6 tahun pada pendidikan anak usia dini Bina Harapan?152Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yaitupenelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang sifatnya deskriptif, seperticatatan lapangan, gambar, foto rekaman video dan lain-lain. Metode yang digunakanadalah metode deskriptif kualitatif. Metode analisis ini adalah metode penelitian yangberusaha untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktualdan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yangdiselidiki dalam penelitian ini. Sesuai dengan metode yang digunakan maka teknikpengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik observasi dan pengamatan. Teknikanalisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif interpretatif, yaitu penelitimemaparkan secara keseluruhan. Hasil penelitian dan pembahasan pemerolehankosakata bahasa Indonesia anak usia 3-6 tahun pada PAUD Bina Harapan adalah:(1) anak usia 3-6 tahun telah memperoleh kosakata dasar pada kata benda, kata kerja,kata sifat, kata bilangan, kata ganti, kata kekerabatan, dan kosakata ulang. (2) Anakusia 3-6 tahun memperoleh imbuhan prefiks (me-, mem-, meng-, dan ber-), imbuhansufiks (–nya), dan imbuhan infiks (-el-). (3) Perbandingan kosakata bahasa Indonesiapada anak usia 3-6 tahun terlihat dari pemerolehan kosakata konkret pada kata benda(papan tulis dan buku), kata kerja (menulis), kata sifat (merah dan kuning), kata ganti(kita dan kami), dan imbuhan prefiks (menulis). Perbandingan kosakata anak usia 3-6 tahun terdapat pada kosakata abstrak, yaitu kata kerja (membaca dan belajar),kata sifat (baik dan nakal), kata bilangan (1-10), kata kekerabatan (adik dan kakak),imbuhan prefiks (membaca dan menggambar), imbuhan sufiks (semuanya), imbuhaninfiks (belajar), dan kosakata ulang (satu-satu dan dua-dua).Kata-kata kunci: kosakata, imbuhan, pendidikan anak usia dini
Pemerolehan Bahasa Anak Usia Dini: Studi Kasus pada Seorang Anak Usia 3-5 Tahun Mayora Hutasoit, Trides; Enika Lingga, Yesna; Purba, Melani; Sari Manik, Adetha; Azizah, Nurul
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): Maret: Local Culture and Traditions
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/3wbvbd72

Abstract

Children's language acquisition is a complex process involving the development of phonology, morphology, syntax, and semantics. This study aims to analyze the language development of children aged 3-5 years based on four observation reports involving children named Renata Sitorus, Sari Ramadani Nasution, and Anisa Zahra. With a qualitative descriptive approach, this study compares the development of phonology, morphology, syntax, and semantics in children in that age range. The results showed that as children get older, the language structures they master become more complex. Phonological errors are common in children aged 3 years, while syntax develops better at age 5 years. A formula for the speed of language acquisition was developed based on the amount of understanding and sentence structure used by children. This study provides insight into the factors that influence children's language development and optimal language stimulation strategies.
Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia Dini (Studi Kasus Anak Usia 3 Tahun) Triadi, Rai Bagus; Nadhira , Nurul Aulia
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 14 No. 4 (2025): Kode: Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerolehan bahasa pada anak usia dini disebabkan oleh berbagai hal, para pakar telah banyak melakukan kajian dengan cara memperbandingkan dengan faktor-faktor penyebabbnya, seperti faktor lingkungan bahasa, perkembangan kognitif, dan kemampuan dasar yang dimiliki secara bawaan oleh seorang anak. Pada penelitian ini upaya tersebut dilakukan kembali dengan menggunakan anak usia 3 tahun sebagai sumber data penelitiannya. Upaya tersebut menggunakan tiga pendekatan penelitian yaitu dari segi bunyi dengan menggunakan pendekatan fonologi, penguasaan pembentukan kata dengan menggunakan pendekatan morfologi, dan dari segi kemampuan produksi kata dengan menggunakan pendekatan sintaksis. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi yang terdiri dari simak, libat, rekam, dan catat. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu teknik padan dan agih meliputi identifikasi data, klasifikasi data, penyajian atau pendeskripsian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang ditemukan, yaitu pada tataran fonologi, subjek penelitian sudah memperoleh bunyi vokal, konsonan, diftong, dan kluster. Kemudian, pada tataran morfologi, subjek penelitian sudah mampu menghasilkan bentuk kata berupa afiksasi, reduplikasi, abreviasi, dan komposisi dengan cukup baik. Selanjutnya, pada tataran sintaksis menunjukkan adanya kemapuan MLU (mean length of utterance) pada subjek penelitian masuk ke dalam kategori IX yang terbilang normal dikuasai oleh anak berusia 3 tahun. Kata Kunci: Pendekatan psikolinguistik, pemerolehan bahasa, anak usia 3 tahun
ANALISIS PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA SATU TAHUN SAMAPAI USIA LIMA TAHUN DI KELURAHAN Sudrajat, Ajat; Suntini, Sun
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 2 (2018): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fjpbsi.v13i2.1561

Abstract

Pemerolehan bahasa pertama sangat penting bagi seorang anak karena akan menentukan penguasaan bahasa kedua dan bahasa selanjutnya. Khusus di Indonesia bahasa pertama selalu identik dengan bahasa daerah, misalnya orang Sunda bahasa pertamanya bahasa Sunda atau orang Jawa bahasa pertamanya bahasa Jawa, namun seiring berjalannya waktu banyaknya perkawinan campuran, modernisasi dll saat ini banyak ibu-ibu yang mengajarkan bahasa pertamanya bukan bahasa daerah tetapi bahasa Indonesia bahkan bahasa Asing misalnya bahasa Inggris, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota besar lainnya, tetapi tidak menutup kemungkinan kota kecil pun sudah mulai jarang yang mengajarkan bahasa pertamanya bahasa daerah, contohnya di Kabupaten Kuningan banyak orang tua yang mengajarkan bahasa pertama bahasa Indonesia. Penelitian dibidang pemerolehan bahasa sangat jarang dilakukan oleh karen itu peneliti tertarik untuk meneliti pemerolehan bahasa pertama pada anak. Rumusan masalah pada penelitian ini ada tiga yaitu (1)Bagaimanakah pemerolahan bahasa secara fonologis pada ujaran anak usia satu tahun sampai lima tahun di Kelurahan Cigintung ?(2) Bagaimanakah pemerolehan bahasa secara morfologis pada ujaran anak usia satu tahun samapai lima tahun di Kelurahan Cigintung ?(3) Bagaimanakah pemerolehan bahasa secara sintaksis pada ujaran anak usia satu tahun sampai lima tahun di Kelurahan Cigintung?tujuan dari penelitian ini adalah (1)Untuk mendeskripsikan pemerolahan bahasa secara fonologis pada ujaran anak usia satu tahun sampai lima tahun di Kelurahan Cigintung (2)Untukmendeskripsikan pemerolahan bahasa secara morfologis pada ujaran anak usia satu tahun sampai lima tahun di Kelurahan Cigintung (3) Untuk mendeskripsikan pemerolahan bahasa secara sintaksis pada ujaran anak usia satu tahun sampai lima tahun di Kelurahan Cigintung.metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif analitis. Teknik pemerolehan data dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian Hasil analisis pemerolehan bahasa secara fonologis pada anak usia satu sampai lima tahun di kelurahan cigintung rata-rata semua anak sama, untuk pemerolehan bunyi vokal paling banyak bunyi a misalnya pada kata aa, ayah, mau, minta, maen dll. bunyi konsonan dari usia satu sampai lima tahun paling banyak bunyi bilabial nasal (m) misalnya pada kata makan, minum, mau, mimi, maen dll. Berikutnya bunyi konsonan yang lumayan mereka kuasai yaitu bunyi bilabial hambat (p/b) misalnya pada kata bapa, abis, beyum,beli, bobo, papih dll. Bunyi glotal (h) misalnya kata ayah,rumah, mamih, sepedah, papih dll. Bunyi alveolar (t/d) misalnya pada kata teteh, duduk, mandi dll. Bunyi bilabial semivokal (y/w) misalnya pada kata ayah, ayam, beyum, warna dll.pemerolehan dibidang morfologis yaitu prefiks di- dan sufiks –nya, pengulangan seluruh dn sebagian, tidak ditemukan sisipan dan kata majemuk.pemerolehan dibidang sntaksis anak banyak menggunakn kalimat imperatif, deklaratif, interogatif dan sedikit kalimat negatif.Kata kunci : pemerolehan bahasa pertama, anak usia satu sampai lima tahun.

Page 1 of 19 | Total Record : 190