Pembangunan jembatan Sungai Minanga ditujukan untuk menghubungkan jalan poros Sa’dan Minanga yang di belah oleh alur sungai Saddang. Kehadiran jembatan ini sangat dibutuhkan guna memperlancar kegiatan masyarakat sehari-hari. Oleh karena itu, jembatan yang dibangun harus memenuhi syarat kekakuan, lendutan, dan ketahanan terhadap beban yang bekerja. Beragam material menjadi pertimbangan dalam pembuatan jembatan Maka di ambil langka alternatif dengan menggunakan struktur beton prategang, beton prategang menjadi solusi yang dipilih dikarenakan karakteristiknya kuat terhadap pergeseran dan mengurangi potensi keretakan dengan dimensi yang lebih kecil, serta tahan terhadap karat. Setelah dilakukan analisia dan perhitungan, maka hasil perencanaan jembatan Minanga yaitu, direncanakan dengan gelagar prategang dengan jumlah gelagar 3 buah dengan 2 meter dan panjang jembatan 30 m, konstruksi antara balok gelagar dengan plat lantai jembatan merupakan komposit yang diikat dengan shear connector. dimensi gelagar dengan ukuran lebar bawah 65cm, lebar atas 55cm, dengan tinggi 160cm, menggunakan 4 buah tendon dengan jarak 172,3 mm disetiap gelar dan menggunakan tulangan utama Ø 22 mm dan tulangan geser Ø 8 mm. Gelagar pratengang menguntungkan untuk digunakan pada konstruksi jembatan sungai Minanga baik dari segi biaya maupun dari segi pelaksanaannya.
Copyrights © 2023