Jurnal Standardisasi
Vol 24, No 1 (2022)

Penentuan Titik Kritis Persyaratan pada SNI 8211:2015 dan Regulasi Teknis terkait Benih Tanaman Kelapa Sawit untuk Meningkatkan Produktivitas

Utari Ayuningtyas (Badan Riset dan Inovasi Nasional)
Febrian Isharyadi (Unknown)
Ary Budi Mulyono (Unknown)
Ellia Kristiningrum (Unknown)
Biatna Dulbert Tampubolon (Unknown)
Nur Tjahyo Eka Damayanti (Unknown)
Novin Aliyah (Unknown)
Daryono Restu Wahono (Unknown)
Nuri Wulansari (Unknown)
Rika Dwi Susmiarni (Unknown)



Article Info

Publish Date
16 Nov 2022

Abstract

 Mutu benih sawit merupakan faktor terpenting yang mempengaruhi produktivitas kelapa sawit. Terjadinya pemalsuan benih sawit atau benih yang tidak bersertifikat akan berdampak buruk bagi perkebunan kelapa sawit Indonesia, karena menyebabkan penurunan produktivitas benih kelapa sawit. Oleh sebab itu diperlukan penentuan titik kritis persyaratan atau tolok ukur untuk meningkatkan produktivitas benih kelapa sawit. Pada SNI 8211:2015 dan beberapa peraturan Kementerian Pertanian terdapat persyaratan atau tolok ukur yang masing-masing memiliki konteks yang mendukung perbaikan mutu benih kelapa sawit. Untuk dapat menentukan titik kritis dari persyaratan atau tolok ukur yang ditetapkan, maka dalam penelitian ini dilakukan penyandingan atau komparasi antara SNI dengan beberapa peraturan Kementerian Pertanian tersebut yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil identifikasi dan analisis, tahapan dalam produksi benih kelapa sawit dibagi menjadi 4 bagian diantaranya tahapan pemuliaan, tahapan reproduksi benih, tahapan pemrosesan benih, dan tahapan pengecambahan benih. Dari masing-masing tahapan tersebut diperoleh titik kritis persyaratan atau tolok ukur yaitu pada tahapan pemuliaan terdapat 4 parameter kritis seperti pembentukan populasi dasar, prosedur pemuliaan, pengujian progeni, dan kriteria seleksi persilangan. Pada tahapan reproduksi benih terdapat 2 parameter kritis yaitu mating design dan reproduksi benih, dan kondisi fisik tanaman. Pada tahapan pemrosesan benih terdapat 2 parameter kritis yaitu unit persiapan benih, dan unit pengecambahan. Kemudian tahapan selanjutnya pengecambahan benih terdapat 1 titik kritis yaitu mutu fisiologis kecambah. Titik kritis persyaratan atau tolok ukur dari setiap tahapan tersebut jika dipenuhi dan diterapkan dengan baik dan benar akan meningkatkan produktivitas mutu benih unggul yang komersil dan berkualitas tinggi.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

standardisasi

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance Engineering Industrial & Manufacturing Engineering Social Sciences Other

Description

Jurnal Standarisasi (hence JS) is a journal aims to be a leading peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish original study or research papers focused on standardization policies, development of standards, harmonization of standards, implementation of standards ...