Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pelatihan Media Literasi di Sekolah Dasar Negeri 2 Tugumulya Desa Tugumulya Kecamatan Darma Suntini, Sun; Hanifah, Ifah; Dewi, Figiati Indra
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 1 No. 2 (2023): Renata - Agustus 2023
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.13

Abstract

Kemampuan literasi memiliki pengaruh dalam memahami informasi, memanfaatkan literasi baik secara lisan maupun tulisan akan mendukung kompetensi yang dimiliki. Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan gerakan literasi di sekolah. Tujuannya menumbuhkan budaya literasi khususnya di Sekolah Dasar. Anak sekolah dasar diharapkan terbiasa dengan gerakan literasi khususnya calistung. SDN 2 Tugumulya merupakan sekolah dasar yang terletak di Desa Tugumulya Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan. Jumlah siswa 98 orang dengan tenaga pengajar berjumlah 15 orang berasal dari desa Tugumulya sendiri dan sekitarnya. Proses belajar mengajar di SDN 2 Tugumulya berjalan dengan baik meskipun dengan beberapa kendala, seperti penggunaan media, metode, dan bahan ajar oleh para guru yang kurang optimal. Sehingga mempengaruhi hasil akhir belajar. Berdasarkan hal tersebut dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Pelatihan Media Literasi di SDN 2 Tugumulya Desa Tugumulya Kecamatan Darma”. Metode yang digunakan yaitu pelatihan dengan total waktu tiga hari. Hari pertama melakukan observasi untuk mengetahui kebutuhan guru terutama dalam hal media pembelajaran khususnya media literasi. Hari kedua pelaksanaan pelatihan menjelaskan media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru di sekolah dasar Tugumulya. Materi yang diberikan mengenai Kerucut Pengalaman Edgar Dale tentang media pembelajaran dari yang paling abstrak hingga yang paling konkret. Hari ketiga evaluasi kegiatan, wawancara kepada guru mengenai kegiatan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukan bahwa penggunaan media literasi oleh para guru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Sehingga dengan bantuan media pembelajaran anak akan lebih tertarik belajar literasi khususnya membaca. Selain itu dengan pelatihan ini dapat memperbaiki tata nilai masyarakat dalam bidang pendidikan
Pelatihan Menulis Surat Dinas bagi Aparat Desa di Desa Longkewang Kecamatan Ciniru Kabupaten Kuningan Jawa Barat Suntini, Sun; Hanifah, Ifah; Hamidah, Ida
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 1 No. 3 (2023): Renata - Desember 2023
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.17

Abstract

Menulis merupakan bentuk berpikir seseorang, dengan menulis orang dapat menuangkan ide dan gagasan sekaligus mengekalkan ide dan gagasan tersebut karena tersimpan dalam tulisan yang bisa dibaca kapan saja walaupun penulisnya sudah tidak ada. Ada dua jenis tulisan secara umum ada tulisan yang subjektif ada juga tulisan yang objektif. Menulis surat termasuk pada jenis menulis subjektif, suat juga dapat dibedakan menjadi surat resmi atau surat dinas dan surat pribadi. Surat dinas tentunya ada aturan penulisannya misalnya sistematika penulisan surat, ejaan yang digunakan, serta keefektifan kalimat yang digunakan dalam surat dinas, namun pada kenyataannya masih banyak surat dinas terutama surat yang ada di desa-desa belum memenuhi kriteria surat resmi yang benar, sehingga perlu adanya pelatihan menulis surat dinas untuk aparat desa. Berdasarkan hal di atas maka kami melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Pelatihan Menulis Surat Dinas bagi Aparat Desa di Desa Longkewang Kecamatan Ciniru Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu metode penyuluhan/penyadaran. Hasil dari kegitan ini yaitu adanya pemahaman dan peningkatan keterampilan menulis surat dinas  para aparat desa  Longkewang Kec.Ciniru Kabupaten Kuningan. Surat dinas yang dibuat oleh aparat desa sesuai dengan aturan yang berlaku yaitu sistematika surat, ejaan, dan keefektifan dalam menulis kalimat dalam surat
Memasyarakatkan Literasi dan Numerasi Menuju Generasi Berkarya dan Mandiri Desa Sukasari Kabupaten Majalengka Jawa Barat Kautsar, Tifani; Hamidah, Ida; Suntini, Sun
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 2 No. 1 (2024): Renata - April 2024
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.24

Abstract

Literasi, sebagai kumpulan keterampilan membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah, menjadi esensial dalam kehidupan sehari-hari. Literasi numerasi terdiri dari berhitung, relasi numerasi, dan operasi aritmatik. Relasi numerasi mengenai pemahaman kuantitas, sementara operasi aritmatik terkait dengan penjumlahan dan pengurangan. Menganalisis informasi dari grafik, tabel, atau bagan, serta kemampuan memprediksi dan mengambil keputusan, adalah bagian dari literasi numerasi yang membentuk warga global siap abad 21. Program ini bertujuan meningkatkan literasi di Desa Sukasari, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, fokus pada keterampilan membaca dan menulis. Literasi bukan sekadar keterampilan teknis, tetapi juga memahami teks dengan bijak. Program menggunakan metode pelatihan dengan teknik Cermati, Renungkan, Olah, Telaah, Tuangkan/Tulis. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif yang terlihat dari antusiasme peserta yang mengikuti pelatihan, yang meningkatkan minat mereka dalam membaca dan menulis. Peserta juga mendapatkan pengetahuan baru tentang literasi dan numerasi serta akses pada buku-buku pengetahuan yang mendukung perkembangan literasi mereka. Program ini menjadi landasan penting dalam menghadapi tantangan global abad 21 dengan literasi yang lebih baik.
Metode Mendongeng Sebagai Stimulan Minat Literasi Membaca di SD Aisyiyah Kuningan Dewi, Figiati Indra; Suntini, Sun; Hanifah, Ifah
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 2 No. 1 (2024): Renata - April 2024
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.31

Abstract

Dalam pendidikan di era Society 5.0 literasi menjadi bekal penting bagi para siswa untuk dapat mengakses dan mengolah beragam informasi. Keterampilan abad ke-21 yang sebaiknya dimiliki oleh seseorang meliputi literasi dasar, kompetensi, dan karakter. Membaca merupakan literasi dasar yang harus dimiliki setiap manusia guna mendapatkan informasi. Namun, peringkat minat baca di Indonesia bertolak belakang dengan harapan. Pada tahun 2020 Perpusnas menunjukkan hanya ada sedikit peningkatan minat baca Indonesia yang masuk dalam kategori sedang. Hal serupa ditemukan di SD Aisyiyah Kuningan yang mayoritas siswanya masih memiliki minat yang rendah terhadap literasi membaca. Melihat permasalahan tersebut, penulis menerapkan solusi berupa pengenalan metode-metode dongeng untuk menstimulasi minat literasi membaca. Metode yang digunakan berupa penyuluhan yang berkaitan dengan metode-metode dongeng dan contohnya. Target ini dipilih karena guru sekolah dasar memiliki kesempatan untuk membimbing para siswa yang perlu diberikan pembiasaan dalam membangun minat literasi membaca agar lebih menyenangkan. Tahapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan selama tiga hari ini dimulai dengan mengurus perizinan dan koordinasi bersama kepala sekolah dan para guru. Hari kedua dimulainya proses penyuluhan. Di hari terakhir yaitu hari ketiga adalah proses evaluasi dari materi penyuluhan. Dari penyuluhan yang telah dilakukan, para guru memahami jenis-jenis metode dongeng, jenis-jenis dongeng, dapat menggunakan media seperti boneka dan wayang untuk melengkapi penyampaian dongeng, dan menggunakan intonasi, ekspresi, serta gesture yang sesuai.
Leksikon Flora dan Fauna dalam Kumpulan Cerita Rakyat Kabupaten Kuningan: Kajian Ekolinguistik Dewi, Figiati Indra; Suntini, Sun; Hanifah, Ifah
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 10 No 3 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v10i3.1735

Abstract

Kuningan Regency has a variety of folktales that illustrate closeness to nature. From this background, this study aims to identify the flora and fauna lexicon in a collection of folktales of Kuningan Regency and its morphological process. The method used is descriptive qualitative by using the theory of ecolinguistics and morphological process. The results showed that the types of flora and fauna consisted of (1) flora lexicons such as tamiyang 'small bamboo tree', tangkal ki lampayan 'jelutang tree', and so on; and (2) fauna lexicons such as lauk menga 'menga fish', kidang 'deer', and so on. The morphological process of all these lexicons is basic form, composition, reduplication, and affixation.
Pengenalan Cerita Rakyat  Kabupaten Kuningan Sebagai Warisan Budaya Bangsa di Sekolah Dasar Aisyah Kabupaten Kuningan Suntini, Sun; Hanifah, Ifah; Dewi, Figiati Indra
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 4 (2025): Februari
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/st8x8z85

Abstract

Pengabdian ini dilakukan dalam rangka memperkenalkan cerita rakyat khusnya ceita rakyat yang ada di Kabupaten Kuningan kepada para siswa sekolah dasar Aisiyah Kuningan. Perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini membawa dampak pada berbagai kehidupan termasuk pada bidang pendidikan khususnya di sekolah dasar. Siswa sekolah dasar lebih suka main games, main gadget, nonton youtube serta media sosial yang lainnya, mereka banyak tahu budaya asing dari tontonan yang mereka lihat setiap hari. Dampak dari semua itu mengakibatkan sedikit demi sedikit warisan budaya kita hilang tergerus oleh budaya asing. Salah satu upaya melestarikan warisan budaya bangsa yaitu dengan memperkenalkan budaya bangsa kepada anak sejak dini salah satunya dengan memperkenalkan cerita rakyat. Cerita rakyat banyak mengandung hiburan serta nilai-nilai dalam kehidupan yang sangat bermanfaat untuk anak-anak dalam rangka mengembangkan kemempuan mereka khususnya kreativitas mereka. Berdasarkan hal tersebut maka kami akan melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Pengenalan Cerita Rakyat Kabupaten Kuningan sebagai warisan Budaya Bangsa di Sekolah Dasar Aisiyah Kuningan. Alasan pemilihan sekolah tersebut karena para siswa di SD tersebut hampir semua dari kota sehingga mereka banyak yang tidak tahu cerita rakyat . Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu metode penyuluhan dengan langkah-langkah kegiatan observasi , kegiatan penyuluhan serta menyimak cerita rakyat dari Kabupaten Kuningan, terakhir evaluasi. Hasil  dari pengabdian ini dapat  memperkenalkan cerita rakyat sehingga para siswa mengetahui dan dapat menjadikan cerita rakyat sebagai hiburan serta mengambil nilai-nilai yang terdapat didalam cerita tersebut. Dapat meningkatkan literasi para siswa serta salah satu upaya melestarikan budaya bangsa.
Penyuluhan Tentang Bahan Ajar Literasi Berbasis Kearifan Lokal di SDN 2 Tugu Mulya Hanifah, Ifah; Jaelani, Asep Jejen; Suntini, Sun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 12 (2025): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i12.2100

Abstract

Pengabdian masyarakat ini merupakan penyuluhan dan pelatihan bagi para guru SD di SDN 2 Tugumulya Kecamtan Darma Kabupaten Kuningan tentang penyusunan bahan ajar literasi berbasis kearifan lokal. Hal ini didasari oleh fakta bahwa kemampuan literasi siswa yang masih rendah, dan salah satu faktornya adalah minimnya bahan ajar. Pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan dan pelatihan dengan tahapan sebagai berikut; 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) evaluasi, 4) pendampingan dan konsultasi. Setelah diberikan materi  tentang konsep literasi dan bahan ajar, pemahaman guru semakin baik. Hal itu terlihat dari kegiatan tanya jawab yang dilakukan. Selain itu, kemampuan guru dalam menyusun bahan ajar sederhana sudah baik. Mereka dapat memilih materi yang pas, dan evaluasi yang sesuai dengan kriteria literasi yang ditentukan.
Peningkatan Literasi Melalui Kegiatan Taksi “Taman Edukasi Astra Jingga” Di Desa Pamulihan Suntini, Sun; Hanifah, Ifah; Dewi, Figiati Indra; G, Alvin Martha
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 3 No. 1 (2025): Renata - April 2025
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.124

Abstract

Literasi adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis, memahami, menginterpretasikan, dan menggunakan informasi secara efektif. Literasi dalam bahasa Latin disebut sebagai literatus yang berarti orang yang belajar. Secara garis besar, literasi sendiri ialah istilah umum yang merujuk pada kemampuan dan keterampilan seseorang dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, juga memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan seseorang dalam berbahasa (Islami,2024).Ini mencakup pemahaman teks, keterampilan komunikasi, dan kemampuan berpikir kritis. Kegiatan literasi bukan hanya dilaksanakan di sekolah tetapi dapat dilakukan di rumah atau di lingkungan masyarakat misalnya di desa yang memiliki tempat untuk kegiatan membaca masyarakat seperti taman bacaan atau perpustakaan desa. Berdasarkan hasil observasi masyarakat desa Pamulihan belum memiliki kesadaran akan pentingnya kegiatan literasi , oleh karena itu kami melakukan kegiatan pengbadian kepada masyarakat melalui pembuatan taman edukasi astra jingga. Adapun metode dari kegiatan ini yaitu penyuluhan pentingnya literasi. Sebelum kegiatan penyuluhan kami melakukan beberapa langkah diantaranya observasi ke desa untuk mengetahui permasalahan serta kebutuhan masyarakat. Selanjutnya kegiatan penataan ruangan/ gedung untuk kegiatan dan pengadaan buku-buku , setelah siap baru dilakukan penyuliuhan dan berbagai kegiatan lain yang berhubungan dengan literasi. Adapun hasil dari kegiatan yang kami lakukan adalah 1) meningkatnya pengetahuan warga tentang literasi 2) meningkatnya kesadaran warga desa akan pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari sebagai dasar pendidikan dan pengembangan diri. 3) warga menjadi aktif dalam kegiatan literasi khususnya kegiatan membaca di tamna bacaan ynag diberi nama “Taksi” 4) peningkatan keterampilan literasi seperti kemampuan membaca dan menulis 5) meningkatnya keterlibatan orangtua, orang tua menjadi lebih terlibat dalam mendukung kegiatan literasi anak-anak mereka, seperti membacakan buku atau mengajak anak ke taman bacaan “Taksi”(6) meningkatnya keterampilan berpikir kritis, warga khususnya anak-anak mulai menunjukkan kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis informasi dan berdiskusi tentang materi yang mereka
Pelatihan Ecoprint pada Totebag untuk Mengembangkan Kreativitas Siswa Kelas 5 SDN Tundagan Suntini, Sun; Abdian, Neni; Mukaromah, Nisa Shofiyatul; Dwinta, Nita; Suprihatini, Nopia Dede
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 7 (2025): Mei
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/hapw9q07

Abstract

Pendidikan memiliki peran penting dalam menumbuhkan kreativitas peserta didik melalui pendekatan kontekstual dan berbasis pengalaman nyata (experiential learning). Desa Tundagan, dengan potensi alamnya yang melimpah, menjadi lokasi strategis dalam mengembangkan pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sekitar. Namun, belum ada program pembelajaran yang terintegrasi dengan pemanfaatan potensi lokal tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kepedulian lingkungan peserta didik melalui pelatihan ecoprint pada siswa kelas V SDN Tundagan. Metode yang digunakan pelatihan. Pelatihan dilaksanakan pada 7–9 Maret 2025, melibatkan 25 siswa dan diawali dengan sosialisasi konsep ecoprint, identifikasi daun di lingkungan sekitar, hingga praktik langsung membuat motif pada totebag berbahan kanvas menggunakan teknik pounding. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari siswa serta terciptanya karya orisinal yang mencerminkan kreativitas mereka, meskipun masih terdapat beberapa kekurangan teknis. Kegiatan ini berhasil menumbuhkan rasa percaya diri, keterampilan artistik, serta kepedulian terhadap lingkungan. Ecoprint terbukti menjadi metode yang efektif dalam mengintegrasikan pendidikan karakter, seni, dan kecintaan terhadap alam. Dengan demikian, pelatihan ini dapat menjadi model pengembangan pembelajaran berbasis potensi lokal yang edukatif dan berkelanjutan.
Meningkatkan Kemampuan Literasi Anak Melalui Pemanfaatan Taman Baca Masyarakat di Desa Tundagan Suntini, Sun; Deliniyah, Noviyatul; Febriani, Nur Resky; Dini, Nurul Aeni Islami
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 7 (2025): Mei
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/thgvec05

Abstract

Kemampuan literasi pada anak merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dalam perkembangan pendidikan mereka. Literasi tidak hanya berhubungan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga dengan keterampilan berpikir kritis dan mengakses informasi dengan baik. Di Desa Tundagan, masalah rendahnya minat baca menjadi salah satu hambatan dalam mengembangkan literasi di kalangan anak-anak. Berdasarkan hasil observasi awal, sekitar 70% anak-anak di desa ini lebih sering menghabiskan waktu dengan gadget daripada membaca buku. Situasi ini diperparah dengan kurangnya minat terhadap Taman Baca Masyarakat (TBM) desa, yang hanya memiliki rata-rata tiga pengunjung setiap bulannya. Dalam rangka mengatasi masalah ini, program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Kuningan bertujuan untuk meningkatkan literasi anak melalui pemanfaatan Taman Baca Masyarakat. Metode yang digunakan dalam program ini adalah PAR (Participatory Action Research), yang meliputi observasi, perencanaan, tindakan, implementasi, monitoring, evaluasi, dan refleksi. Kegiatan dimulai dengan survei kebutuhan masyarakat dan anak-anak, dilanjutkan dengan perizinan, peresmian taman baca, serta pelaksanaan kegiatan dan evaluasi untuk menjaga keberlanjutan program. Hasil yang diperoleh menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat dan anak-anak, yang tercermin dalam kuesioner yang menunjukkan bahwa 97% merasa puas dan lebih tertarik untuk membaca setelah terlibat dalam kegiatan ini. Dengan pembentukan kepengurusan TBM di desa, keberlangsungan taman baca di Desa Tundagan hingga kini tetap terjaga